kacamata.jpgPenulis : mak Desni

Tulisan ini terinspirasi dari cerita Bunda Lita tentang kehilangan ikat rambut.

Saya jadi teringat baru-baru ini saya menghilangkan micro-SD kamera saya, saya juga menghilangkan kabel penghubung smartphone saya ke laptop. Suami saya berceramah panjang tentang tata cara menyimpan barang dengan baik. Saya sampai harus minta maaf berkali-kali sampai kadang kesal pada diri sendiri, bagaimana bisa saya menghilangkan benda-benda penting seperti itu.

Benda apa yang paling sering hilang? Saya paling sering menghilangkan kacamata. Entahlah rasanya kurang lengkap kalau sehari saja saya belum menghilangkannya hehe… Padahal dalam jarak tiga meter saya sudah tidak bisa melihat dengan jelas.

Saya juga sering sekali kehilangan ikat rambut. Duh walaupun tau sering-sering mengikat rambut tidak baik tapi rasanya risih saja kalau saya menggerai rambut padahal saya harus menyusui anak, memasak dan melakukan semua kegiatan domestik lainnya tanpa bantuan asisten.

Setelah sering sekali mengalami peristiwa kehilangan, saya mengoreksi diri saya. Apa yang salah? Ternyata saya luar biasa pelupa. Saya selalu lupa dimana saya meletakkan barang setelah saya memakainya. Misalnya saya seharian mencari kacamata di ruang tengah tapi tidak ketemu, ternyata saya menemukannya di dalam lemari pakaian. Setelah saya ingat-ingat lagi, saat mengganti baju saya melepaskan kacamata dan meletakkannya di dalam lemar I -__-“

Nah setelah sekian lama saya akhirnya menemukan solusi yaitu meletakkan barang yang sudah dipakai di satu tempat khusus, masing-masing benda punya tempat khusus, benda tersebut hanya boleh diletakkan disana tidak boleh di tempat lain. Misalnya kacamata setelah saya pakai saya akan meletakkannya di meja di samping tempat tidur dan tidak boleh di tempat lain. Mau mandi, saya letakkan kacamata di meja itu, mau tidur juga ditaro disitu. Jadi kalau saya butuh kacamata saya tinggal ke kamar, mendekati meja dan mengambil kacamata. Contoh lain saya meletakkan semua ikat rambut di kamar mandi, di kotak penyimpanan perlengkapan mandi, hanya disana dan hanya boleh disana.

Pada awalnya saya masih lupa tapi lambat laun saya mulai terbiasa, sampai saat ini saya masih harus terus membiasakan meletakkan benda-benda lain di tempat khususnya masing-masing. Kalau yang hilang handphone, lain lagi ceritanya. Tinggal kita call nanti juga berbunyi. Nah karena semua benda tidak bisa di-misscall seperti telepon genggam maka kita harus berusaha agar benda-benda penting tidak hilang. Semangat!