ditulis oleh: Mugniar – www.mugniar.com

**

Kata kanker selalu menimbulkan perasaan mencekam. Waswas. Takut. Tetapi, mau tidak mau, kita juga harus mencari tahu, utamanya mengenai kanker yang berhubungan erat dengan perempuan. Salah satunya adalah kanker payudara.

Tahun ini, kanker payudara merupakan penyakit kanker dalam urutan pertama di antara penyakit kanker yang paling mematikan di Indonesia. Berturut-turut setelah kanker payudara adalah kanker kolorektal (saluran pencernaan), kanker leher rahim (serviks), kanker paru, dan kanker rahim (uterus). Hal ini terungkap dari penyampaian Dr.Dodi Permadi pada serangkaian kegiatan bertajuk Garda Medika Octobreast yang berlangsung pada tanggal 15 Oktober di Studio 4, Bioskop XXI, Trans Studio Mall, Makassar.

Tujuan acara hari ini adalah kampanye deteksi dini kanker payudara supaya masyarakat Indonesia lebih aware kalau kanker bisa menyerang siapa saja, pada usia berapa saja. Sekarang kanker payudara tidak hanya menyerang usia di atas 40. Yang usianya belum 20 tahun pun ada yang sudah menderita kanker.

Rangkaian acara Octobreast terdiri atas edukasi deteksi dini kanker payudara dari dokter Dodi, sharing session dari dua orang survivor kanker dari komunitas Lovepink: Mbak Muti dan Mbak Tuti, meet and greet dua aktris pemain film Pinky Promise (Dea Seto dan Dea Ananda), dan nonton bareng film Pinky Promise.

Baik Dokter Dodi maupun Mbak Muti dan Mbak Tuti menekankan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Metode yang bisa digunakan adalah SADARI, perikSA payuDAra sendiRI. SADARI bisa dilakukan secara mandiri di depan cermin, sambil berdiri atau dengan berbaring. Menggunakan jari dengan arah gerakan memutar. Di internet sudah banyak yang upload caranya.

Penyebab kanker payudara tidak diketahui. Namun demikian faktor-faktor risikonya bisa diduga. Faktor-faktor risiko itu adalah: genetika, hamil pertama kali di atas usia 35 tahun, menggunakan terapi hormon setelah menopouse, tidak menyusui anak, alkoholik & obesitas, dan early menstruation & late menopouse (usia di bawah 11 tahun & di atas 55 tahun).

Komunitas Lovepink adalah komunitas yang memberikan bantuan spirit kepada para penderita kanker payudara. Mengutip kalimat MC-acara ini bahwa, “Lovepink adalah satu-satunya komunitas yang tidak ingin anggotanya bertambah.”

Mbak Muti dan Mbak Tuti yang membagikan pengalamannya, menekankan kepada hadirin untuk mensosialisasikan kepada para keluarga dan kawan-kawannya deteksi dini kanker payudara. Support secara moril juga dibutuhkan, jangan perlakukan penderita kanker seperti orang sakit yang dikasihani secara berlebihan. Jika sudah terkena, penting mempercepat tindakan medis, jangan selalu mendengarkan orang-orang di luar sana yang belum tentu membuat keadaan menjadi lebih baik.

Setelah menyimak pesan-pesan edukasi dari pak dokter dan kedua survivor, Dea Seto dan Dea Ananda, pemeran Ken dan Fina dalam Pinky Promise memberikan kuis berhadiah kepada hadirin. Mereka juga memberikan sedikit kesempatan berfoto kepada para peserta yang sudah meninggalkan tempat duduk mereka menuju kedua aktris cantik itu.

Acara puncaknya adalah pemutaran film Pinky Promise. Sebuah film drama yang menceritakan dinamika kehidupan dan hubungan empat tokohnya: Kartika, Bebi, Fina, dan Ken. Keempat perempuan ini dipertemukan di Rumah Pink, sebuah komunitas peduli penderita kanker payudara yang didirikan oleh Tante Anind. Tante Anind adalah tante dari Kartika, seorang survivor kanker payudara yang getol mengampanyekan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Tante Anind tak segan-segan keluar masuk daerah perkampungan untuk memberikan ceramah di tengah warga kampung. Takdir mengambil nyawa Tante Anind namun jerih-payahnya tak ikut pergi. Rumah Pink hadir untuk menjadi wadah bagi yang membutuhkannya.

Menarik sekali rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Garda Medika – sebuah perusahaan asuransi yang berada di bawah bendera Astra ini. Garda Medika sungguh tuan rumah yang baik. Tidak hanya memberikan edukasi sekaligus hiburan, aneka hadiah dibagikan melalui penarikan door prize. Tak hanya itu, para peserta mendapatkan tes kadar gula darah gratis, souvenir, makan siang, air mineral, minuman ringan, dan pop corn. Terima kasih Garda Medika.

 

Makassar, 18 Oktober 2016