Mau tahu cara membuat tulisan kita jadi harta karun? Pada Arisan Ilmu KEB yang ke tiga di kota Bandung #K3BSauyunan dengan nara sumber Mak Alaika Abdullah memberikan bocorannya, lho! Things to do with your articles. Yuk kita cari tau lagi gimana sih caranya?

Tips Membuat Tulisan Jadi Harta Karun

Photo by Mira Sahid

Untuk kita para Emaks yang ngakunya penulis atau blogger, artikel atau tulisan kita itu bisa diibaratkan sebagai aset yang tiada harganya, bukan? Tahukah para emak kalau artikel yang sudah susah-susah kita buat itu bisa lebih bernilai dan bisa memberikan profit tersendiri?

Tulisan kita baru terasa berarti jika sudah dibaca orang. Salah satu cara supaya tulisan kita dibaca orang lain ialah dengan mempublishnya melalui blog. Bisa diartikan kalau artikel kita itu baru bernyawa kalau sudah masuk ke blog yang bisa diakses pembaca.

Dengan mempublishnya ke dalam blog, bisa dibilang kita juga sudah mengamankan tulisan. Maksudnya, tulisan kita sudah kita simpan dan aman berada di sana, kapan saja bisa kita lihat dan baca. Tidak memerlukan tempat layaknya buku cetak, sebanyak apapun tulisan kita yang dipublish itu.

Tapi para Emak, tahukah jika tanpa kita kehendaki sebenarnya tulisan dalam blog itu bisa saja hilang dan kita kesulitan untuk mengembalikannya lagi? Masa sih? Ya, contohnya jika blog Emak kena hack. Bukankah kita akan kesulitan masuk meskipun bisa dibilang kita adalah pemilik sah blog serta tulisan-tulisan di dalamnya?

Kejadian seperti itu, blog kena hack dan artikel sulit (bahkan hilang) tidak bisa kita kembalikan pernah dialami oleh Mak Alaika Abdullah. Bisa dibayangkan bagaimana resah serta galaunya Emak kita ini (hihi, maaf ya Mak Alaika kalau sudah saya sebut galau…) Ya, betapa tidak, jika artikel yang bisa diibaratkan sebagai harta terpenting bagi seorang blogger (penulis) itu tiba-tiba lenyap begitu saja.

Nah, untuk mengantisipasi kejadian seperti itu, apa yang harus para Emak lakukan?

Tips Membuat Tulisan Jadi Harta Karun

Narasumber: Srikandi Blogger 2013, mak Alaika Abdullah. Photo by mak Mira Sahid

Mak Alaika selaku nara sumber pada acara Arisan Ilmu #K3BSauyunan membagikan hal yang bisa dilakukan supaya artikel serta blog para emak aman… Jadi sebaiknya diapain sih artikel-artikel kita itu? Apa yang harus dilakukan dengan tulisan kita?

Pertama, kata Mak Alaika “Back up your articles.”

Ngeback up artikel itu gampang, lho! Untuk Emak yang mempunyai blog di Blogspot, cara ngeback up nya log in dulu ke dashboard, kemudian cari setting lalu klik order. Tahap selanjutnya cari  “Blog Tools” dan pilih export blog. Nah terjadilah proses download tulisan-tulisan kita yang sudah dipublish di blog. Setelah selesai save dan beri nama supaya mudah nanti nyarinya lagi.

Untuk para Emak yang blognya di WordPress, langkah pertamanya sama log in dulu ke dashboard, terus cari “Tools” dan tinggal pilih “export”. Mudah bukan?

Point kedua, yang bisa kita lakukan dengan artikel kita supaya bisa menjadi harta karun alias peninggalan sejarah bagi seorang blogger (penulis) yang berharga, adalah dengan memback upnya menggunakan word processor.Kenali word document template option dan manfaatkan untuk mempercantik tulisan kita.

Keuntungan menggunakan template word artistik ini

  1. Sebagai back up postingan blog/artikel (soft copy) yang siap sedia bila diperlukan
  2. Jadi koleksi pribadi dalam bentuk kliping (hard copy)
  3. Sebagai elektronik newsletter yang bisa disahre dan dibaca secara offline
  4. Sebagai e-newsletter yang bisa diprint out jadi bisa dibagikan kepada orang lain.

Yang ketiga, artikel atau tulisan kita juga bisa dibuat ebook.

Cara membuet ebook bisa menggunakan publisher milik microsoft word, bisa juga menggunakan word processor, bisa juga menggunakan indesign dari adopefamily. Untuk lebih detailnya, bahasan ini perlu pertemuan lain yang khusus ya.

Yang pasti buat ebook itu mudah kok, Mak. Langkahnya tinggal menyiapkan naskah, pilih software yang mau dipakai (misalnya indesign, dll), lay out naskah, lalu membuat cover ebook (biar lebih mudah pakai software online seperti myecovermaker.com) dan yang terakhir mengedit dan memeriksa tata letak. Udah dech tinggal jadikan PDF alias klik ok jadikan ebook.

Cara keempat yang bisa kita lakukan terhadap tulisan-tulisan kita supaya lebih bernilai (dan mendatangkan pemasukan) adalah mengirimkan tulisan kita ke media cetak (majalah, tabloit, buletin dll). Jika dimuat, selain kita punya kebanggaan, pastinya kita juga bakal punya fee sebagai honor, bukan?

Kelima tulisan-tulisan kita itu bisa diterbitkan jadi buku. Bisa pakai penerbit mayor, penerbit indie, atau dibuat ebook sebagai buku digital.

Jadi Emak-emak sekalian, jelas bukan kalau tulisan yang sudah kita buat itu jika kita “berdayakan” lagi ternyata bisa menghasilkan manfaat lebih. Selain tulisan kita akan aman, kita juga bisa “mendaur-ulangnya” menjadi lebih bernilai dan menghasilkan (baca: bisa mendatangkan uang). Ayo, siapa yang tidak mau dong ya?

Arisan Ilmu #K3BSauyunan sekaligus peringatan ulang tahun ketiga KEB di Bandung ini ternyata benar-benar membawa ilmu buat kita ya, Mak. Jadi jangan sampai ketinggalan ikuti Arisan Ilmu KEB berikutnya. Sampai jumpa di Arisan Ilmu selanjutnya. 🙂 (ol)

Reportase mak Okti Li