ditulis oleh Monda Siregarhttp://mondasiregar.com

Suka jalan-jalan dan  suka suasana outdoor mak?

Menurutku, yang namanya jalan-jalan tak harus ke tempat yang jauh atau ke luar kota. Di lingkungan sendiri pun bisa lho. Umumnya orang Indonesia suka suasana luar rumah, ngobrol dengan tetangga  atau mengajak anak bermain di lapangan dekat rumah. Itu, kalau di lingkungan yang masih agak lega, tetapi bagaimana bila di lokasi padat penduduk?

Mari kita ke taman kota saja yuk.

Taman  rasanya sudah jadi sesuatu yang dibutuhkan warga kota yang sudah penat dengan keriuhan perkampungan padat dan kemacetan lalu lintas.  Di setiap taman kota yang kukunjungi, selalu bertemu warga yang datang untuk menghabiskan waktu di situ. Banyak yang datang dengan sahabat dan kerabat, tak hanya ke satu taman, tetapi berpindah-pindah ke taman lain. Seakan main ke taman  sudah menjadi sebuah trend baru, apalagi bila tamannya indah yang cocok untuk selfi.

Taman kota adalah salah satu ruang publik yang ditujukan untuk penggunaan publik di mana warga bisa menyegarkan mata dan hati dalam suasana yang santai dan hangat. Taman  juga sebagai ruang publik tempat berinteraksi dengan alam dan silaturahmi dengan  manusia lainnya, sebuah  ruang yang bisa dimasuki dan dinikmati setiap saat.

Taman Kota

Selayaknya taman, tentu harus ada ruang  penghijauan bukan?

Ruang terbuka hijau itu juga menjadi salah satu tujuan taman kota  dibangun. Karbon dioksida yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan ditangkap dan disaring oleh dedaunan pohon-pohon peneduh. Semakin banyak taman dengan pogon peneduh tentu akan mampu menurunkan kadar polusi dan memperbaiki kualitas udara..

Taman pun katanya bisa menaikkan index of happiness pengunjungnya.  Orang bisa lebih bahagia. Ada yang bilang bila sering sosialisasi di taman orang akan bersikap lebih santun dan sabar, semoga saja ya

Apa yang bisa dilakukan di Taman Kota?

Bayangkan suasana ini deh.

Duduk  di bawah pohon peneduh berdaun rimbun sambil  ngobrol dengan pasangan sambil memperhatikan kegairahan anak-anak berlari riang di rumput hijau. Lalu mereka pun ganti bermain ayunan, atau main perosotan.   Udara yang panas tak terasa, tergantikan sepoinya angin yang bertiup di sela dedaunan. Cocok sekali menghabiskan waktu berkualitas di sini bersama kerabat dan teman.  Atau hanya sekedar duduk sambil membaca buku pun bisa menyegarkan pikiran.

Taman Kota biasanya dilengkapi dengan sarana permainan anak dan sarana olahraga. Fasilitas  lainnya bervariasi seperti jogging track, pijakan batu-batu kecil  untuk refleksi, musholla atau danau  buatan untuk memancing.

Di taman warga belajar mengenal  flora, misalnya tanaman penutup tanah, semak dan perdu dan pohon peneduh.  Nah ini kesukaanku. Senang sekali mengamati pohon buah langka ternyata masih ada di taman kota seperti pohon bisbul, buni, atau jamblang. Atau khusus datang ke taman mencari pohon baobab asal Afrika.

Mengenalkan fauna pada anak pun bisa dilakukan di taman lho. Anak bisa dikenalkan pada burung, kupu-kupu atau tupai.

Dari pepohonan dan tumbuhan lainnya, udara segar, air bersih,  kita belajar saling menghargai  peran masing-masing dalam ekosistem.  Sehingga lama kelamaan pun kita bisa belajar bahwa kita tegantung pada  manusia lain. Ini tentu saja sangat diperlukan agar kita bisa bertenggang rasa dalam masyarakat yang majemuk.

Karenanya Taman Kota pun harus dihidupkan agar tak tersia-sia dengan cara mengunjunginya, menjaga, merawat dan membuatnya semarak. Komunitas pun mulai berkativitas di sini.  Komunitas seni bisa   buat pentas, kelompok senam lansia atau yoga bisa berlatih  di sini.

Jalan-jalan ke luar kota pun kumanfaatkan untuk singgah di taman. Misalnya ketika ke Bandung mampir ke Taman Balai Kota dengan taman-taman turunannya Ke Magelang, singgah ke Taman Kyai Langgeng, dll.

Emak bisa kasih usulan taman kota  indah di tempat tinggal? Ada cerita main di Taman Kota? Yuk sharing di kolom komentar atau bahkan dijadikan posting tersendiri.

 

***

Taman Kota, Ruang Publik untuk semua merupakan post trigger untuk group Yohana Susana di #KEBloggingCollab

Monda Siregar seorang blogger yang senang menulis tentang lingkungan.