Judul : Emmy And The Incredible Shrinking Rat

Penulis : Lynne Jonell

Penerbit : Atria

Tahun : 2010

Halaman : 341

ISBN : 978-979-1411-96-7

Emmy And The Incredible Shrinking Rat

Emily adalah seorang gadi skecil yang berprofesi sebagai pelajar, ia berusaha keras untuk bersikap baik dengan berinisiatif dalam mengerjakan PR, menyantap semua makanan bahkan yang berlendir, patuh pada pengasuhnya yang bernama Miss Barmy.

Ia mencoba untuk mencari perhatian dan menyenangkan orangtuanya dengan mengikuti perkataan V yang berjanji yang disertai dengan perkataan mungkin dengan Emmy yang harusnnya untuk terus tetap tabah, berprestasi lebih baik di sekolah dengan nilai A+, berprestasi pada les baletnya, menghindari makan gula-gula, mengikuti les bahasa Prancis setelah les balet pada hari yang telah ditentukan oleh pengasuhnya, mengikuti les keramik, les dansa tap, latihan dalam teater kecil, tenis, menenun keranjang untuk mengisi waktunya dan menyibukkan Emmy selepas sekolah.

Hal ini dikarenakan Emmy memiliki goal dalam hidupnya yakni bisa bersama dengan orangtuanya sekalipun hanya sesaat.

Goal hidup ini ada beberapa hal yang menghalangi. Halangan yang pertama adalah orangtua Emmy yang terus melakukan perjalanan, liburan dari satu tempat ke tempat yang lain dan nyaris tidak pernah pulang, atau merindukannya samasekali.

Halangan kedua karena adanya bantahan dari pengasuhnya Miss Barmy atas prestasi yang sudah diakui dan dilakukan oleh Emmy yang telah mendapatkan poin A pada nilai sekolah, mendapat satu rak beberapa lempang juara dan piala penghargaan dari hasil les baletnya.

Halangan ketiga bahwa Emmy memiliki  sedikit masalah dengan pecahan.

Halangan keempat, Emmy yang merasa ragu karena sudah mendengar kalimat-kalimat bantahan dengan suara rendah saat gurunya tidak mendengarkannya dengan membantahnya hana sedang melakukan sesuatu yakni membayangkannya dari si tikus yang ada di kelasnya.

Halangan kelima karena Emmy yang merasa berbeda setelah pindah ke sekolahnya yang baru dan diwarisi seluruh uang serta pindah menyeberangi kota untuk tinggal di rumah kakek canggah William yang megah di tepi Danau Grayson.

Halangan keenam, Emmy benci bila harus mengunjungi psikolognya yang bernama Dr.Leander karena harus mengarang sesuatu yang bisa dituliskan dalam catatan biru sang dokter yang harus dihadapinya selama satu jam setiap minggu dengan posisi duduk, sambil bertanya mengapa dia harus melakukannya lagi?

Halangan ketujuh adalah pengasuhnya yang menggunakan psikolognya untuk menjadi senjata untuk menghukumnya dengan memberikan judgement jelek mengenainya dengan disertai alasan “Jelas ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin penyimpanan cadangan sel vitamin atau betahidrasi otak. Kau bahkan bisa mengalamai sensitivitas epidermi kulis” dan alasan lainnya yang menimbulkan konflik h bilamembantahnya.

Halangan kedelapan yakni dijauhi oleh teman sekalasnya, diabaikan saat berusaha bergabung dalam suatu permainan, diabaikan saat berbicara kepada orang-orang yang berjalan melewatinya begitu saja, terkadang diacuhkan oleh gurunya walau sering ditanggapi seperti biasa sekalipun kadang tidak dipandang saat diajak berbicara dan mengajak Emmy berbicara, mengonsumsi obat yang terus diberikan oleh pengasuhnya, padahal Emmy merasa tidak pernah sakit, tidak memiliki masalah mental, bukan orang yang gila, namun kenapa pengasuhnya terus membuat janji dengan sang psikolog?

Halangan kesembilan, adanya larangan pengasuhnya untuk mengonsumsi gula-gula, bahkan membuat Emmy nyaris menangis pada ulang tahun ke sepuluhnya saat semua orang lain diberi seiris besar kue coklat lima lapis yang nikmat dan dia hanya mendapatkan sebongkah tahu.

Halangan kesebelas, took Tikus Antik yang selalu dikunci; saat berbicara apaadanya dengan pemuda yang bernama Brian yang kebetulan bekerja di Toko Tikus Antik, sempat disangka Emmy ingin melakukan perampokan kelas tinggi karena harga dari tikus-tikusnya yang dijual dan disewakan dengan harga yang terlalu mahal karena keunikannya yang bermacam-macam, bahkan para tikus bisa bermain sepak bola untuk melakukan poin b dalammeraih goal Emmy.

Halangan keduabelas, MrsBrecksniff yang merupakan saudara sepupu dari Miss Barmy dan dipercayakan untuk menjadi pengurus rumah yang turut mengamatinya serta menghalau keluhannya Emmy atas les yang hanya membuang banyak uang, namun keluhannya di rahasiakan kepada sepupunya karena akibat ke depannya yang nantinya akan mengakibatkan Emmy untuk mengikuti sesuatu yang lain pada waktu malam juga; mainan-mainan yang tidakpernah diminta Emmy terus saja berdatangan dari setiap tempat yang orangtuanya kunjungi tanpa dirinya.

Halangan ketiga belas, kucing pengasuhnya hamper membunuh Emmy karena tubuhnya yang mengecil seukuran tikus dan tidak mengenalinya.

Halangan keempat belas, paraTikus yang kesal kepada Profesor Capybara karena telah memaksa mereka dengan mengikat, mengurung, dan menancapkan jarum-jarum untuk menciptakan tikus-tikus ajaib.

Halangan kelimabelas, Capybara yang dibuat seukuran tikus.

Halangan keenambelas, biskuit yang selalu di kasih pengasuhnya kepada orang tuanya dibuat di toko kuno tikus antik dengan tetesan Lemming dan air seni anjing padang rumput dan hal lain yang mengandung virus Snoozer untuk membuat William Addison mewariskan semua hartanya pada Miss Barmy.

Halangan  ketujuhbelas, tikus yang ragu karena belum cukup terlatih, sehingga merasa suara tenornya masih sumbang.

Namun, halangan-halangan ini tidak membuat Emmy menyerah dan ia memiliki cara mengatasinya dengan membawa Joe si tikus ke rumahnya dan kemanapun Emmy pergi; meminta bantuan pemuda yang dipekerjakan di Toko Tikus Antik, toko yang merupakan saudara dari Miss Barmy dan suaminya yang bernama Mr.Vole untuk membukakan kuncinya dan menyelinap ke dalam, serta membantunya dalam banyak hal dengan merahasiakan semuanya darimereka; mencari tahu bersama si tikusy ang bernama Joe, setelah mendengarkan banyak kisah dan mendapatkan informasi darinya; melawan pengasuhnya dengan membolos dan melakukan segala cara, termasuk e; kabur dari rumah; mencari penemu yang telah menciptakan tikus ajaib yang mengetahui penyebab perilaku aneh pada orang tuanya Emmy.

Didalam buku ini, ada cerita kebangkitannya pada saat: Emmy menyelamatkan tikus dengan melepaskan mereka dari kandang, kurungan di toko tikus antik; adanya pelayan baru yang bernama Maggie selalu tersenyum dan membantunya dalam cara berusaha pada poin d dengan membuatkan makanan kesukaan Emmy, salah satunya adalah sosis murni yang biasanya disediakan oleh Miss Barmy berupa sosis tahu; menemukan Profesor Capybara untuk menetralkan konflik, membuat terowongan sebagai jalan potong, Emmy menyemangati tikus; warna wajah Addison, termasuk Emmy yang sudah kembali ke normal saat pengasuhnya menggunakan ramuan yang sama.

Selain itu, buku ini juga ada adegan dramatis loh dimana biskuit diganti ramuannya dengan mengendap-endap ke dalam toko tikus antik dan mengganti cetakan tikus antik dengan cetakan kaki chinchilla yang disajikan bersama kopi yang diberikan ramuan esens hamster kepada orangtuanya Emmy.

Buku ini memiliki akhir cerita dimana keluarga Addison yang masih berwajah berwarna jingga saat pergi ke gereja bersama-sama dengan membawa makan siang dan piknik di tepi danau. Aih bahagianya.

Buku ini cocok dibaca oleh semua orang, khususnya perempuan karena banyak hikmah dari perjuangan dari si Emmy yang berusaha untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Peresensi: mak Tyaseta Sardjono