Hai, Maks!

Emaks, sebagai blogger, pastinya kita juga harus “mempersenjatai” diri dengan akun-akun media sosial kan ya? Blog dan media sosial itu rasanya sudah sepaket gitu untuk seorang blogger. Bener nggak?

Nah, Emaks sendiri punya akun media sosial apa saja nih? Twitter? Facebook? Instagram? Apa lagi, Maks?

Pastinya, untuk mendukung performa dan branding diri Emaks sebagai blogger, sebisa mungkin Emaks akan mempergunakan media sosial Emaks untuk mempromosikan blog. Betul?

Nah, kali ini kita akan bahas dulu salah satu media sosial yang banyak juga dipergunakan oleh blogger untuk meraih pembaca, membangun networking, dan juga sebagai senjata untuk branding. Yes, Twitter.

Kemarin saya sempat jalan-jalan, dan lihat. Ternyata masih ada lo yang belum mengoptimalkan profil media sosialnya sebagai branding diri sebagai blogger.

Masih banyak yang belum memanfaatkan profil Twitter-nya untuk merepresentasikan diri. Padahal, ada banyak bagian dari profil Twitter yang bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan diri kita lo.

Coba kita lihat yuk, Maks.

 

Optimalisasi profil Twitter

1. Header image

Sepertinya banyak ya yang belum punya header image Twitter yang representatif.

Padahal header image ini bisa banget kita manfaatkan untuk menaruh info-info tentang diri kita. Kan fungsinya hampir sama dengan Facebook Cover? Dan, orang (baca: calon klien/agency) akan selalu ke profile Twitter kita kalau mau ngepoin lo.

Header image Twitter ini berukuran 1500 px x 500 px, dan ini cukup banget lo, untuk memuat profil kita, Maks.

Yes, di header image itu, Emaks bisa tulis semua info; alamat blog, akun2 medsos lain, email, … apa lagi ya? Nomor WA? Bisa saja, jika Emaks memang confident.

Cukup efektif kan? So, jangan sia-siakan ruang sebesar 1500 x 500 pixel itu yes?

 

2. Bio

Jelas ini bisa banget kita manfaatkan utk memperkenalkan diri kita, Maks. So, jangan sia-siakan cuma buat naruh kalimat-kalimat puitis yang nggak merepresentasikan diri kita.

Misalnya, “Penjejak cinta yang merindui dirinya”.

*halah*
Makmin nggak bisa kasih contohnya nih. 😆 Ya, pokoknya Emaks tahulah ya, yang kayak gimana. Hahaha.

Sebaiknya, alih-alih bio puitis nggak bermakna seperti itu, lebih baik tuliskan saja siapa diri Emaks. Emaks pengin orang tahu Emaks sebagai siapa? Penulis? Translator? Ibu? Working mom?

Misalnya begini. Mom of 2 (3 yo & 15 mo). Parenting and food blogger. I love movies too!

Nah, dari 3 kalimat pendek tersebut, Emaks sudah “membuka” peluang untuk dilirik calon klien yang sesuai. Produk susu, misalnya? Bisa juga produk pangan kan? Juga bisa diundang nobar premiere film tuh. Ehe. Asyik!

Kalau blognya kebetulan masih diisi berbagai topik gimana? Ya, nggak apa-apa. Emaks kan kreatif. Pasti bisa membuatnya jadi cukup dalam bio deh 😀

Di bio Twitter, Emaks juga bisa mencantumkan komunitas-komunitas yang diikuti. Yang ngeheitz terutama ya. KEB mesti masuk ya, Maks!

Kok mesti gitu sih?

Iya, karena saat ada orang yang nge-hover username Twitter kita, yang pertama kali kelihatan itu bio. Bukan yang lain, Maks.

 

3. Pinned Tweet

Nah, kalau ada yang belum tercakup di bio (karena terlalu singkat), kita bisa manfaatkan Pinned Tweet ini.

Di Pinned Tweet ini bisa berisi:

  • tweet profile kita
  • blogpost terbaru.

Nah, jadi jangan sia-siakan juga “fasilitas” dari Twitter yang satu ini ya, Maks.

 

Yes, hanya dengan memanfaatkan 3 bagian Twitter ini saja, kita sudah bisa membuat profil kita (terlihat) lebih profesional. Oh iya. Jangan lupa foto profilnya juga ya. Jangan pasang yang terlalu alay deh ya. Hihihi. Pasang foto yang cantik dan terlihat profesional.

Nahh. gimana, Maks? Simpel aja kan, cara optimalisasi profil Twitter kita? Asal Emaks bisa mengenali per bagian dan fungsinya, semua bisa kita manfaatkan kok.

Yuuuk, yang mau nambahin or mau diskusi lebih lanjut, boleh loooo.

Pengin tau sih sebenarnya. Emaks semua punya akun Twitter sejauh ini dipakai untuk apa aja nih? Untuk ngeshare artikel blog Emaks? Untuk ngisi waktu? Untuk cari info? Untuk syarat lomba/kuis?