ditulis oleh Mirna Kei Rahardjo – http://keinatralala.com/

Setiap pasangan setelah menikah pada umumnya memiliki keinginan untuk segera memiliki momongan. Anak pertama begitu sangat dinantikan. Tidak hanya pasangan suami istri, tetapi juga keluarga besar. Hal ini juga yang terjadi padaku dan suami.

Semenjak menikah, orangtua begitu menanti kabar kehamilan pertamaku. Beberapa omongan mulai dari yang sekedar basa-basi sampai menyakiti hati, sering kami terima. Hingga pagi itu tiba, di mana suami dengan mata berkaca-kaca memberikan hasil test pack yang membuatku sendiri tidak percaya. Alhamdulillah aku positif hamil. Saat ini kehamilanku memasuki trimester ke 2.

Karena ini merupakan kehamilan anak pertama yang sudah kami nantikan kehadirannya, aku cukup konsen memperhatikan setiap kebutuhan sebagai ibu hamil, terutama menjaga nutrisi makanan. Selain untuk menjaga kesehatanku, nutrisi makanan memiliki peran penting dalam memberikan asupan yang cukup untuk perkembangan janin.

Jadi sangat penting untuk ibu hamil menjaga makanan yang dikonsumsi. Ternyata nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil tiap trimester itu berbeda disesuaikan dengan tingkat perkembangan janin. Lantas apa saja sih nutrisi ibu hamil yang dibutuhkan di tiap semesternya ?

Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Trimester Pertama

Trismester ini merupakan masa awal kehamilan di mana badan cukup rentan, lantaran adanya perubahan yang dialami tubuh. Ini ditandai dengan pusing, mudah lelah, dan mual bahkan sampai muntah. Gejala seperti ini disebut morning sickness. Mual yang dialami di awal kehamilan menyebabkan hilangnya selera makan. Kalau pun berhasil memasukkan makanan bisa jadi dikeluarkan kembali . Padahal, masa ini merupakan masa embrio terbentuknya organ-organ penting pada janin sehingga ibu hamil perlu nutrisi yang cukup banyak demi pembentukan sel baru tersebut. Nutrisi ibu hamil yang paling dibutuhkan pada trimester ini adalah :

  • Asam Folat : sangat disarankan untuk ibu hamil (bahkan saat program hamil dimulai) mengkonsumsi asam folat. Fungsinya, untuk membantu pembentukan janin. Aku sendiri mengkonsumi asam folat saat program kehamilan berupa tablet obat dengan dosis 1000mg lalu saat hamil diturunkun menjadi 400mg karena diimbangi langsung dengan makan yang mengandung folat yaitu alpukat, kacang-kacangan, sayuran hijau dan susu kehamilan yang biasanya sudah memiliki kandungan asam folat.
  • Protein : sebagai zat yang bersifat membangun tubuh, protein berguna untuk membentuk sel-sel baru yang sangat dibutuhkan di trimester pertama dimana banyak terjadi pembelahan sel untuk perkembangan jaringan dan organ janin. Protein bisa didapat dari kacang-kacangan, telur, tahu, tempe, daging dan produk olahan susu.
  • Kalsium dan Vitamin D : Kalsium berguna untuk pembentukan tulang pada janin sedangkan vitamin D membantu menyerap kalsium dengan baik pada tubuh. Kebetulan, aku kena kasus kekurangan vitamin D yang menyebabkan aku gampang merasa  nyeri dan pegal. Setelah di tes darah,vitamin D- u di level sangat rendah, angka normalnya 30 – 100 namun aku cuma 7. Janin pun menyerap kalsiumku dan aku kekurangan kalsium lantaran vitamin D yang tidak mencukupi. Ya kedua zat ini memang saling melengkapi. Kalsium bisa didapat dari susu dan produk turunannya, ikan dan kacang kedelai. Sedangkan vitamin D didapat dari ikan salmon, daging merah, dan susu. Untuk kasus kehamilanku sampai diharuskan meminum supplement vitamin D dengan dosis 1000IU sebanyak 4 butir sehari sebagai booster.

Trimester Kedua

Pada trimester ini bentuk janin mulai terlihat dengan baik. Yang perlu diperhatikan adalah perkembangan fungsi organnya terutama otak bayi.  Di usia kandungan ini ibu mulai nyaman dengan kehamilannya, sudah tidak mual lagi sehingga asupan makannya bisa diperbaiki bahkan ditingkatkan hal ini untuk memberikan energi bagi ibu dan perkembangan bayi. Nutrisi ibu hamil yang diperlukan pada trimester kedua ini adalah :

  • Omega 3 atau DHA : zat ini banyak memiliki andil dalam perkembangan otak janin, bisa dibilang zat ini memengaruhi kecerdasan anak ke depannya, sehingga sangat penting untuk dikonsumsi ibu hamil. Makanan yang mengandung zat tersebut adalah ikan-ikanan seperti  salmon, sarden, tuna dan untuk lebih mudah bisa mengkonsumsi tablet minyak ikan.
  • Zat Besi : kebutuhan zaat besi saat hamil cukup besar karena volume darah dalam tubuh bertambah, lantaran janin membutuhkan pasokan darah yang cukup untuk perkembangannya. Di trimester kedua ini, kebutuhan zat besi mulai meningkat karena organ janin mulai terbentuk sehingga terdapat aliran darah yang harus dijaga baik. Jangan sampai di masa seperti ini zat besi berkurang sehingga ibu mengalami anemia. Untuk itu bisa mengkonsumsi sayuran hijau seperti bayam, kubis, kacang-kacangan seperti kacang merah, dan daging. Konsumsi juga vitamin C untuk penyerapan zat besi dalam tubuh dengan baik.

Trimester Ketiga

Memasuki trimester akhir maka kebutuhan nutrisi ibu hamil makin meningkat karena energi juga lebih banyak dibutuhkan. Nutrisi di trimester satu dan dua tidak serta merta ditinggalkan begitu saja, tetap dikonsumsi terutama omega 3 atau DHA, kalsium dan zat besi. Namun terdapat tambahan nutrisi lain yang nantinya berguna untuk melancarkan proses persalinan, yaitu :

  • Serat : sangat berguna untuk memperlancar proses pencernaaan. Pada trimester ini, ibu hamil sebagian mengalami sembelit. Belum lagi ibu hamil yang sudah mengalami kenaikan berat badan yang cukup tinggi sehingga disarankan untuk mengurangi karbohidrat dan menggantinya dengan serat. Serat yang banyak dimiliki sayur dan buah-buahan juga mengandung vitamin A, C, D dan lainnya yang berguna untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.
  • Seng  atau Zinc :  Selain fungsinya sebagai penyokong zat besi dan membantu perkembangan otak sangat berguna bagi janin, ternyata zinc sangat berguna bagi ibu hamil terutama di trimester akhir karena zat ini bisa mengurangi depresi pasca melahirkan. Zat ini bisa didapat dari kacang-kacangan dan daging merah.

Selain menjaga nutrisi makan, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan makanan tersebut. Sebisa mungkin makanan yang  konsumsi jelas cara mengolahnya, atau dengan kata lain dimasak sendiri. Dengan begitu kita bisa menjamin kebersihan bahan sebelum dimasak dan tingkat kematangan yang pas.

Sebaiknya sih, ibu hamil memakan masakan yang matang untuk menghindari bakteri yang terdapat pada bahan makanan yang masih mentah. Selain itu kita bisa menghindari penyedap makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Nutrisi psikis juga tidak kalah penting dibutuhkan oleh ibu hamil. Energi positif selalu harus ditanamkan dilingkungan ibu hamil untuk mengurangi depresi, stress dan pikiran-pikiran negatif akibat kekhawatiran tentang kehamilan yang dijalaninya terutama di trimester pertama dan akhir yang kadang suka “drama”.

Hal ini bisa didapat melalui dukungan semangat dari orang sekitar untuk memberi motivasi pada ibu hamil bahwa dia bisa melewati kehamilan ini dengan lancar, perbanyak berdoa dan “me time” dengan melakukan hobi  untuk menghibur diri.

Kehamilan setiap orang memang berbeda dan tidak mudah. Untuk itu selalu konsultasikan apapun dengan dokter kandungan, termasuk nutrisi ibu hami yang bagaimana yang sebaiknya porsinya ditambah agar terpenuhi sesuai kebutuhannya. Seperti yang kusebutkan bahwa aku kekurangan vitamin D sehingga perlu booster yang mungkin ibu hamil lain tidak memerlukannya. Selain itu selalu menjaga nutrisi jiwa agar tetap bahagia menikmati setiap proses kehamilan hingga persalinan.

***

Kenali Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil di Tiap Trimester ini merupakan blogpost trigger kedua #KEBloggingCollab untuk kelompok Sri Mulyani.

Mirna Kei Rahardjo seorang blogger kelahiran Surabaya yang tinggal di Jakarta Timur.