Maks, BoTM kali ini sungguh tidak biasa. Bukan, bukan karena Mak Tri Wahyuni Zuhri ini penyintas kanker, tapi karena Mak Yuni -demikian emak yang satu ini kerap disapa- adalah penyintas yang masih rajin ngeblog meski harus mengetik sambil berbaring! Atuhlah, MakMin yang cuma mplu sedikit saja bisa hiatus ngeblog berminggu-minggu lho, malu hati deh sama Emak yang satu ini.

Bukunya sudah banyak, Mak, tak hanya antologi, buku solo pun sudah berhasil Mak Yuni terbitkan. Salah satu bukunya “Kanker Bukan Akhir Dunia” diterbitkan Elexmedia. Mak Yuni juga pernah menerima penghargaan sebagai “Penulis Perempuan Inspiratif 2016 Literasi Award Gerakan Indonesia Membaca (GIM) Kota Samarinda” lho! Duh, keren bangeeeet!

Ah sudahlah, prolognya tak perlu panjang-panjang ya, yuk kita simak rumpian MakMin dengan Mak Yuni 😉

1478418071558

Mak Yuni, sejak kapan punya blog?

Saya sebenarnya sudah punya blog ini sejak tahun 2008. Tetapi memang waktu itu menulis blog tidak aktif, hanya sekedar ingin punya blog dan menulis hal-hal yang menurut saya menarik saja. Sepertinya saat itu, kalau punya blog, terasa keren saja hehehe. Padahal nulis blognya juga jarang jarang.

Kapan nih akhirnya memutuskan menjadi penulis dan blogger?

Awalnya saya tertarik dengan dunia menulis pada saat SMP, waktu itu saya bergabung dengan ekskul jurnalistik sekolah. Namun, saya menulis sempat vakum karena berbagai kesibukan sekolah dan belajar.

Hingga akhirnya setelah saya menikah di tahun 2003, dan kemudian hamil  dengan kehamilan bermasalah yang mengharuskan saya untuk bed rest. Saat bed rest itulah rasa semangat menulis kembali muncul kembali. Dan itu berlanjut hingga sekarang.

Untuk ngeblog, saya mulai serius menulis blog yaitu sejak saya tervonis kanker tiroid stadium lanjut di tahun 2013. Saat tervonis kanker, saya merasa dunia saya runtuh dan menyesal sekali. Kenapa saya terlambat mengetahui vonis kanker yang sudah menyebar ke tulang belakang dan paru paru.

Awalnya saya masih tertutup dan malu terbuka kepada orang lain kalau saya terkena kanker. Apalagi saya tinggal di daerah, waktu itu masih sulit mencari teman sesama survivor untuk berbagi. Saya lebih sering mencari berbagai informasi kanker yang saya alami di internet. Namun ternyata masih jarang sekali tulisan pengalaman mengenai kanker tiroid dan pengobatannya yang saya temukan.

Dari sanalah, saya berfikir untuk menuliskan berbagai pengalaman dan informasi mengenai kanker di blog saya. Apalagi setelah saya masuk KEB . Saya lihat para emak blogger begitu semangat  berbagi cerita dan manfaat melalui blog . Saya jadi termotivasi dan berani terbuka  untuk turut berbagi lewat blog juga. Terima kasih KEB.

Apa manfaat terbesar yang Mak Yuni rasakan setelah rutin menulis?

Ada banyak manfaat yang saya rasakan setelah menulis . Yang pertama, saya menjadikan menulis sebagai terapi jiwa dan kesehatan saya. Saya sadar, sebagai survivor kanker sangat rentan untuk tertekan dan stres karena berbagai faktor, misalnya karena efek pengobatan, dll.

Apalagi selama satu tahun lebih ini, saya hanya bisa beraktivitas di tempat tidur, karena kanker saya kembali menyerang tulang belakang. Dengan menulis, saya bisa mendapatkan rasa kekuatan dan kepercayaan diri bagi saya sendiri.  Saya juga sadar, bahwa hidup di dunia itu tidaklah lama. Karena itu saya berusaha terus berbagi dan terus mengedukasi kanker walaupun harus dilakukan dengan keterbatasan fisik.

Dan ternyata dengan menulis dan ngeblog ini, saya mendapatkan banyak hikmah. Selain rasa semangat berbagi, saya juga menjadi optimis menjalani kehidupan ini. Apalagi dengan menulis, saya bisa berkenalan dengan banyak orang khususnya para survivor kanker dan keluarganya. Banyak di antara mereka mengetahui saya dari buku yang saya tulis atau dari tulisan saya di blog.

Sungguh sebuah kebahagiaan dan penghargaan yang tidak ternilai, bila pembaca buku atau blog kita, bisa mendapatkan manfaat dan kekuatan setelah membaca tulisan kita. Dan itu pula yang saya rasakan. Dari sinilah saya sadar, kalau Allah selalu berada di sisi HambaNya dalam keadaan susah maupun senang.

Bagaimana Mak Yuni mengatur waktu untuk menulis atau ngeblog?

Saya biasanya memang menyediakan waktu khusus untuk menulis. Karena saya sendiri juga masih terus menjalani pengobatan kanker dan masih mengurus anak anak.

Biasanya saya menulis di waktu saya lowong atau apabila anak anak sedang sekolah, karena saya bisa lebih fokus menulis.

Namun belakangan saya lebih banyak menulis khususnya di malam hari. Mengapa menulis di malam hari? Karena biasanya rasa sakit dan nyeri itu lebih terasa saat malam hari.  Hingga saya kesulitan untuk tidur atau istirahat. Maka saya coba alihkan rasa sakit nyeri itu dengan ibadah kepada Allah. Dan kemudian dilanjutkan menulis atau bisa juga main game. Sehingga saya bisa mengalihkan rasa sakit yang mengganggu tersebut.

Setelah aktif ngeblog, apakah Mak Tri jadi ‘terpaksa’ belajar hal baru? (misalnya jadi belajar motret, membuat grafis, atau belajar vlog)

Iya. Sejak aktif ngeblog, saya jadi banyak belajar hal-hal baru. Terutama bagaimana membuat membuat blog menjadi menarik, membuat tulisan mark pada foto, dll . Tapi saya cukup mengerti kondisi fisik saya. Saya sebisa mungkin belajar sesuai kemampuan dan aktivitas saya. Beruntung sekali, saya bisa banyak mengenal teman teman blogger yang berbaik hati berbagi ilmu yang tidak saya kuasai atau mengerti.

Ada cita-cita atau target menulis/ngeblog dalam waktu dekat, Mak?

Kalau untuk target menulis, saya memang sebisa mungkin menarget minimal sebulan sekali menulis di media. Untuk menulis buku sendiri, saat ini saya sedang menyusun draf buku terkait kesehatan juga.

Untuk kegiatan ngeblog, saya memang target untuk terus menulis pengalaman saya dan edukasi kanker yang bisa bermanfaat buat pembaca.  Karena bagaimanapun juga saya berharap, jika suatu ketika saya berpulang, blog ini akan terus bermanfaat bagi pembaca khususnya memberikan kekuatan bagi para survivor untuk terus berjuang,  berdoa dan pantang menyerah.

14054381_10208753009254418_9064478165041547558_o-1

Bagaimana dukungan keluarga terhadap aktifitas blogging Mak Yuni?

Alhamdullilah keluarga sangat mendukung aktivitas ngeblog saya. Mereka juga yakin, saya cukup tahu diri dan mengenal kondisi tubuh sendiri agar tidak terlalu ngoyo bila menulis atau ngeblog.

Ada larangan tertentu dari tim dokter untuk aktivitas menulis ini, Mak?

Terus terang saja, para dokter yang merawat saya tidak melarang aktifitas menulis ini walaupun kondisi saya yang serba terbatas dan menjalani pegobatan. Apalagi mereka tahu, dengan kegiatan menulis  dan ngeblog yang saya lakukan, ternyata membuat saya lebih semangat dan optimis.

Mereka hanya berpesan agar saya tetap bisa terus menjaga kondisi tubuh agar tetap bisa stabil.

Apa pencapaian tertinggi yang diperoleh Mak Tri sebagai seorang blogger atau penulis?

Jujur saja, saya termasuk baru-baru saja ikut kegiatan lomba atau giveaway blog. Dan alhamdullilah, ada beberapa giveaway yang menang.  Saya juga harus banyak belajar dengan teman-teman blogger yang sudah banyak pengalaman menang lomba.

Sedangkan di bidang penulisan, memang terasa lebih spesial. Karena selama menjadi survivor kanker stadium lanjut, ternyata Allah masih memberikan kesempatan saya untuk  memenangi beberapa lomba penulisan dan mendapat berbagai penghargaan, silakan baca lengkapnya di link berikut: http://yunirahmat.blogspot.co.id/p/penghargaan.html?m=1

Walaupun mungkin bagi orang lain, hal ini hanya sederhana. Tapi bagi saya ini sungguh mengharukan dan meningkatkan rasa keimanan saya kepada Allah. Di saat saya merasa sedih dengan kondisi sakit dan harus berbaring terus menerus, ternyata Allah menunjukkan kuasanya dengan memberikan saya berbagai penghargaan ini.

Dan yang paling mengharukan, saat saya mendapatkan melakukan bedah buku dan mendapat penghargaan literasi award 2016,
dimana saya melakukan semuanya dari ranjang branker ambulans.  Sungguh Allah benar-benar menunjukkan kuasanya pada saya.

Lebih senang menulis buku dan ngeblog, Mak? Kenapa?

Dua duanya. Karena keduanya sangat bermanfaat bagi saya. Lewat menulis dan ngeblog. Saya tidak hanya bisa menjadikan terapi jiwa dan kesehatan saya. Tetapi saya juga bisa terus berbagi manfaat, edukasi dan mensupport orang lain.
Saya bersyukur masih diberikan kesempatan dan kekuatan oleh Allah untuk bisa terus menulis dan ngeblog di tengah perjuangan melawan kanker .

Sebagai penyintas, apa pesan Mak Yuni untuk para emak di semesta KEB?

Sebagai penyintas kanker, saya berharap agar para Emak terus selalu memperhatikan kesehatan diri sendiri dan keluarga. Sebagai perempuan dan juga emak, kita tidak perlu takut untuk mendeteksi dini gejala kanker pada diri kita. Misalnya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau papsmear. Kita juga harus mawas diri apabila menemukan gejala-gejala yang mencurigakan pada tubuh. Lebih baik segera memeriksakan lebih lanjut ke dokter. Belajar dari pengalaman saya yang telat deteksi kanker, saya sungguh berharap hal itu bisa diantisipasi oleh kaum perempuan juga.

Selaku penulis dan blogger, saya berharap agar para emak terus semangat menulis atau ngeblog. Ada banyak manfaat dan hikmah yang bisa kita dapat dari kegiatan menulis dan blog. Dan hal itu pula yang saya rasakan sendiri. Dengan kondisi fisik tidak banyak bisa beraktivitas, saya menemukan banyak kekuatan dan rasa optimis dari menulis ngeblog

Mak Yuni Sejak kapan kah gabung KEB? Sejauh ini, apa pengaruh KEB bagi Mak Yuni?

Saya bergabung di KEB sejak tahun 2013. Awalnya saya hanya sebagai silent reader saja dan juga jarang menulis blog.
Namun ketika tervonis kanker, walaupun awalnya saya masih down dan  tertutup mengenai sakit kanker yang saya alami, saya berkeinginan untuk menuliskan berbagai pengalaman saya di blog. Dari KEB lah, saya menemukan keberanian untuk menuliskan semua di blog. Saya kerap membaca berbagai tulisan di blog para emak.

Dan dari KEB juga, saya akhirnya bisa berkenalan dan berteman dengan para emak emak blogger baik hati. Bahkan saya semakin menemukan kekuatan dan rasa optimis berjuang, berkat suport dan dukungan para emak emak di KEB. Terima kasih KEB.

**

screenshot_2016-10-27-09-44-24-1

Nah, gimana? Menginspirasi sekali bukan Mak Yuni ini, Mak? Kalau masih belum puas dan ingin ngobrol lebih lanjut dengan beliau, silakan mampir di blog atau langsung kontak akun sosmed Mak Yuni, ya Mak.

Blog: http://www.yunirahmat.blogspot.com  – http://www.triwahyunizuhri.blogspot.com
Facebook : http://www.facebook.com/tri.w.zuhri
Twitter      : http://www.twitter.com/triwahyunizuhri
Instagram: http://www.instagram.com/triwahyunizuhri

Teruntuk Mak Yuni yang tegar, teruslah menulis dan menginspirasi perempuan Indonesia dengan blogging ya, Mak. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahi Mak Yuni dengan keberkahan, Aamiin.