ditulis oleh Rizki Damayanti Muhajar – www.rizkimuhajar.com

**

Pekan Ujian Akhir Semester atau yang lebih dikenal sebagai UAS saat ini masih berlangsung dan serempak di seluruh Indonesia. Biasanya jelang ujian, bukan hanya siswa yang sibuk menyiapkan segala sesuatunya, tapi para orang tua terutama yang anaknya masih duduk di sekolah dasar tak kalah heboh. Tak hanya di dunia nyata, jagat maya pun sesak dengan bahasan seputar UAS.

Ya, UAS kadang jadi momok yang mengerikan terutama orang tua yang anaknya masih susah untuk belajar. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang seolah tak terbendung, tak dipungkiri memberikan dampak terhadap motivasi belajar siswa. Ini yang terkadang membuat orang tua, khususnya ibu harus berjuang ekstra agar ananda mau belajar, at least mereview pelajaran yang sudah diberikan guru di sekolah.

Memang tak mudah ya, Mak, tapi jika kita ingat bahwa pendidikan anak tak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, namun orang tua juga dituntut untuk berpartisipasi aktif, maka tak salah jika banyak cara yang dilakukan agar anak mau belajar. Nah, agar anak semangat menyambut UAS, kita sebagai orang tua bisa melakukan beberapa hal berikut.

  1. Menanamkan Motivasi Sejak Dini

Motivasi yang dimaksud adalah menanamkan pemahaman kepada anak bahwa belajar merupakan bentuk tanggung jawabnya kepada Tuhan, dan belajar merupakan aktivitas yang menjadi satu di antara banyak bekal untuk hidupnya di akhirat kelak. Kapan penanaman ini diberikan? Saat anak masuk usia tamyiz (usia 6 tahun ke atas) atau indikasinya jika anak sudah bisa membedakan mana yang benar, dan mana yang salah menurut pandangan agama.

  1. Membuat Kesepakatan Bersama

Sepekan sebelum UAS, kita bisa libatkan anak untuk membuat aturan yang disepakati bersama. Misalnya selama UAS tidak boleh main game, atau boleh main ke luar asal tak berlama-lama. Inti dari adanya aturan adalah adanya kesepakatan dari semua pihak, jika melanggar ada konseksensi yang harus dijalani.

  1. Berikan Reward

Tabiat anak biasanya sangat suka jika dihargai, maka berikanlah reward jika anak sudah belajar. Tak harus dengan hadiah yang mahal, dengan mengajaknya makan cilok kesukaan, anak sudah senang, yang penting adalah anak tahu bahwa perjuangannya sudah dihargai.

  1. Jangan Menuntut Anak Menjadi Juara

Dalam teori pendidikan, mendidik adalah memanusiakan manusia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka target kita sebagai orang tua adalah mengawal anak agar potensi mereka terus berkembang dan menjadi anak yang bertakwa. Bukan menjadi anak yang selalu menjadi juara, nilainya di atas rata-rata dan pulang dengan membawa piala.

     5. Doa

Ya, doa adalah hal terakhir yang tak boleh dilupakan. Sebesar apa pun upaya kita sebagai orang tua, hasilnya tetap di tangan Yang Kuasa. Titipkan saja anak-anak kita pada Pemiliknya.

 

Ada tips lain, Mak? Share dong ;).