20130813_080118

credit

Anak-anak memang sepertinya punya energi yang tak ada habisnya. Setelah seharian beraktivitas, banyak diantaranya yang masih sanggup melek dan bermain sampai malam. Suatu hari seorang teman curhat. Tentang anak-anaknya yang susah sekali disuruh tidur, padahal malam semakin larut. Akibatnya, hampir setiap pagi mereka harus dipaksa supaya bangun, dan terburu-buru berangkat ke sekolah. Anak ngambek karena masih ngantuk, si ibu stress. Di sekolah, si anak juga lesu dan sulit mengalami kesulitan saat belajar.

Tidur, sangat penting bagi anak-anak. Sebagai orangtua, kita wajib memastikan anak-anak memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Selain untuk mengistirahatkan tubuh, tidur juga sangat penting untuk perkembangan daya pikir dan metabolisme tubuh mereka. Saat tidur, tubuh mengeluarkan 75 persen hormon pertumbuhan untuk menstimulus perkembangan otak. Di dalam tubuh juga terjadi proses pengolahan makanan menjadi energi yang dibutuhkan anak-anak. Proses metabolisme ini akan berpengaruh pada perkembangan fisik anak, diantaranya berat dan tinggi badan.

Tidur pada anak-anak, sebenarnya bisa dikondisikan, loh, Maks. Maksudnya? Maksudnya, kita sebagai orangtua, sebenarnya punya kendali penuh untuk mengatur jam tidur anak-anak, termasuk bayi. Tentunya butuh komitmen, dan mungkin sedikit โ€œpengorbanan waktuโ€ dari orangtua, supaya anak punya jadwal tidur yang teratur.
Berikut ini adalah cara yang biasa saya terapkan kepada anak-anak supaya mereka tidur sesuai jam yang sudah saya (dan suami) tetapkan.

  • Biasakan anak tidur atau istirahat siang, minimal selama setengah jam. Anak yang lebih besar mungkin sudah sulit disuruh tidur siang. Tapi sebaiknya tetap dibiasakan. Tidak perlu tidur. Cukup berbaring santai, doing nothing, di tempat tidur. Bisa sambil mendengarkan musik, mengobrol santai, atau kegiatan santai lainnya yang tidak perlu dilakukan sambil berpikir keras. Untuk anak yang lebih kecil, ajak mereka membersihkan diri terlebih dahulu supaya merasa nyaman. Kalau keringatan, sebaiknya ganti baju. Luangkan waktu untuk menemani mereka beristirahat. Persoalan khawatir ketiduran saat mengeloni si kecil, sebenarnya kembali lagi ke diri kita masing-masing, apakah kita mau melanjutkan aktivitas atau meneruskan tidur. Tapi bukankah akan lebih segar kalau kita juga beristirahat sejenak bersama mereka? Sebaiknya tidur atau istirahat siang ini juga jangan terlalu lama. Sulit tidur di waktu malam juga bisa diakibatkan tubuh masih terasa segar dan tidak mengantuk, karena sudah tidur lama di siang hari.
  • Buat kesepakatan dengan suami, jam berapa sebaiknya anak-anak mulai bersiap tidur. Kalau saya dan suami menetapkan, jam 8 malam adalah waktunya semua kegiatan mereka berhenti. Untuk sampai ke tahap dimana anak-anak terbiasa menyelesaikan semua urusan mereka sebelum jam 8 malam, memang sebuah proses panjang. Butuh komitmen dan kerjasama dengan suami, atau orang dewasa lainnya yang tinggal bersama-sama di rumah. Tidak menyalakan televisi sebelum anak-anak tidur, misalnya. Di jam yang sudah disepakati ini, orangtua harus bisa mengorbankan waktunya sebentar saja untuk menemani anak-anak. Terutama kalau punya pekerjaan yang belum selesai. Ciptakan suasana tidur di kamar. Anak-anak saya menyukai tidur dengan lampu yang tidak terlalu terang. Anak-anak yang lebih besar, tentunya sudah tidak minta dikeloni. Tapi kadang mereka juga minta ditemani, daaaan sudah abegeh begitu, masih senang didongengin atau dibacain buku cerita. Hehehe! Saat-saat menjelang tidur pun biasanya menjadi momen untuk mereka menceritakan kegiatan mereka sepanjang hari tadi. Saya dan suami sering memanfaatkan waktu-waktu itu untuk berdiskusi dan memberikan petuah #halah kepada mereka. Biasanya dalam waktu sejam, mereka semua sudah tidur. Setelah itu, barulah saya dan suami melanjutkan kegiatan kami masing-masing. Bekerja (lagi), menonton tv, atau ikutan tidur juga ๐Ÿ˜€

 

Waktu saya berbagi kiat-kiat di atas dengan teman saya tadi, dia beralasan itu hal yang sulit. โ€œAduh, susah deh, pasti saya ikut ketiduran. Padahal kerjaan saya, kan, banyak. Jadinya gak beres-beres.โ€

Well, Maks, kita memang bukan manusia sempurna. Ketiduran itu, wajar. Saya juga sering, koq, mengalaminya. Semuanya memang kembali kekomitmen masing-masing saja. Yang saya rasakan adalah, ketika anak-anak sudah terbiasa memiliki jadwal tidur yang teratur, ternyata dampak positifnya banyak, gak cuma untuk anak-anak. Tapi saya juga jadi lebih mudah mengelola waktu saya. Dan yang pasti, sangat jarang sekali saya mengalami pagi hari yang penuh drama karena anak-anak sulit dibangunkan atau terlambat masuk sekolah ๐Ÿ˜€

 

Sary Melati, @saryahd