Tagline “Semua Anak, Anak Kita” dipilih Festival Kabupaten/Kota Layak Anak 2015. Event yang dilaksanakan di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno tanggal 7-8 November kemarin ini, memang merupakan salah satu langkah konkrit untuk percepatan pembangunan menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA), dan lebih luas lagi, mendukung gerakan dunia untuk menciptakan World Fit for Children.

11057306_1237754229584745_8827541769495013436_o

Dalam opening speech-nya, Ibu Menteri PP dan PA, Yohana Yembise berkata, “Aksi KLA harus terus digulirkan sampai dapat dilaksanakan oleh semua kabupaten/kota di seluruh tanah air, berbagai upaya dan inovasi terus dilakukan agar proses percepatan informasi dapat terjadi sehingga perluasan jangkauan kabupaten/kota yang menerapkan prinsip-prinsip KLA semakin banyak”.

Jpeg

Kementerian PP dan PA kali ini bekerja sama dengan Sarihusada dalam penyelenggaraan KLA 2015. Bapak Olivier Pierredon mengatakan, bahwa sebagai anggota dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) senantiasa mendukung berbagai upaya dan inisiatif Pemerintah yang berpihak kepada anak, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan produktif. Beliau juga berharap, festival ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang layak bagi optimalisasi tumbuh-kembang anak dapat diimplementasikan secara menyeluruh, memberikan hasil, dan berkelanjutan.

Jpeg

Apa sajakah hak anak itu? Di antaranya sebagai berikut:

  • Hak terhadap sipil dan kebebasan (bisa diejawantahkan dengan kepemilikan akte kelahiran bagi setiap anak),
  • Hak terhadap lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif
  • Hak terhadap kesehatan dasar dan kesejahteraan
  • Hak terhadap pendidikan, pemanfaat waktu luang dan kegiatan budaya
  • Hak atas perlindungan khusus

Ada apa saja di Festival Kabupaten/Kota Layak Anak? Banyak!

Ada banyak booth tempat pengunjung bisa mencari tahu lebih detail tentang hak anak seperti disebutkan di atas. Ada Food Bazaar dengan berbagai pilihan makanan menarik. Ada Stage besar tempat talk show dengan para nara sumber tentang parenting dan semua hal yang berkaitan dengannya. Dan tentu saja banyak permainan edukatif untuk anak-anak. Bahkan di pagi hari sebelum semua aktifitas dimulai, ada pelatihan yoga sehat!

Tidak hanya itu, semua pengunjung bisa mencoba face painting, ikut menyimak dongeng yang disampaikan Komunitas Ayo Dongeng (@ayodongeng_ind), hingga bisa mencoba menanam pohon sendiri di pot. Dan tentu saja. banyak hadiah dan doorprize di setiap booth :).

Sebagai sebuah komunitas yang sebagian besar terdiri dari emak-emak yang tentu saja sangat concern terhadap tumbuh kembang anak, KEB dengan senang hati berkontribusi dan menjadi bagian dari Festival Kabupaten/Kota Layak ini.

MakMin Tanti Amelia yang jagi menggambar, memberikan materi menggambar di booth pendidikan dua hari berturut-turut. Sedangkan Makte Sary Melati dan Maketu Sumarti Saelan berbagi tentang peranan gadget (beserta socmed) bagi tumbuh kembang anak di panggung utama pada hari kedua.

Meski di hari pertama kegiatan sempat terhenti dikarenakan hujan deras yang mengguyur Jakarta, animo pengunjung di hari kedua tidak berkurang. Minggu pagi itu Plaza Tenggara GBK meriah. Bincang bersama Ibu Anne, seorang ahli neurosains, sharing dari Internet Sehat, dan Performance dari Tenuto string Ensamble berlangsung di panggung utama. Di Food Bazaar, keriuhan berlangsung karena demo masak dari Komunitas Langsung Enak yang memperagakan membuat Jelly Art, bahkan anak-anak pun bisa ikut mencoba lho.

Mudah-mudahan saja, Festival Kabupaten/Kota Layak Anak 2015 ini benar-benar bisa menjadi salah satu upaya menciptakan lingkungan di sekitar kita benar-benar menjadi lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak ya, Mak. Sehingga anak-anak kita sekarang, mampu menjadi generasi penerus yang sehat, bahagia, dan tangguh untuk Indonesia di masa depan. Aamiin.