Artikel dari mak Adelina

Hai Emak,

Adakah emak-emak disini yang sedang mengandung?

Sebelumnya, beberapa tahun terakhir ini saya sedikit mengalami lika liku laki-laki, eh salah, judul film itu mah ya, maksudnya lika liku kehidupan.

Dimulai dari tahun 2009 ketika ayah saya sempat berkali-kali kecelakaan motor, alhamdulillah sembuh tapi memang sepertinya harus rawat jalan dan harus kontrol terus mengingat dari kejadian itu ada masalah di kepala beliau. Meski begitu, ayah saya masih bisa mengikuti rutinitas sehari-hari, hanya saja tidak boleh terlalu letih.

Beberapa bulan setelah itu, ada kabar gembira ketika ayah saya yang sebagai PNS sebuah kementrian tiba-tiba mendapatkan tugas ke negara Malaysia selama 2 (dua) tahun. Setelah mengecek semua kesehatan, akhirnya saya dan ibu diminta menemani beliau bertugas disana.

Di penghujung tahun 2009 pun kami berangkat kesana. Satu tahun kami lewati dengan yahhh lumayan lah…. *berat hufff

Dan di penghujung tugas, kami tidak dapat menyelesaikannya dengan baik ketika di bulan November tahun 2011, sebelum sholat Jumat,  ayah saya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di kamar mandi . Betapa terguncangnya kami kerena itu terjadi di detik-detik kami ingin pulang ke tanah air. Kenapa malah ayah saya pulang ketempat yang lain?

Memang selama disana, ayah saya selalu kontrol dan checkup. Hasilnya, da masalah pada jantung akibat karena terlalu banyak merokok. Tetapi pada saat check up satu bulan sebelum beliau meninggal, semua dikatakan baik oleh dokter.

Tahun 2012 kami kembali ke tanah air dengan ayah saya yang sudah tak bernyawa. Saya kembali menjalani hari-hari yang serasa belum normal. Saya masih dirumah tanpa aktivitas berarti. Disaat itu, saya menemukan tambatan hati, hampir berbarengan dengan satu tahun ayah saya meninggal. Tanggal 5 november tahun 2012 saya menikah. Sebulan kemudian saya bekerja ditempat baru. Saya pun memasuki babak baru dalam hidup saya. Tiga bulan kemudian saya dinyatakan hamil. Alangkah bahagianya saya. Hidup saya seperti bersemangat kembali, menjalani kegiatan demi bayi dalam kandungan saya.

Check-up saya jalani sebulan sekali dan dokter selalu menyatakan semua normal. Bersyukur selalu saya menjalani ini. Tetapi ketika saya memasuki minggu ke 35-an detak jantung bayi saya sudah tidak ada. Beberapa hari sebelumnya saya mengalami buang-buang air (maaf, mencret) beberapa kali. Saya ke dokter untuk minta obat dan memeriksakan bayi saya. Masih normal semua. Tapi saya sudah merasa gerakan janin dalam perut saya agak berkurang dan mungkin saya juga lalai akibat ketidaktahuan saya.  Minggu-minggu itu saya pindah dokter, karena dokter yang biasanya sangat sulit ditemui dan memang tempat prakteknya jauh sekali dari rumah saya. Penyesalan memang selalu datang terlambat….

Akhirnya saya harus diinduksi. Hari itu, Selasa, 18 Desember 2013 siang, saya masuk rumah sakit untuk diinduksi. Orang-orang rumah sakit menyatakan saya harus banyak sabar karena proses induksi bisa sampai berhari-hari jika terjadi kematian seperti ini. Pukul 14.30 obat induksi pertama kali dimasukkan kedalam tubuh saya. Sore-sore sudah mules dikit-dikit. Malam lepas isya sudah agak-agak…. Pukul 21.30 obat induksi kedua dimasukkan. Suster bilang belum ada pembukaan sama sekali. Pukul 23.00-an malam saya merasakan sakit yang teramat dan kemudian dinyatakan dedek sudah siap mau keluar karena sudah pembukaan komplit….

Akhirnya pukul 00.04 si dedek keluar tanpa isak tangis. Ya Allah saya berharap sekali waktu itu ada keajaiban dan bisa mendengar tangis si dedek tapi ternyata tidak…. Sedih :((

Ternyata dedek mendengar apa yang dikatakan bapak, nenek dan tantenya agar jangan lama-lama keluarnya, kasian emaknya sakit. Hiks…. Waktu beberapa bulan dikandung sebelumnya, si dedek memang selalu nurut setiap perkataan orangtuanya. Hanya kurang beberapa minggu lagi, tapi kenapa si dedek enggak bisa bertahan. Begitu dilahirkan, dedek dalam keadaan terlilit tali pusatnya. Kenapa setiap USG beda-beda dokter pun enggak ada yang bisa melihat kalau si dedek terlilit?

Ya Allah memang ini sudah kehendakMu… dan akibat ketidaktahuan saya….

Saya pun mencari tahu. Suster-suster dan dokter mengatakan saya IUFD. Saya searching via om goggle apa itu IUFD.

Ternyata, IUFD itu Intra Uterine Fetal Death yang adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan yang besarnya lebih  dari 20 minggu atau bayi yang telah mencapai berat badan lebih besar dari 500 gram.

Berikut saya ambil data nya dari pak Mantri :

Adapun penyebab IUFD:
1. perdarahan antepartum seperti plasenta previa dan solusio plasenta
2. pre eklamsi dan eklamsi
3. penyakit kelainan darah
4. penyakit infeksi menular
5. penyakit saluran kencing
6. penyakit endokrin sperti DM dan hipertiroid
7. malnutrisi

Faktor predisposisi IUFD
1. factor ibu (High Risk Mothers)
a. status social ekonomi yang rendah
b. tingkat pendidikan ibu yang rendah
c. umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun
d. paritas pertama atau paritas kelima atau lebih
e. tinggi dan BB ibu tidak proporsional
f. kehamilan di luar perkawinan
g. kehamilan tanpa pengawasan antenatal
h. ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan
i. ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati
j. riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu

2. factor Bayi (High Risk Infants)
a. bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
b. bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation)
c. bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social

3. factor yang berhubungan dengan kehamilan
a. abrupsio plasenta
b. plasenta previa
c. pre eklamsi / eklamsi
d. polihidramnion
e. inkompatibilitas golongan darah
f. kehamilan lama
g. kehamilan ganda
h. infeksi
i. diabetes
j. genitourinaria

Diagnosis IUFD
1. Anamnesis
• Ibu tidak merasakan gerakan janin
• Perut tidak bertambah besar
2. Inspeksi
• Tidak tampak gerakan janin
3. palpasi
• TFU lebih rendah dari tuanya kehamilan
• Tidak teraba gerakan janin
• Krepitasi pada tulang kepala janin
4. Auskultasi
• DJJ (-)
5. reaksi kehamilan
• test kehamilan (-)
6. Rontgen foto abdomen
• Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah janin
• Tanda nojosk : angulasi yang tajam pada tulang belakang janin
• Tanda gernard : hiperekstensi kepala janin
• Tanda spalding : overlapping sutura
7. USG

Pencegahan

Sebenarnya faktor resiko dan komplikasi IUFD dapat dicegah apabila ibu hamil secara rutin memeriksakan kehamilanya pada dokter ataupun ke tempat pelayanan kesehatan lain, sehingga apabila ditemukan komplikasi kehamilan dapat ditangani sejak dini dan diharapkan dapat mencegah terjadinya IUFD.

Inilah yang seharusnya bisa saya cegah. Hiks… sekarang saya cuma pengin minta maaf sama si dedek dan berdoa dedek disana baik-baik saja, dan minta maaf juga semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa saya.

Sekarang, saya masih dalam keadaan nifas, masih beberapa mingguan dedek pergi, saya masih cuti melahirkan. Hiks… sedih, melahirkan tapi enggak ada dedeknya disisi saya…. Saya cuma berharap Allah akan memberi saya kemudahan di kemudian hari. Aamiin.

Emak-emak, demikianlah, saya harap kejadian yang saya alami ini, tidak akan terjadi kepada emak-emak lainnya.  Aamiin.