Akhir-akhir ini semakin banyak saja yang menjadikan blogging sebagai pekerjaan, profesi bahkan sebuah dream job ya? Hmmm, sebenarnya ngeblog ini benar-benar dream job nggak sih? Coba kita lihat, yuk, apa saja yang menjadikan orang bisa menganggap blogging ini sebagai dream job.

Kita bisa menjadi bos dari diri kita sendiri? Checked.
Kita bisa menyuarakan apa yang ada dalam pikiran kita? Checked.
Kita bisa menulis apa saja yang kita mau? Checked.
Bisa bekerja di mana saja, kapan saja, tak terbatas ruang dan waktu? Checked.
Dapat uang? Dapat handphone? Dapat merchandise? Dapat produk dari brand-brand terkenal? Checked.

Uwow! Kelihatannya sih gampang banget yah. Seenggaknya, kalau lihat semua yang checked di atas, nggak salah dong orang lantas menganggap ngeblog itu sangat menjanjikan sebagai pekerjaan. Tinggal nulis, publish, lalu simsalabim! Dapat tawaran job review, dapat uang, dapat gadget terbaru, dapat jalan-jalan gratis.

Jadi benarkah, dengan menjadi blogger kita akan gampang mendapatkan pemasukan? Benarkah ngeblog itu gampang?

Hmmm, the reality is, however, somewhat agak sedikit berbeda. Ada setidaknya 4 hal ini yang membuat ngeblog itu bukanlah pekerjaan yang ringan. Para blogger ini bahkan sampai berdarah-darah, sampai mata jadi mata panda, yang tadinya nggak ngopi jadi ketagihan kopi dan lain sebagainya.

Heuuu, lebay, Mak! Biarin! Hahaha.

1. Ada banyak hal-hal teknis yang harus dikuasai

Seperti, bagaimana memilih template yang tak hanya disuka oleh si pemilik blog, tapi juga nyaman di mata pembaca, bagaimana menaruh banner, bagaimana meng-insert foto dengan pas. Lalu bagaimana caranya memotret hal-hal yang mendukung tulisan dan menghasilkan foto-foto yang informatif dan enak dilihat, juga ringan loading-nya. Belum lagi yang sekarang lagi trend, membuat infografis.

Seorang blogger harus tahu ilmu fotografi, tahu ilmu desain grafis, tahu coding (meski sedikit sekali), dan juga tentunya, tahu bagaimana menulis dengan baik.

2. Money won’t come quickly and easily

Uang nggak datang begitu saja kepada para blogger. Begitu juga dengan semua gadget, semua perjalanan gratis, semua merchandise yang diterimanya. Apalagi untuk yang baru mulai ngeblog hari ini, nggak mungkin banget besok sudah ditawarin job review, atau sudah dikirimin Western Union dari Google, misalnya.

Semua itu tergantung pada kemampuan blogger sebagai seorang content creator, topik yang dipilih, kemampuan masing-masing blogger untuk menarik pembaca dan audiens, juga berbanding lurus dengan waktu dan tenaga yang kita habiskan untuk membangun ‘brand’ sebuah blog.

3. Ngeblog itu Menghabiskan Waktu

Coba deh, tanyakan pada blogger yang langganan juara lomba ngeblog. Berapa lamakah mereka memikirkan konsep tulisannya? Berapa lama mereka memotret foto-foto yang mendukung tulisannya? Berapa lama mereka harus riset data ini dan itu untuk membuat tulisannya lebih berisi?

Meski kebanyakan menjadi deadliners *eheum*, tapi bukan berarti sebuah tulisan yang bagus bisa dikerjakan hanya dalam waktu setengah jam. Belum lagi, saat mereka harus share tulisan-tulisan mereka di media sosial, harus blogwalking, harus ini itu. Ugh. Belum lagi para emak blogger nih. Lagi nulis, tiba-tiba si bocah rewel, atau harus urus suami dulu. Tahu-tahu deadline lomba lewat. Aaakk!

4. You really have to be passionate about it

Ngeblog memang kelihatannya ringan. Kita hanya perlu menulis sret sret sret, dan jadi. Lalu publish. Tapi apakah pernah terpikirkan bagaimana para blogger ini menggali ide tulisan, membuatnya menjadi postingan yang layak disajikan, layak dinilai (untuk yang ikutan lomba), dan juga kemudian layak menjadi patokan ilmu dan informasi bagi para netizen?

Sebelum memikirkan “mendapatkan uang” dari blog, coba tanyakan dulu ke diri sendiri. Mau nggak tetep ngeblog, meski nggak dapat uang? Karena ya itu tadi, uang nggak serta merta turun dari langit. Blogging bukan kerja kantoran, yang rutin tiap bulan ada gaji. Kalau lagi sepi ya sepiii sampai waktu yang lama. Kalau lagi banyak job, ya berdatanganlah itu rezeki.

Nah, kalau lagi sepi? Mau tetep nulis nggak? Karena kalau sepi terus males nulis, ya gimana mau ada rezeki datang? Gimana orang bisa lihat kita blogger yang aktif nulis, kalau update blog saja tiga bulan yang lalu? Jangan-jangan nanti kalau ditawarin job, ngerjainnya tiga bulan lagi. Nah loh. 😛

 

Blogger memang menjadi boss bagi diri mereka sendiri, tapi boss yang keras. Boss yang disiplin, boss yang demand pekerjaan yang berkualitas. Itu kalau mau menjadikan blogpost-nya berharga, hingga kemudian bisa menjadi dream job. Menjadikan blogging sebagai ‘job’ tentunya membutuhkan kerja keras dalam waktu bertahun-tahun, tidak bisa hanya dalam semalam.

Yah, sebaiknya sih ketimbang memikirkan blogging sebagai ‘dream job’ kenapa nggak memikirkannya sebagai ‘seni bersosialisasi’? The art of blogging, buat saya pribadi adalah dapat teman baru, dapat ilmu baru, dapat kesempatan mengembangkan diri yang lebih luas :). Nikmati prosesnya, jangan hanya melihat hasil. Dan kita akan tahu, sampai sejauh mana kita bisa meraih sukses. Bener nggak sih? *macak motivator*

Jadi, apakah ngeblog itu gampang? 🙂 *kedip-kedip* []