Inikah yang Disebut Becanda?

By admin on June 13, 2015

Malam-malam begini masih sibuk di kantor? Udah jangan terlalu capek bekerja. Mendingan capeknya dihabiskan di…..

Ketika seorang istri menulis SMS seperti itu kepada suaminya, mungkin akan terkesan romantis. Kata-kata akhir yang hanya berupa titik-titik bikin kita menebak-nebak maksudnya apa, nih? *mungkin sambil senyum-senyum juga nebaknya :)*

Tapi, bagaimana kalau SMS tersebut datang dari seorang perempuan ditujukan untuk laki-laki beristri? Dan, yang saat itu membaca adalah istrinya? Kira-kira apa yang terbayang di benak istrinya? Santai, marah, kecewa, curiga, atau malah jangan-jangan tertawa?

Ini bukan tentang pengalaman pribadi atau curhatan saya. Tapi, ini adalah kisah yang saya dengar di salah satu radio favorit saya. Sebetulnya antara suka dan gak suka saya mendengar program radio ini setiap malam. Saya sukanya karena selalu memutar lagu-lagu cinta yang slow setiap malam. Gak sukanya karena kalau malam programnya adalah curhatan tentang cinta. Dan, kebanyakan isinya tentang perselingkuhan. Dan, saya ini orangnya suka gampang terpengaruh. Suka kebawa emosi sendiri padahal bukan problem saya hihihi.

Semalam, ada seorang perempuan yang curhat tentang kisah cintanya. Dia cerita kalau gak suka suaminya 1 tim kerja dengan seorang perempuan yang kelihatan suka menggoda suaminya. Beberapa kali dia menemukan sms seperti itu dari perempuan tersebut untuk suaminya. SMS yang menurut si istri rada-rada menggoda.

Sebagai seorang istri, dia merasa sangat cemburu. *Dan saya pun ikutan emosi hihihi* Menurutnya, gak pantas seorang perempuan mengirim sms seperti itu ke laki-laki yang bukan pasangannya. Kecuali kalau di antara mereka memang ada apa-apanya. Si istri ingin suaminya ganti partner kerja aja. Tapi, suaminya berdalih kalau perempuan ini luas sekali networkingnya. Si suami memanfaatkan si perempuan tersebut supaya networkingnya semakin luas. Jadi, murni karena alasan kerja.

Si penyiar *yang juga seorang laki-laki* berpendapat bisa jadi yang dilakukan pasangan kerja itu cuma becanda. Karena menurutnya, seringkali kalau sebuah tim kerja sudah sangat erat dan kompak hubungannya, becandaan suka rada kelewatan. Kadang rada menjurus ke arah lain. Tapi, sebetulnya murni cuma becanda dalam ucapan. Gak ada tindakan yang lebih dari itu. Cuma sekedar untuk bikin santai suasana.

Mendengar penjelasan penyiar radio tersebut, saya langsung mikir, inikah yang disebut becanda? Saya coba diam sejenak, trus mikir lagi. Seandainya, saya berada di posisi sang istri, rasanya saya sulit juga menganggap kalau itu sebuah becandaan. Saya juga pasti akan menanggapi dengan serius. Iya, tentu saja akan sangat menyenangkan kalau punya tim kerja yang enak diajak kerja sama dan akrab. Tapi, apa saking akrabnya harus becanda seperti itu, ya? Saya rasa masih ada bentuk candaan lain tanpa harus menjurus atau memancing kita untuk berprasangka.

Menurut saya, becanda memang harus hati-hati. Apalagi kalau sampe menyakiti orang lain. Jangan sampe niat kita becanda dengan rekan kerja supaya suasana enak, tapi efeknya malah bikin rumah tangga runyam. Ribet, kan, urusannya kalau udah kayak gitu? Saya bahkan meminta suami untuk jangan pernah meladeni perempuan lain yang curhat kepadanya. Kalau pun pernah ada, serahkan ke saya untuk bantu menyelesaikan.

Dan, saya termasuk istri yang galak kalau untuk hal seperti ini *sungkem sama suami hehehe*.

Comments (6)

June 13, 2015

Duh, jadi parno mau LDR-an mak…
Semoga suami saya bercandanya ga kelewaatan baik sama partner cewek maupun cowok. Aamiin


June 13, 2015

Iya mak, becanda apalagi dgn org yang sudah memiliki pasangan emng harus dijaga. kadang yg kita g maksud sering jd fitnah. Jadi, drpd kejadian yg enggak2 mending jaga sikap.

Salam kenal makk


June 14, 2015

Saya setuju sama Mak Chi.

Tapi bahwa di lingkungan kerja ada yang becandaannya kelewatan itu realitas juga. Jadi ingat, dulu di tempat kerja ayah saya, para perempuan rekan kerjanya juga becandaannya begitu. Untung dulu belum ada HP. Malah becandanya ke saya kayak wajar. Pernah suatu ketika rumah kami kecurian. Akhirnya banyak yang tahu termasuk rekan2 ayah saya. Ayah saya mengatakan kepada orang2, ada do’a yang biasanya dibacanya sebelunm tidur, kali itu terlupa. Kepada saya, salah seorang dari mereka berkata, “Bapakmu lupa baca do’a karena ingat-ingat saya itu, Niar.”

Kebangetan, kan… saya saja pengen nimpuk waktu itu, apalagi kalo ibu saya dengar hahaha. Tapi ya sudah, akhirnya terpaksa diterima saja realitasnya.


July 2, 2015

Kebetulan mayoritas kolega suami adalah perempuan, saya pribadi anggap SMS seperti itu tersirat suatu maksud. Kalau pun tim kompak kalau antara lelaki dan perempuan mau berhubungan hanya masalah kerjaan saja bukan bentuk perhatian.


August 10, 2015
Yuli

Yang namanya istri, mau dibilang bercanda atau apa juga masih tetep aja cemburu. Menurutku, ada kalanya sebagai istri kita perlu show off ke rekan suami. Tiba2 dateng ke tempat kerjanya, hanya untuk menunjukkan ‘ini lo istrinya’ alasan membawakan kue atau apa. Berusaha datang jika ada acara gathering, dll yang penting unjuk diri. Sedapat mungkin berusaha mengenal rekan suami (cukup kenal saja, tidak perlu berakrab ria). Suamiku berusaha mengenalkan aku ke teman-temannya, terutama kolega2 wanitanya. Demikian juga sebaliknya, aku mengenalkan suami ke rekan2 sekantorku.
Selain itu makk, sebenarnya orang berani bercanda sama kita itu karena kita memberi kesempatan pada ybs untuk becandain kita. Tanpa sadar, kita biarkan mereka melunjak. kalo kita teges, pasti mereka ga berani macem2. Suaminya juga perlu dibilangin tuh…


December 4, 2016
Nanha

Kl suami menganggap cemburu kita lebay trs gmn dong…. Suami blg ga ada perasaan apa2 dan sdh tau batas2nya. Tp kl si cew nya trs godain apa yg hrs dilakukan


    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: