Review Novel Loving Denaya – Kisah Manis Orang Tua Tunggal

By admin on February 25, 2012

Loving DenayaSinopsis Loving Denaya

Sebagai seorang single mother, kehidupan Denaya berkisar antara pekerjaan, membesarkan buah hatinya yang baru berusia 3 tahun dan membantu ibu serta adiknya setelah ayah mereka pergi tak tentu rimbanya. Ia tidak menyangka jalan hidupnya akan berbelok arah saat kakinya tersandung dan ia terjatuh ke dalam pelukan seorang laki-laki bermata sehitam onyx dan memiliki senyum sejuta dolar, Ezra.

Pertemuan yang tidak sampai 10 menit itu berbuntut panjang. Apalagi saat Ezra menawarkan cinta. Awalnya Denaya ragu, apalagi ia pernah gagal dalam pernikahan pertamanya. Tapi sanggupkah Denaya menahan pesona Ezra? Mampukah Denaya kemudian memperjuangkan cintanya saat persoalan demi persoalan mulai menghantamnya? Kakaknya Ezra terang-terangan menentang hubungan mereka, mantan ibu mertuanya yang ternyata menyimpan dendam tidak rela melihat Denaya bahagia lalu keduanya berkomplot untuk menghancurkannya. Denaya harus memilih, cintanya atau malaikat kecilnya. Lalu bagaimana dengan Indra, mantan suami Denaya, yang ternyata diam-diam masih sangat mencintainya?

***

Review Novel Loving Denaya

Loving Denaya ini novel karya perdana teman kantorku waktu masih bekerja di British Council. Mengikuti proses kreatif hingga ‘kelahiran’nya sungguh merupakan pengalaman yang mengasyikkan dan baru.

Sebagai penggemar novel, aku tentu saja merasa sanggup ‘mengendus’ mana kisah yang enak dibaca dan yang tidak. Dengan rewelnya aku mengusulkan ini-itu. Aku sesumbar, aku ini bagaikan kawah candradimuka-nya novel. Kalau berhasil membuatku menyukai ceritanya, naskah itu layak terbit. Kalau tidak, jangan berani-berani mengajukannya ke penerbit mana pun. Kenyataannya memang novel ini sangat layak dinikmati para penggemar kisah metropop.

Untuk penikmat bacaan bergenre petualangan seperti aku, Loving Denaya cukup menghibur. Bikin cengengesan sendiri, ngangguk-ngangguk sepakat, dan ada juga yang bikin ‘Ooo gitu ya?’ lalu langsung browsing di internet. Hihihi. Seperti mencari di mana aja titik-titik tempat menyemprotkan parfum agar tahan lama, misalnya.

Simak saja pembukaannya menggelitik yang langsung merebut hatiku ini:

Oke, ini soal gampang. Cuma menunggu selama, aku melirik jam tanganku, 10 menit. Apa sih yang bisa terjadi dalam waktu 10 menit? Well, menurut statistik sih, di India satu bayi dilahirkan setiap 2 detik dan di Amerika sana, satu wanita diperkosa setiap 2 menit…

Oke, oke, tapi hal itu nggak akan terjadi di sini kan. Di sini hanya terdapat anak-anak kecil yang lucu dan tak berdosa dan sejumlah orang dewasa yang sama sekali nggak berbahaya. Tapi tak urung dengan hati-hati aku melirik berkeliling, mencari kalau-kalau ada wanita hamil yang sedang mengerang kesakitan atau ada seseorang dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Kelihatannya semua aman dan terkendali.

Pembaca akan hanyut ke dalam kisah beratnya kehidupan seorang wanita yang harus membesarkan anaknya sendirian. Tapi, berkat kepiawaian penulis, kisah Loving Denaya jadi manis terasa.

Ditunggu karya-karya selanjutnya!

Review Novel Loving Denaya - Kisah Manis Orang Tua Tunggal

Data Buku

Judul: Loving Denaya
Pengarang: Ayu Gabriel
Format: 13 x 20,5 cm
ISBN: 978-602-96413-3-2
Jumlah halaman: 413
Harga: Rp 42.000,-
Soft cover
Terbit: 16 November 2010
Kategori: Novel

Review Novel Loving Denaya - Kisah Manis Orang Tua Tunggal

Review Novel Loving Denaya - Kisah Manis Orang Tua Tunggal

Comments (7)

February 25, 2012

salut buat denaya..
tetep smangat
meskipun single mother..

*jadi penasaran*


February 26, 2012

dibaca… dibaca…dibaca (dengan gaya agan-agan buka lapak) 😀


February 28, 2012

ko jadi inget seseorang yah 😀


March 7, 2012

hayooo inget siapa????


January 26, 2013
rani wihelmina

mba,,
tolong di kasi tw dong Biografi pengarang nya,,
novel nya di buat d skripsi neh,,


January 27, 2013

Hai Rani.
Penulisnya bisa dihubungi lewat Fb:
https://www.facebook.com/ayu.pujiastuti.5/info


May 17, 2013

Nah, lain kali kalau saya nulis novel boleh minta kripik pedesnya, Mbak? :p *sok pede mau nyemplung kawah Candradimuka


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: