Menjadi seorang pekerja industry kreatif, kita harus selalu siap untuk punya ide setiap saat.

Emaks barangkali sudah membaca artikel saya mengenai kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa merusak kreativitas di web Kumpulan Emak Blogger ini? Kalau belum, bolehlah dibaca dulu yah.

Saya sendiri, sebagai seorang pekerja lepas di industri kreatif, sometimes put a lot of pressure on myself agar bisa selalu produktif setiap hari dan juga efisien. Ya, gimana enggak press myself? Kalau saya nggak gitu, kerjaan akan numpuk setiap harinya, nggak ada selesainya. Kadang ya, males banget sih. Tapi kepikirannya, kalau nanti malesnya terlalu diturutin, bakalan keenakan deh. Bener nggak, Maks?

Nah, tapi, pada kenyataannya, proses kreatif dalam berkarya itu kayak nggak menghasilkan apa-apa. Kadang kayak sia-sia gitu lho, Maks.

*dari sini curcol dimulai*

Maksudnya gini. Dalam proses kreatif, apa pun itu; menulis, menggambar, desain, fotografi dan lain-lain, terdapat beberapa tahapan, yaitu trials aka coba-coba, errors aka percobaan gagal, eksplorasi lagi, eksperimen, terus gagal lagi, dan kembali lagi ke awal. Begitu terus. Sampai kapan? Ya, sampai ada hasillah ya. Kalau sudah ada hasil, lalu harus upgrade. Kalau enggak ya, stuck. Mentok.

Mau emang kreativitas kita mentok? Nggak kan?

Well, kalau dilihat-lihat kan semua proses itu doesn’t always look so productive, does it? Sometimes, it has been so exhausting! Hayati lelah, Bang. Barbie baper, kalau gagal mulu!

Tapi, kan nggak boleh menyerah ya? Kalau cuma lantas menyerah sih, ngapain juga susah-susah dari kemarin?

Kita harus tetap semangat mencoba lagi dan mencoba terus. Eksplor ide terus, sambil belajar dan curi ilmu dari orang lain juga kan ya?

Lalu, bagaimana cara menjaga kreativitas kita? Menjaga dan melatih kemampuan berpikir out of the box kita, hingga bisa menghasilkan ide yang brilian?

Nah, begini cara saya, Maks. Nggak tahu kalau Mas Anang.

 

  1. Mencatat

Ya, saya terbiasa mencatat, termasuk saat membaca sesuatu. Di mana pun, kapan pun. Entah itu membaca buku, koran, atau berita online dan lain-lain. Saya tulis itu quote-quote menarik, atau penggalan tulisan apa pun yang menurut saya bisa memancing ide.

Saya selalu mencatat semuanya dengan menulis, bukan mengetik di laptop atau tablet atau smartphone. Saya pakai itu bolpen, menulis di kertas. Ah, saya memang konvensional sekali. Tapi terbukti, cara itu bisa membantu saya untuk lebih gampang mengingat juga, ketimbang ngetik di laptop atau mungkin memfotonya.

Dengan menuliskannya, saya dengan mudah menemukannya lagi kapan-kapan jika saya butuh. Berbeda dengan membuat notes di smartphone, suka lupa malah saya. Atau difoto? Walah, saya hobi banget bebersih memori. Hahaha. Kehapus pasti dah. So, meski buku notes saya sudah numpuk banyak sekarang, saya masih ingat hal apa saja yang pernah saya catat di dalamnya.

 

  1. Turuti minat

Minat saya sudah pasti adalah menulis, blogging, membaca dan menggambar. So, I wander around, menemukan hal-hal yang sesuai dengan minat saya tersebut.

Saya gunakan Pinterest, Feedly dan Instagram saya untuk memenuhi “hasrat”. Haiah. Istilahnya gitu amat yak. Bahahaha.

Well, Pinterest has been the perfect tool for this, Maks. Tempat menemukan ide, pun tempat untuk menambatkan ide.

So, apa nih minat Emaks? Hobi Emaks? Passion Emaks? Ayo, ditekuni. Memasak? DIY? Crafting? Bahkan kita juga bisa menemukan banyak tip menulis juga di Pinterest loh. Ayo, Maks, kumpulkan semua dalam board-board di Pinterest.

Gosh, I spend so much time on Pinterest. Sangat-sangat bergizi untuk proses kreatif saya.

(less drama juga sih di sana #eh)

 

  1. Buy supplies and add some colors

Percaya atau enggak, Maks, bahwa warna bisa bikin kita lebih kreatif. Bisa dicoba deh, cara saya. Beli highliters warna warni, dan kemudian colorize your notes with them.

Kadang, kreativitas juga terpacu kalau kita punya atau beli sesuatu yang baru lho. Ng, bukan berarti juga terus minta Pak Suami buat beliin mobil baru, rumah baru atau laptop baru juga sih atas nama supaya kita lebih kreatif (meskipun kalau emang bisa sih ya bagus banget. #eaaa).

Tapi sekadar bolpen baru, yang biasa bolpen biasa, sekarang coba beli bolpen warna pink imut. Hahaha. Bisa, Maks, itu nambah kreativitas kita. Jadi suka aja gitu nyatetnya.

Ah, itu saya sih. Hahaha. Murahan banget.

Intinya adalah, find your own fun to do it. Temukan cara Emaks sendiri yang menyenangkan, to keep yourself creative.

Ya, Emaks, agar tetap kreatif itu butuh kebahagiaan, meski kebahagiaan kecil.

 

  1. Nikmati kegagalan Emaks

Wait, what? Kegagalan kok dinikmati?

Well, G.K. Chesterton bilang begini, “If a thing is worth doing, it is worth doing badly.” Selalu ada kesempatan gagal di setiap hal yang kita lakukan.

It works for me, Maks. Dengan selalu mengatakan hal tersebut pada diri sendiri saat ingin mencoba sesuatu yang baru, maka saya pun jadi tak takut mengambil risiko.

Emaks juga bisa mencobanya J

Dan, jika beneran gagal gimana? Well, just laugh at yourself! Tertawakan diri sendiri yang melakukan kesalahan, lalu catat kesalahan tersebut agar jangan sampai terulang lagi.

Dan kemudian, mulai berproses kreatif lagi.

 

  1. Coba sesuatu yang baru di luar rutinitas

Escaping the routines. Itu perlu banget agar kita tetap kreatif.

Pasti Emaks juga sudah sering melakukannya sih. Liburan bareng keluarga, sekadar makan di luar, atau staycation. Uh, asyiknya!

Kalau memang sudah ada dalam jadwal Emaks, ya lanjutkan, Maks. Kalau perlu ditambah. Kalau belum dijadwalkan, jadwalkan! Yang begini ini, kalau nggak dijadwalkan biasanya nggak akan sempat. Hahaha. Eh, itu mah saya. Dasar workaholic akut.

Mencoba sesuatu yang baru ini juga bisa berarti kalau biasanya Emaks baca buku roman percintaan, terus coba baca buku horror. Hiyyy! Malah takut ya? Hahaha. Ya, jangan yang terlalu ekstrem juga sih. Misalnya dari drama percintaan jadi misteri, misalnya. Atau kalau biasanya baca bukunya Ika Natassa terus coba deh baca bukunya Ratih Kumala atau Okky Madasari.

Sesuatu yang berbeda will sparks your creativity.

 

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kreativitas kita. Mungkin Emaks punya cara berbeda? Boleh dituliskan di kolom komen yah!

 

Ditulis oleh Carolina Ratri
Untuk web Kumpulan Emak Blogger