Rasanya istilah Search Engine Optimazion (SEO) sudah tidak asing lagi, apalagi di dunia blogging. Namun, ada beberapa hal yang masih membuat blogger bingung tentang hal yang berhubungan dengan SEO. Apa saja sih sebenarnya yang wajib diketahui oleh Blogger tentang SEO? Beberapa waktu lalu, di Group WhatsApp Emak Blogger, dilakukan sharing yang membahas serba serbi SEO dengan narasumber Mas Febriyan Lukito. Simak yuk untuk pengetahuan kita!

Serba Serbi SEO yang Perlu Emak Blogger Ketahui

Nggak bosan-bosan membahas SEO, ya Maks! Jadi, SEO adalah cara mengoptimalisasikan situs atau blog kita agar bisa masuk dalam mesin pencari (Search Engine). Lalu, mengapa sih blogger harus repot-repot belajar tentang SEO? Jawaban simple-nya, agar mendapatkan traffic blog yang lumayan stabil.

Jadi, dalam sehari, jumlah pencarian di Google sendiri bisa mencapai 3-4 juta per hari. Per detiknya kisaran 40rb-60rb. Misal saja kalau kita dapat 1% dari jumlah pencarian itu. Lumayan kan? Dan biasanya, orang mencari topik itu gak cuma sekali, Maks. Mereka bisa searchingberkali-kali. Jadi kalau ada yang datang lagi, blog kita akan akan mendapatkan trafficdi blog post yang sama. Nah, ini yang dimaksud traffic stabil versi Mas Ryan. Tanpa perlu menulis post baru, trafficsudah datang.

Post Lain Tentang SEO:  Traffic Blog Meningkat 

Oh iya, fokus pembahasan ini adalah SEO di Google ya. Karena memang Google sendiri masih menjadi raksasa di mesin pencari. Lebih dari 90% pencarian dilakukan menggunakan Google. Walaupun ada mesin pencari seperti Yandex, Bing dan lainnya. Namun, Google masih tetap menjadi mesin pencari nomor 1. Lebih baik kita keluarkan effort lebih ke yang paling besar kan?

Prinsip Search Engine Optimazation (SEO)

SEO sendiri pada prinsipnya ada 2, yaitu SEO On Page dan SEO Off Page.

  1. SEO Off Page artinya optimaliasasinya dilakukan di luar blog kita. Seperti jumlah share kita di media sosial, backlink ke blog kita, Authority kita.
  2. SEO On Page

Dalam sharing serba serbi SEO ini lebih mengupas tentang SEO On Page karena poin ini fokus kepada yang ada pada blogger dan blognya. Jadi, SEO On Page berada di bawah kontrol pemilik blog. Nah, hal-hal berikut yang menjadi catatan agar Setting Blog dapat SEO Friendly:

  • Mobile Friendly

Hal ini adalah suatu keharusan. Karena tidak bisa dipungkiri kalau kebanyakan pengguna internet sekarang ini banyak yang menggunakan mobile phone.Jika tampilan blog kita tidak nyaman dilihat dari HP, orang akan langsung closed blog kita. Blog Emaks sudah friendly belum?

Yuk di cek https://search.google.com/test/mobile-friendly

Sebaiknya memakai theme yang premium, karena support lebih optimal dan lebih update. Tapi, kalau belum mobile friendly dan Emaks cinta mati sama theme yang digunakan sekarang, khusus pengguna wordpress self hosted bisa memakai plugin mobile https://wordpress.org/plugins/wpto uch/

  • Keywords Research

Yang tidak kalah penting, bahkan salah satu faktor penting serba serbi SEO dalam SEO On Page adalah Keywords, kata kunci dalam blog dan tulisan kita. Nah, berikut tips yang bisa Emaks coba praktikkan ya:

  1. Long Tailed Keywords: daripada memakai keyword: “iphone” lebih baik pakai “iphone mati mendadak”.
  2. GunakanToolsuntuk Keyword Research

Tools ini bisa dicoba untuk keyword research lho, Maks

  • Google Search– masukkan satu kata, akan muncul suggested-nya.
  • Ubersuggest: www.neilpatel.com/ubersuggest/
  • Google Keyword Planner
  1. Pahami Search Intent dari user. Kenapa seseorang mencari sesuatu? Posisikan diri kita sebagai pencari. Dalam memilih keywords ini, kita harus jeli melihat berapa banyak yang mencari (demand) dan berapa banyak yang sudah menyediakan (supply). Artinya, semakin banyak supply, akan semakin sulit masuk di halaman pertama pencarian. Nah, kalau kita pakai keywordsyang demand-nya sedikit, kita akan cepat masuk di halaman pertama pencarian, tetapi traffic yang datang mungkin sedikit karena jarang yang mencari keywords tersebut.
  2. Jika kata kunci lebih dari satu, lebih baik digabungkan saja, selain bisa mentarget beberapa keywords sekaligus, Google akan membacanya sebagai related content daripada keywords semata. Jadi, lebih baik optimalisasi tulisan dengan gabungan beberapa keywords yang related. Misal, lagi menulis tentang cara membuat blog, gabungkan juga dengan menulis di blog, mendapatkan uang di blog. Ini masih related.
  3. Jika dalam 1 postingan yang dibuat ada 500 kata, keyword-nya boleh dimunculkan minimal 5 kali (1%) hingga maksimal 10 kali. Ini namanya keyword density.

Menulis SEO Friendly

Untuk membuat tulisan yang SEO friendly di blog, keyword yang menjadi target kita harus berada di beberapa hal ini nih:

  • Judul; Keyword yang ditempatkan di awal akan jauh lebih mudah diindeks oleh mesin pencari. Jadi, menyusun judul Maksimal 15 kata lalu masukkan keywords dan gabungkan dengan Viral Post Stucture.
  • URL; URL jangan terlalu panjangdan biasakan selalu mengedit URL ini agar tidak terpotong, terutama yang memakai blogspot. Pastikan URL-nya mengandung target keywords
  • Subheading (H2, H3, H4….); Ini merupakan sub judul dalam tulisan di blog kita. Usahakan memasukkan keywordsdi subheading ini.
  • Alt Teks Image
    • Saat upload gambar, usahakan naminggambar yang diupload sudah di-rename, jangan memakain IMGxxx…
    • Isi alt teks image dengan target keyword
    • Ukuran gambar jangan terlalu besar
    • untuk nama file gambar yang diupload, boleh pakai “-” seperti cara-memasak-ikan, tetapi di alt teks image jangan pernah memakai tanda baca apapun dan huruf kecil semua.
  • Meta Descriptions; Kalau Emaks memakai blogspot, letak meta descriptionsada di sebelah kanan kotak di bawah permalink. Kalau di wordpress ini adalah excerpt tulisan (kutipan).
  • Backlinks
    • External Links (trusted site); Usahakan setidaknya ada 1 link keluar yang terpercaya, seperti: Wikipedia atau media online yang terpercaya, jangan ke blog yang abal-abal. Karena, jika kita nge-link ke blog abal-abal, hal tersebut akan membuat postingan kita jelek.
    • Internal Links (reference); Masukkan link internal (ke postingan lain) di blog kita yang relevan dengan topic yang dibahas. Selain menurunkan bounce rate, langkah ini juga akan menambah kekuatan SEO blog kita. Selain itu, jangan menipu pembaca dengan memasukkan internal link yang sama berulang-ulang.

Boleh memberikan link ke top post yang sudah terindeks Google. Kita bisa melihat mana tulisan yang bagus ini di Google Analytics dan Search Console kita.

Tujuannya apa? “Nebeng” kepopuleran dari postingan itu. Tapi harus diingat ya, tulisannya harus relevan. Selanjutnya, untuk jumlah kata di setiap postingan, disarankan lebih dari 1000 kata, tepatnya 1200-an kata. Karena, Google akan mengindeksnya, dengan kata lain jika artikel yang kita buat panjang, berarti penjelasan lebih mendalam (kata kuncinya: penjelasan lebih mendalam).

Untuk Anchor text usahakan jangan ditulis: di sini atau di sana. Tapi masukkan keywords: Seperti misalnya: Baca juga: Tips Menulis SEO Friendly – ini dilink ke artikel terkait menulis SEO Friendly. Berkaitan dengan komposisi external vs internal, Mas Ryan memakai perbandingan 1:3, 1 external link diimbangi dengan 3 internal link.

Dalam sharing serba serbi SEO, Mas Ryan juga menyinggung sedikit tentang link dofollow dan nofollow.

Dofollow itu artinya kita memberitahu ke mesin pencari bahwa link yang kita masukkan adalah link bagus dan boleh di-follow, diikuti oleh si mesin pencari. Jika, kebanyakan link dofollow, bisa jadi blog kita akan dianggap spamming link oleh mesin. Triknya adalah dengan mengkombinasikan dofollow dan nofollow dengan baik. Apalagi kalau sponsored post dengan link, sebaiknya usahakan untuk link nofollow (aturan google sudah ada soal ini).

Dofollow dan nofollow adalah cara kita memberitahu ke mesin pencari bahwa link ini bagus dan boleh difollow apa gak. Kalau DO, mesin pencari itu akan menandai dan menaikkan “ranking” si link itu.

SEO itu bukan sekali proses. Ada blog yang bisa berhasil menerapkan SEO dalam waktu seminggu, ada juga yang berbulan-bulan. Inti dari serba serbi SEO sekarang ini sebenarnya ada di konten.

Yes, content is a king. Kalau kita bermain keyword dengan baik, tapi kontennya tidak bagus, Google juga tidak akan melirik. Dan untuk dapat konten yang bagus itu kuncinya: “menjawab pertanyaan pembaca – kira-kira apa sih yang dicari orang terkait topik yang mau kita tulis“.

***

Notulensi Sharing oleh: Ayaa, narablog di: https://www.cahayatheprinces.com