Seperti yang sudah dijelaskan di postingan PINTAR: Yuk Ajak Desa Labansari beberapa waktu lalu, KEB menerima undangan untuk juga ikut berbagi di Desa Labansari.

Maka hari Selasa, tanggal 23 Februari 2016 itu, MakPon Mira Sahid dijemput di Bekasi pukul 9 pagi, sementara MakMin Rinrin Indrianie berangkat dari Karawang untuk bertemu di meeting point dengan adik-adik President University. Desa Labansari ini terletak di Cikarang Timur, Bekasi. Tapi lumayan jauuuuuh, Mak. Daerahnya masih banyak berupa sawah atau kebun, menyenangkan lho, Mak, serasa berpetualang ke kampung halaman hehehe.

Kurang lebih pukul 11, kami sampai di Dusun Rengas Sepuluh. Bapak dan Ibu (beserta anak-anaknya) sudah berkumpul di pekarangan salah satu rumah penduduk. Materi hari itu adalah mengenalkan pada penduduk bagaimana manfaat internet bagi kehidupan kita. Harapannya, dengan internet ini mereka bisa mengenal sosial media bahkan eCommerce yang akan membantu penghidupan sehari-hari mereka. Output real-nya adalah masing-masing peserta setidaknya sudah memiliki akun surel.

851335278_107562

MakPon Mira Sahid, mencoba memotivasi para peserta, yang memang lebih banyak terdiri dari ibu-ibu, tentang pentingnya internet, dengan contoh-contoh paling sederhana. Misalnya saja, mencari resep masakan, atau bagaimana pertolongan pertama saat anak sakit sebelum pergi ke puskesmas atau dokter.

MakPon juga mengingatkan, bahwa seperti pisau, internet pun bermata dua, selain bermanfaat bisa juga merusak jika disalahgunakan. Sehingga sebagai orang tua dan pendidik bagi anak-anak kita sendiri, harus diperhatikan penggunaan internet ini, jangan sampai justru menjadi pemicu masalah.

Sementara MakMin Rinrin Indrianie menambahkan, bahwa zaman akan terus maju, sehingga mau tidak mau, kita yang berada di dalamnya, harus terus meng-upgrade diri. Bahwa proses belajar dan mempelajari sesuatu yang baru, berlaku bagi semua orang, berapa pun usianya.

Tim PINTAR telah menyediakan beberapa laptop yang didampingi satu mahasiswa sebagai penyuluh. Dengan konsep learning by doing para peserta diminta untuk mencoba langsung mengoperasikan laptop. Setelah terbiasa dengan laptop, pelan-pelan para peserta dipandu bagaimana membuat akun surel, langkah demi langkahnya dipantau tim PINTAR, hingga setiap orang berhasil memiliki akun surel sendiri.

Satu kendala yang membuat pelatihan hari itu kurang berjalan dengan baik, adalah banyaknya peserta yang memilih pulang meskipun acara belum selesai. Alasan utamanya adalah sebagian besar dari mereka sedang panen di sawah, sehingga tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaan. Sebagian kecil dari ibu-ibu merasa skeptis duluan, bahwa sebuah laptop dan kemudian ‘internet’ terlampau jauh untuk bisa mereka pelajari dan jangkau. Sebuah paradigma yang harus kita ubah perlahan dan terus menerus. Itulah harapan besar tim PINTAR, untuk membuat penduduk desa Labansari melek internet.

Rangkaian kegiatan #PINTAR2016 ini memang sudah berakhir tanggal 26 Februari kemarin, tapi beberapa perangkat laptop masih tersedia di balai desa, jaringan internet juga free diberikan selama satu tahun penuh. Mudah-mudahan, upaya ini merupakan salah satu jalan bagi penduduk Desa Labansari untuk melek internet.

Dan bagi KEB sendiri, pengalaman ini merupakan keindahan tersendiri, bahwa berbagi memang selalu membahagiakan :).

851308489_91441