Reportase oleh mak Fenny Ferawaty

Ditengah gegap gempita menjelang pergelaran acara Srikandi Blogger 2014, emak-emak blogger yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya mengadakan kopdar mini. Meskipun kopdar mini, kopdar kali ini sangat istimewa karena dihadiri salah satu 10 besar Srikandi Blogger 2014 dan Makmin. Siapakah dia??? Lanjutin baca reportasenya yaaaa… #modus.

Awalnya Fenny bertemu dengan salah satu emak blogger  asal Yogyakarta yang sedang mengisi acara di Semarang. Sepanjang acara Fenny live tweet materi yang disampaikan dengan mention beliau. Berhubung di akhir acara beliau dikerubuti banyak penggemar, Fenny tidak bisa ngobrol lama. Beberapa hari kemudian, beliau merespon live tweet Fenny. Fenny pun mengajak beliau kopdar berbarengan dengan waktu kepulangan Fenny untuk mengikuti acara lain yang kebetulan berlokasi di Yogyakarta juga. Oh ya, Fenny sendiri asal Klaten,  kota kecil yang bersebelahan dengan kota Yogyakarta.

Senangnya ketika beliau mengiyakan dan bisa menyediakan waktu yang pas. Emak-emak blogger lainnya ternyata juga banyak yang mau ikut termasuk mak Gracie yang sejak awal juga sudah Fenny mention di twitter. Baru koordinasi saja sudah seru banget sampai Makmin @Emak2Blogger iri lhooo *banggaaaaaa 😀

Tepat pukul 14.00 WIB Fenny sampai di lokasi acara. Bertempat di Cafe Essen yang berada di lantai II toko Roti Essen, Gedong Kuning Yogyakarta itu aromanya sedap sekali *langsung lapar. Disana sudah ada mak Nunung Nurlaela, Farichatul Jannah, mak Ida dan mak Carra. Sudah bisa menembak khan sekarang siapa 10 besar Srikandi Blogger 2014 dan Makmin yang Fenny maksud?  *angkat-angkat alis mata 😀

Sembari menunggu yang lain obrolan santai pun bergulir bersamaan dengan berdatangannya makanan yang dipesan. Foto-foto makanan dulu *pamer :D. Tidak lama kemudian mak Arifah Wulansari dan  Raisa Aldila datang. Obrolan makin ramai dan topik yang dibahas juga beragam. Ketika mak Ida bercerita tentang artikel 17 halaman yang dikirimkan ke Makmin dan belum ditanggapi, emak-emak yang lain langsung heboh. Semuanya menembak bisa jadi makmin pingsan membaca artikel sepanjang itu, hihi.

Ternyata kisah yang ditulis dalam artikel tersebut tentang salah satu putra mbak Ida yang di bully oleh sesama teman sekolah sampai mogok sekolah berbulan-bulan dan akhirnya pindah sekolah. Awalnya mak Ida tidak mengira bahwa anaknya akan menjadi korban bullying. Kondisi yang kerap sakit-sakitan sebelumnya di duga karena faktor tempat tinggal yang sedang dalam renovasi. Putranya pun tidak menceritakan masalah tersebut, hanya berujur minta pindah sekolah. Mak Ida baru mengetahui semuanya ketika putranya yang sekiranya sudah mau berangkat sekolah namun ternyata tidak sampai di lokasi sekolah. Seorang guru menemui mak Ida untuk mencari tahu mengapa anak didiknya tidak mengikuti ujian kenaikan kelas di hari pertama tanpa iji. Baru lah mak Ida mendapatkan informasi yang sesungguhnya. Emak-emak yang lain menyimak dengan seksama karena masing-masing pun memiliki anak. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi emak-emak agar lebih peka terhadap anak *ngelap sudut mata.

Setelah mak Ida bercerita tentang kasus bullying itu, beberapa kisah yang sama pun bermunculan. Tidak hanya pada anak tetapi juga di salah satu komunitas yang cukup “tegas” terhadap anak baru *no mention*. Faktor superioritas dan senioritas rupanya menjadi penyulut utama kasus bullying dan kepekaan diperlukan untuk mengatasinya.

Dari obrolan santai, mbak Ida pun membuka acara yang lebih serius *duduk manis. Makmin dipersilakan untuk menyampaikan sepatah 500 kata. Ngomong-ngomong tentang 500 kata yang berkaitan dengan deskripsi saat pendaftaran Srikandi Blogger 2014 itu membuat mak Ida mati gaya dan merasa deskripsinya jelek sekali. Maklum beliau lebih enjoy dengan penjelasan yang beribu-ribu kata, seperti cerita diatas bahwa beliau bisa nulis artikel sampai belasan lembar. Hmmm…meskipun demikian ternyata tetap bisa membuat mak Ida terpilih menjadi 10 besar finalis Srikandi Bloggger *tepuk tangan.

Gracie baru datang setelah “acara resmi” di buka. Dengan ekspresinya yang lucu, emaknya Ubii sempat di”bully” :D. Walhasil emak satu ini sempat bengong seperti tidak terkoneksi. Beruntung mak Ida segera menolong dan menjelaskan tentang topik yang sedang dibahas. Mak Gracie pun jadi lebih “ngeh” apalagi setelah disodori suvenir Hello Kitty dari mak Ida untuk Ubii *mupeng.com.

Makmin pun menyampaikan bahwa kemarin sempat di”semprit” makmin yang lain berkaitan dengan info kopdar  yang diindokan melalui Facebook Group Kumpulan Emak-Emak Blogger. Seharusnya sebelum posting info, hal tersebut dikoordinasikan dengan makmin terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan data emak blogger untuk kegiatan yang tidak semestinya. Semuanya memahami dan berharap kopdar selanjutnya bisa lebih terarah dan lebih baik.

Sempat menjadi gurauan kalau saja Fenny tidak hadir bakalan di bully lewat media sosial kalau tidak hadir *nyengir lebar. Berhubung emak-emak yang lain sudah menyediakan waktu untuk  menyambut dan bertemu dengan Fenny yang sedang “mudik” ini maka Fenny pun membagikan oleh-oleh ke masing-masing. Semoga oleh-olehnya bermanfaat ya emak-emak.

Senangnya lagi akhirnya mak Ida yang keluarin kocek untuk bayarin makanan selama kopdar *peluuk. Sebelum pulang, tidak afdol jika tidak foto-foto terlebih dulu. Mak Ida pun meminta tolong salah satu putrinya yang diajak untuk jadi fotografer dadakan. Dan ini lah hasilnya…

kopdar mini emak blogger februari 2014

Sampai jumpa di kopdar selanjutnya…*kabuuur mau ketemu Chef Arnold berkat KEB ;).