ditulis oleh Santi Dewi –   www.santidewi.com

*

Rapor hasil belajar anak-anak di sekolah sudah dibagikan, liburan anak-anak sekolah pun dimulai ya, Mak. Ada beberapa keluarga yang menghabiskan liburannya dengan berwisata ke beberapa kota. Namun ada juga yang hanya mengisinya di rumah, seperti saya. Alasan bagi keluarga yang mengisi liburannya hanya di rumah saja mungkin berbeda, seperti karena tidak ada dana, ada anggota keluarga yang sakit, atau hanya ingin berleha-leha saja di rumah.

Namun di mana pun dan ke mana pun liburan sekolah anak-anak, semuanya bisa menyenangkan asal bisa disiasati. Kalau saya, yang liburan semester kali ini memang tidak berencana berwisata ke luar kota, ada beberapa kegiatan yang kami lakukan bersama anak-anak, mungkin ini bisa menjadi inspirasi Emak-Emak semua :).

1. Kegiatan Olahraga
Anak saya sangat menyukai olahraga. Sepakbola, berenang, sepatu roda, dll. Dan saat ini, di tempat tinggal kami sedang musim layangan, anak saya antusias menyambut musim bermain layangan ini, sampai beragam layangan ada di rumah. Terkadang dia mengejar layang-layang yang putus dan dikumpulkannya di rumah. Ternyata dia jago juga :), istilahnya moteng layangan. Hanya saja saya selalu berpesan, jika mengejar layangan yang putus/moteng layangan, harus berhati-hati dan jangan di jalan raya. Alhamdulillah dia menurut, walaupun pernah jatuh dan lututnya terluka, namun dia tidak kapok.

Untuk olahraga sepakbola, setiap pagi anak saya ditemani ayahnya bermain sepakbola di alaun-alun kota kami yang lokasinya memang tidak terlalu jauh dari rumah. Dan untuk berenang, selama liburan sekolah ini kami sudah berenang sebanyak dua kali, di kolam renang dan di pantai. Ya… walaupun kami memang liburan di rumah saja, tapi kami sempat ke pantai Anyer yang dekat dengan lokasi rumah untuk menuntaskan keinginan anak-anak berenang. Bermain layangan jadwalnya sore hari. Ada satu lagi kegiatan yang masuk pada jadwal liburan kami kali ini, yaitu mancing. Anak saya sudah sering menanyakan, kapan bisa mancing ikan lagi seperti dulu. Dan liburan ini, kegiatan memancing ini bisa kami realisasikan. Dan ternyata, rajin berolahraga pun anak akan pintar lho… Mak 🙂 Saya pernah membahas tentang itu di sini.

holiday2

2. Kegiatan seni
Selain kegiatan olahraga, kegiatan seni bisa untuk mengisi liburan anak-anak. Anak saya sekarang ini sedang giat belajar bermain gitar. Sudah ada beberapa lagu yang bisa dia mainkan. Gurunya adalah ayahnya. Jadi liburan kali ini, kami punya jadwal untuk belajar gitar lebih intens lagi. Selain gitar, anak saya ternyata suka corat-coret pada kertas, berupa gambar doodle. Saya sempat kaget sebenarnya mengetahui anak saya bisa nge-doodle, karena saya dan suami saya tidak ada yang bisa menggambar. Gambar kami hanya berupa gambar standar, gambar biasa saja, tidak ada yang jago menggambar dalam keluarga kami. Dan di liburan ini pun saya ingin gambar doodle anak saya lebih terasah lagi dengan banyak berlatih.

holiday3

3. Bersilaturahmi
Ada hikmahnya juga kami liburan di rumah saja. Salah satunya adalah kami terutama anak-anak bisa bersilaturahmi pada saudara-saudaranya, seperti sepupu-sepupunya. Kebetulan keluarga besar saya dan suami ada dalam satu kota yang sama. Walaupun masih dalam satu kota, terkadang karena kesibukan membuat kami jarang mengunjungi saudara-saudara. Dan liburan di rumah inilah, bisa menjadi kesempatan kami untuk bisa bersilaturahmi pada saudara-saudara, yang memang kebetulan anak-anak saya memang paling senang kalau diajak berkunjung ke rumah saudara-saudaranya. Satu persatu, saudara-saudara kami kunjungi untuk mempererat kekeluargaan.

4. Kegiatan memasak
Memasak adalah salah satu kegiatan yang disukai anak-anak saya. Kemarin, anak saya meminta saya membuat takoyaki. Resep takoyaki memang mudah. Selama ini, anak saya sering membelinya. Mungkin dia penasaran, ingin membuat takoyaki sendiri. Anak saya memerhatikan dan sempat bertanya pada pedagangnya resep adonan takoyaki. Dan dia ingin mempraktekannya di rumah. Ini adalah takoyaki pertama kami yang kami buat sendiri di rumah. Saya hanya menyiapkan bahan-bahannya yang tentunya dibantu anak saya. Selanjutnya anak saya yang memasaknya, saya hanya mengawasi. Takoyaki pertama gagal, karena adonan terlalu kental. Dan takoyaki kedua berhasil! Rasanya pun enak 🙂

Jadi, itulah kegiatan kami selama liburan semester kali ini, yang tidak berwisata ke luar kota, hanya liburan di rumah saja. Namun liburan di rumah pun, jika bisa menyiasatinya, anak-anak akan tetap hepi. Ada cara lain untuk menikmati liburan di rumah versimu, Mak? Share dong :).