Siapa Bilang Ibu Rumah Tangga Itu Pengangguran?

By Sary Melati on August 04, 2012

Beberapa waktu yang lalu, setelah perenungan dan pertimbangan sekian lama, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya sebagai PNS, dan “beralih profesi” menjadi seorang ibu rumah tangga. Banyak orang yang kecewa dan sangat menyayangkan keputusan saya ini, mulai dari keluarga besar, teman, sahabat, bahkan tetangga.

Saya sangat memahami kenapa mereka menyayangkan dan sangat kecewa dengan keputusan saya. Status PNS adalah status yang sangat dicari-cari banyak orang, bahkan ada yang sampai mengeluarkan uang ratusan juta untuk menyuap demi status ini.

 

Ibu rumah tangga vs PNS

Tip Sehat

Saya bukan orang yang tidak menyadari hal ini, tapi alasan saya resign lebih penting dan mendesak dibandingkan status PNS yang saya punya. Kalau masalah rezeki, saya yakin Allah tidak akan membiarkan saya hidup tanpa Dia jamin rezekinya. Bukankah pintu rezeki ada banyak sekali? Tinggal kita yang mau menjemputnya lewat pintu yang mana.

Betul kan, Mak?

Efek lain yang saya rasakan sekarang adalah banyak orang mengira saya jadi punya banyak waktu luang setelah resign dan menjadi ibu rumah tangga. Salah satunya seorang sahabat saya yang sekarang baru saja diangkat jadi PNS. Suatu hari sahabat saya ini mengirimkan sebuah sms yang berbunyi, “Ga bosen di rumah aja?” Saya dengan serta merta langsung menjawab, “Ga. Malah merasa kekurangan waktu.”

Pernah juga kali lain saat mereka tahu saya resign, salah seorang teman kerja suami bilang begini, “Wah, kalau saya mah ga kerja itu bosen. Di rumah terus bosen dan bingung mau ngapain.”

 

Jadi ibu rumah tangga bosan? Nggak sempat bosan malah!

Saya tidak. Kalau saya justru merasa sibuk sekali setelah menjadi seorang ibu rumah tangga.

Saya memiliki dua orang anak. Yang sulung putra berusia 4,8 tahun, mulai masuk TK A tahun ini dan sedang belajar mandiri. Yang kedua putri berusia 1,4 tahun, masih bergantung pada saya sepenuhnya, apalagi masih minum ASI.

Sehari-hari kegiatan saya berpusat pada kedua anak saya ini. Selain itu, saya juga mengerjakan pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Di sela-sela kesibukan dengan anak-anak dan berjibaku dengan pekerjaan harian seorang ibu rumah tangga, saya juga menyempatkan diri menulis, membaca, membuat kue, menjahit, dan lain-lain.

Sering kali saya tidak dapat mengerjakan kegiatan-kegiatan yang saya sukai tadi setiap hari, karena terlalu sibuk dengan anak-anak.

Bagi saya, mengasuh anak-anak tidak hanya menyediakan sandang, pangan, dan papannnya saja, tetapi lebih dari itu. Mengasuh anak-anak adalah juga menyertai mereka saat bermain, menciptakan permainan untuk mereka, menyertakan mereka dalam setiap kegiatan.

Mungkin hal inilah yang membuat saya sangat sibuk dengan anak-anak, lantaran saya tidak pernah membiarkan mereka main sendiri.

Jadi, menurut pengalaman saya, jadi ibu rumah tangga bukan malah jadi pemalas, tapi justru semakin padat aktivitas.

Ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat sibuk. Meskipun begitu, saya bahagia menjadi ibu rumah tangga.

Ya, saya bangga menjadi ibu rumah tangga.

Penulis: Elfathrah

Comments (19)

August 4, 2012
sasa

yup saya pun mantep dgn memilih jd fulltime mother tanpa mengurangi kekaguman saya terhadap bunda bunda hebat yg bisa membagi waktunya untuk karier dan rumahtangga


August 4, 2012

Yang jelas aku gak bilang ibu rumah tangga itu pengangguran :D,, Hemm. justru keliatannya ibu rumah tangga lebik berat tugasnya jika dibandingkan dengan bapak rumah tangga.. Salam kenal ya 🙂


August 5, 2012

Pertanggungjawaban perempuan kepada Allah bukanlah pada apa yg sdh kita berikan scr materi kpd anak2. Tapi seberapa bsr kita sdh mendidik mereka sesuai ajaran Allah. Sebaik2 perempuan, tempatnya adalah di rumah. Andai seorang perempuan memutuskan bekerja diluar rmh, maka hrs seijin suaminya. Dan suaminya bertanggung jawab atas kegiatan istrinya diluar rmh.
Andai kita tahu sesungguhnya sunatullah perempuan, maka takkan ada yg memandang ibu rmh tangga dgn sebelah mata.


August 5, 2012

bener banget mak..saya jg dulu resign dengan alasan pengen ngasuh anak sendiri..kasian klo ditinggal sm pengasuh..
klo soal bosen di rumah aja pastinya pernah ada rasa itu..tp semakin banyak kegiatan bermanfaat malah sekarang sampe kurang waktu..


August 5, 2012

Justru kerjaan ibu rumah tangga yang full di rumah itu super padat, full time menemani dan jadi fasilitas belajar bagi anak2nya, kerjain kerjaan RT layaknya PRT, jadi koki, ngurusin laundry, urusin segala macam pembayaran, ngatur keuangan, jadi supir (antar jemput anak), dsb, belum termasuk berbagai kegiatan tambahan yg diikuti


August 6, 2012

Pekerjaan ibu rumah tangga adalag satu2nya pekerjaan di dunia yg membutuhkan waktu 24 jam nonstop yg hanya dapat dibayar dengan cinta dan kasih sayang dari anak2 dan suaminya.


August 10, 2012

Saya se7 mak..jadi ibu rumah tangga itu sangatlah menyenangkan dan besar pahalanya..apalagi kl penghasilan suami mencukupi..g da beban mak…dulu juga saya resign karena menikah dan punya baby..mudah2an kita bisa menjaga keluarga kita dengan penuh cinta dan kesabaran y mak..


September 4, 2012

Saya acung jempol, Mbak.. Sudah punya kedudukan karir mapan, berani lepaskan demi anak. Saya termasuk beruntung, krn sebelum memutuskan utk jd ibu rumah tangga fulltime, gaji saya tidak seberapa besar, shg lbh mudah memutuskan utk resign n jd ibu rumah tangga fulltime. Yg saya tahu, sebenarnya kebanyakan wanita karir jg mengakui bhw mengasuh anak lebih berat daripada bekerja di kantor (dan sst.. itu sebabnya mereka tetap pilih bekerja di kantor). Ayo kita saling dukung. Semua demi anak kita. Semboyan saya, uang bisa dicari kapan saja, tapi waktu untuk mendidik anak (masa kecil anak) tak akan pernah kembali. Saya coba dukung ibu rt lwt blog : http://www.iburmhtangga.blogspot.com


December 11, 2012

pagi-pagi sebelum mulai kerja, saya buka google dan mengetikkan kata kunci “kegiatan ibu rumah tangga”, maka sampailah di laman ini.
saya kagum sama ibu-ibu yang berani mengambil keputusan resign dari pekerjaan di luar rumah lalu menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. sementara saya masih mengumpulkan keberanian untuk melakukan hal itu.


January 16, 2013
widia

Memang jadi IRT itu adalah profesi. Jadi mesti punya karakter diri yang pas biar gak salah jalan. Menurut Saya, kalau dia tipe orang yang kreatif, pintar memanajemen rasa bosan, dan memiliki kemampuan sosial yang baik kemungkinan besar akan jadi IRT yang asyik dan gak berenti belajar apapun.
Nah kalau dia gak punya karakter seperti itu, misal kurang pede, kurang mandiri, dll deh sebaiknya bekerja adalah pilihan yang tepat biar dia gak jadi IRT benalu, konsumtif, gampang cemburuan ama suami, atau ibu-ibu rumpi.
Bukannya apa-apa, jadi IRT itu gak ada penyemangat kasat mata seperti duit (yang gak munafiklah kalau kita punya duit sendiri lebih ada bargaining power di rumah), jadi emang harus pake hati dan keyakinan bahwa hal ini akan berpahala. Lagipula, IRT juga harus menyiapkan rencana biar gak gampang depresi, jika suatu saat nanti anak-anak akan semakin besar, lebih senang dengan dunianya sendiri, dan kebutuhan dana pendidikannya semakin gak santai eh tapi ternyata karir suami mandek.
Oh ya, buat yang udah jadi IRT saya ucapkan selamat atas pilihannya. Cuma pesen: tolong jangan ngerasa lebih mulia daripada wanita karir. Kondisi dan tujuan keuangan setiap rumah tangga itu berbeda
DAN tidak semua suami adalah tipe pria yang menyukai wanita bertipe ibu rumah tangga, karena bisa jadi dia adalah pria mandiri yang jengah kalau semua keperluannya diurusin istri tapi dia lebih butuh istri sebagai partner diskusi & sahabat,
ataupun justru dia pria yang gampang tersinggung jika tidak dilibatkan dalam tugas rumah tangga dan pengasuhan anak,


February 18, 2013
Diana

Hari ini saya juga membuka aktifitas di kantor dgn menengok mbah google, mencari inspirasi n tambahan semangat utk persiapan jd fullmom. Dan mampir deh disini,alhamdulillah…setelah membaca tulisan emak dan ibu-ibu yg lain saya jd sangat siap menyambut hari itu tiba. Tiga hari lg saya resmi resign setelah hampir 8th bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Bukan pilihan yg mudah memang, setelah hampir 1th berpikir keras,menimbang-nimbang, bahkan berusaha keras menghilangkan ketakutan ttg kebosanan (seandainya memang mengalami),…saya mantap dan bangga memilih jd ibu rumah tangga 😉


February 23, 2013

Setuju mak, saya dah resign 2th yang lalu, alasannya karna aku dah punya 3 anak yg lbh butuh perhatianku apalagi waktu itu aku baru aja melahirkan anak ke-3, memang ternyata jadi IRT itu lebih sulit daripada kerja kantoran tapi aku menikmati aja mak.. Soal rezeki dah ada yg ngatur asal mau berusaha.. Penghasilanku skrg dari blog mak, so aku bisa deket sama anak2 dan dpt penghasilan pula, kalo ditanya brp penghasilanku… Gajiku dulu dikantor mah lewat maakk 🙂


April 11, 2013

Gw banget ini ! :D. Sudah 3 taonan resign! Sama, malah waktu rasanya kurang,krn slain ngurus rumah jg ngurus usaha bareng suami,and no assisten.kemana-mana nenteng anak2 .. 🙂


May 26, 2013

Memang paling enak itu jadi Ibu Rumah Tangga, wlpn saya belum jadi ibu.

Tapi keliatan loh anak-anak yang diasuh sama ibunya sendiri dan diasuh sama orang tua dari kecil. Saya adalah anak yang lebih banyak diasuh sama pembantu.Dan beberapa temen saya juga sama. Akhirnya kurang deket sama nyokap karena udah terbiasa sendiri.

Jadiii buat ibu-ibu pesan dari anak-anak lebih baik deh menjaga anak-anak, dan bekerja skrng bisa kok dari rumah. Kaya berbisnis online yang tanpa meninggal anak-anak. ^_^


June 17, 2013

Baru nemu web keren ini…happy bgt rasanya. Hidup emak-emak!!!!

Jadi ibu rumah tangga tu malah kompleks kerjana.. Ahli gizi, manager keuangan, psikolog, dlllllll ga ada abisnyaaaa


June 25, 2013
chika chiqule

He…he..he..qu juga memutuskan resign setelah 7 th kerja…smuaaa demiii 2 putri ku walaupun setelah resign 2 hari 2 malem berderai derai air mata inget suasana ruang kantor ….tapiiiii dua putriku prioritas NUMERO UNO …nomer siji


February 9, 2014

Manteb banget makkk…jd Ibu rumah tangga rasanya kerja 24 jam yang flexible kok…hehe…sy resign jg krn anak…apalagi anak cm satu masak mau jd anaknya pembantu…dr pagi sp ketemu pagi, rasanya kerjaan ada saja…dan sy jg tdk merasa bosen….selamat u seluruh ibu-ibu yang mencurahkan seluruh waktunya untuk keluarga,….


December 17, 2015
Ummu Abdillah

Bismillah.
Assalamualaikum wa rahmatulahi wa barakatuh.

Alhamdulilah, IRT/FTM/SAHM adalah pekerjaan yang mulia dan perintah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, insya Alloh saya akan bergabung menjadi IRT dalam beberapa minggu lagi :)) senangnya bisa menjalani cita-cita yang di idam-idamkan setelah 6 tahun bekerja…

Kalau di survey di sekitar kantor saya, dengan wanita yang memiliki kriteria rata2 sebagai berikut :
1. Kisaran usia 25-35 tahun.
2. Telah menikah / akan segera menikah dalam waktu dekat.
3. Sedang hamil / memiliki 1-3 anak.

Ternyata ??!! Jawaban mereka atas profesi IRT adalah sangat amat positif dan 95% menjawab ingin jadi IRT, namun yang mengejutkan adalah sekitar 80% menjawab belum mengajukan resign karena orang tua mereka khususnya IBU mereka merasa keberatan kalau anaknya tidak memiliki penghasilan sendiri lah…nanti harus minta2 ke suami lah…
Hemmmm…….bukankah memang seperti itu kodrat wanita, bu ?

Jadi………….ini adalah keadaan yang tidak mudah, karena harus memberikan pengertian yang tidak melukai perasaan Ibu, semoga kita semua yang memiliki niat menjadi IRT dimudahkan jalannya oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk menggapai keridhoan-Nya. Aamiin.


February 14, 2019
Lithaetr

Suka suka suka ☺☺☺… Menjadi ibu rumah tangga harus lebih produktif dan semakin kreatif dalam menyiasati waktu yang terasa kurang


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: