Halo, Mak! Adakah di sini emak-emak yang berdomisili di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan atau daerah lain yang terkena dampak kabut asap hasil pembakaran lahan?

Permasalahan kabut asap yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia ini, pada umumnya adalah permasalahan tahunan yang belum menemukan titik penyelesaian. Setiap tahun, terutama di musim kemarau, kabut asap ini kembali muncul. Terkadang munculnya tipis dan tidak terlalu mengganggu. Tapi jika mencapai puncak musim kemarau, kabut asap itu bisa muncul dengan sangat pekat sehingga dapat mengganggu aktivitas warga di daerah-daerah yang terpapar kabut asap tersebut.

Kabut asap ini dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Ada dua jenis partikel yang terkandung di dalam kabut asap, yaitu partikel yang berukuran 2,5-10 mikron dan partikel yang berukuran < 2,5 mikron. Partikel yang berukuran sangat kecil tersebut jika terhirup oleh manusia akan beresiko memunculkan berbagai penyakit, mulai dari ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) hingga kanker paru-paru. Selain itu, partikel-partikel tersebut juga bisa menyebabkan iritasi pada mata dan berbahaya bagi perkembangan janin pada ibu yang sedang mengandung.

Sambil menunggu dan terus memberikan dukungan serta doa kepada pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan asap ini, ada baiknya kita senantiasa menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Berikut ini beberapa tips untuk meminimalisir dampak kabut asap yang bisa emak-emak terapkan di rumah atau saat beraktivitas di luar rumah.

  1. Kurangi frekuensi beraktivitas di luar rumah atau gedung.
  2. Gunakan masker jika keluar rumah. Masker yang disarankan untuk digunakan dalam kondisi kabut asap ini adalah masker N-95 dan masker dengan HEPA filter.
  3. Hindari penggunaan lensa kontak dan gunakan kacamata pelindung jika akan berpergian dengan menggunakan sepeda motor agar menghindari terjadinya iritasi pada mata.
  4. Gunakan air purifier agar udara di dalam rumah tidak ikut tercemar.
  5. Tutup semua celah di pintu dan jendela dengan selotip untuk menghindari partikel asap masuk ke dalam rumah.
  6. Bagi yang memiliki AC, gunakan AC untuk menetralisir udara di dalam ruangan atau gunakan handuk basah di depan ventilasi udara atau di depan jendela.
  7. Perbanyak minum air putih dan makan buah-buahan.

Semoga beberapa tips di atas dapat membantu meminimalisir dampak kabut asap yang terjadi. Stay safe, Mak!