Bulan April ini, Mak Kanianingsih terpilih sebagai Blog of The Month. Yeaaay, selamat ya, Mak. Ibu dari Za dan Ra ini terlihat sangat humble ya kalau dilihat dari fotonya, makmin jadi penasaran ingin bertemu langsung, semoga suatu saat ada kesempatan ya, Mak Kania :).

Seperti biasa, postingan ini adalah sesi ‘wawancara’ makmin dengan Mak Kania. Tapi sebelum itu, yuk berkenalan dengan Mak Kania di rumah mayanya dan social media.

Blog               : www.petualanganzara.com, www.rumahmayakania.com, www.kaniadanbuku.blogspot.co.id, www.bersenangsenangdidapur.blogspot.co.id, www.kanianingsih.blogdetik.com, www.kompasiana.com/kanianingsih (dua blog terakhir sudah sangat jarang diisi)

Facebook    : Kania Ningsih

Twitter         : @kanianingsih

G+                  : Kania Ningsih

Linkedin       : @kanianingsih

Instagram    : @kanianingsih

Ya ampuuuun, ada empat blog yang aktif lho! *takjub*. Menjadi blogger yang merangkap seorang ibu (yang pastinya super sibuk) dengan dua buah hati yang sedang lincah-lincahnya pastilah tidak mudah. Yuk ah kita langsung saja obrolan makmin dengan emak yang satu ini.

12743886_10208561346092534_3427823108592759272_n

Mak Kania, kenapa memutuskan jadi blogger?

Karena saya banyak merasakan manfaat dari kegiatan ngeblog. Saya pernah mengalami masa yang sedikit sulit setelah melahirkan anak kedua. Melahirkan, tanpa asisten rumah tangga, sulit mengungkapkan pendapat dan minta tolong, sakit fisik (saya pernah terkena infeksi kelenjar getah bening setelah melahirkan anak kedua), mungkin itu gambaran saya saat itu. Walau tidak mengatasi sepenuhnya, menyalurkan hobi menulis di blog dapat menjadi terapi jiwa bagi saya. Dengan menulis di blog, saya mendapat banyak ilmu dan teman baru.

Menulis itu kadang perlu sumber rujukan dan seorang blogger dituntut membaca untuk mencari sumber rujukan. Saya juga ingin memanfaatkan fasilitas internet di rumah (suami memasang internet untuk keperluan kerjanya). Daripada sekedar facebookan, lebih baik saya menyalurkan hobi menulis di blog. Dengan semakin dihargainya blogger sebagai profesi, saya juga ingin mendapat manfaat dengan menerima tawaran kerjasama menulis. Jika saya bisa terus belajar ilmu blogging dan mengatur waktu dengan baik, saya bisa menjadikan blogging sebagai hobi yang menghasilkan.

Dari sekian banyak blog yang Mak Kania miliki, blog mana yang merupakan ‘blog perjuangan’ bagi Mak Kania?

Blog yang merupakan blog perjuangan adalah blog petualanganzara.com karena ini adalah blog pertama saya di blogspot dan masih ada sampai sekarang, setelah 2 blog sebelumnya ‘wafat’ tanpa saya bisa menyelamatkan tulisan-tulisan saya. Blog ini saya buat karena saya ingin menuliskan tumbuh kembang anak di blog, menceritakan keseharian dan pengalaman bersama anak yang bisa jadi kenangan buat mereka kelak ketika besar. Sekarang, saya masih ingin terus menuliskan pengalaman saya bersama dua anak saya walaupun saya bukan ahli parenting. Kalau ada yang bisa diambil pelajaran dari tulisan saya, ya Alhamdulillah. Kalau tidak, ya cukup saya menulis untuk diri sendiri.

Mak Kania kan sudah banyak menerbitkan buku ya, menurut Mak Kania, apa perbedaan mendasar menulis naskah buku dan ngeblog?

Seorang blogger sudah pasti mempunyai blog dan isi blognya bisa macam-macam tak hanya tulisan, misalnya video atau foto. Sedangkan seorang penulis belum tentu punya blog. Seorang blogger juga setidaknya punya pengetahuan untuk mempercantik blognya selain menulis, sedangkan penulis hanya fokus pada membuat tulisan. Kalau menulis di blog bisa langsung publish dan tulisan kita dibaca banyak orang, sedangkan kalau menulis buku harus melalui proses editing, cetak, dan distribusi, baru bisa sampai ke pembaca.

Menulis di blog juga bisa semau penulisnya tanpa memperhatikan tata bahasa dan semacamnya, sedangkan dalam penulisan buku sebaliknya. Tulisan di blog hanya bisa dibaca oleh mereka yang bisa mengakses internet. Sedangkan buku bisa dibaca siapapun termasuk yang tidak bisa mengakses internet. Itu mungkin ya perbedaannya menurut saya. Tapi keduanya sama-sama kegiatan menulis dan berbagi ilmu maupun pengalaman.

Sebagai orang yang pernah bekerja di penerbitan, suka terganggu dengan typo dan EYD yang kurang tepat yang bertebaran nggak, Mak? 😀

Saya juga sering melakukan typo karena menulis terburu-buru, misalnya karena anak keburu minta perhatian. Setelah dibaca ulang, ternyata gak enak juga ya baca tulisan yang banyak typonya. Untuk EYD, saya sendiri masih banyak belajar dan masih banyak yang belum saya ketahui. Karena sebenarnya background saya pun bukan tata bahasa Indonesia, melainkan administrasi perkantoran. Sedikit pengetahuan tentang menulis saya dapat karena membaca dan bergaul dengan penulis. Saya juga suka bingung menempatkan diri saat menulis di blog. Misalnya dalam kasus penggunaan tanda miring. Kalau dalam tata bahasa Indonesia tanda miring itu digunakan untuk beberapa hal, misalnya saat ada ungkapan asing. Sedangkan dalam ilmu blogging, tanda miring itu digunakan untuk memudahkan penelusuran kata kunci.

Apakah Mak Kania PASTI menulis setiap hari? Jam berapa biasanya? Ada ritual khusus saat menulis?

Saya punya komitmen sama diri sendiri untuk menulis satu tulisan dalam satu hari, kecuali hari libur. Kadang-kadang saya bisa memenuhinya dan kadang juga tidak. Dulu, saya bisa membuat draft di malam hari sebelum tidur menggunakan aplikasi note di smartphone. Lalu editing, publish dan blogwalking di pagi hari saat anak dan suami pergi menggunakan komputer. Namun karena sekarang sering merasa lelah dan ketiduran saat ngeloni anak, ritmenya jadi berubah.

Pagi hari saat anak dan suami pergi, saya baru menulis untuk blog sekitar jam 8 sampai jam 11. Di luar waktu itu, saya harus pintar bernegosiasi dengan anak. Makanya sekarang blogwalkingnya tidak sesering dulu, maafkan ya. Di hari libur saya biasanya libur ngeblog juga untuk menghabiskan waktu dengan keluarga, juga karena komputer di rumah dipakai suami jika hari libur.

Saat menulis, saya lebih suka suasana yang tenang agar lebih konsentrasi dan seringkali ditemani hanya dengan segelas kopi hangat. Kalau siang hari tulisan belum selesai tapi otak sudah mulai hang, saya biasanya pergi mandi. Setelah itu, badan biasanya terasa segar kembali.

11990443_1052463554777626_7053345761433961884_n

Di blog yang bercerita tentang Za dan Ra, apakah dua malaikat kecil itu tahu ada blog khusus tentang mereka? Bagaimana pendapat keduanya?

Kalau Za sudah tahu, sudah ngerti kalau saya menulis tentang Za dan Ra di blog. Kalau saya minta waktunya sedikit untuk menyelesaikan sebuah tulisan, Za juga mau mengerti. Za kadang suka mantengin saya yang lagi di depan komputer. Kalau saya minta ijin Za untuk menuliskan tentang dia di blog, Za manut-manut aja, “Yaudah, gapapa” jawabnya.

Za dan Ra paling senang kalau saya dapat hadiah lomba, mereka jadi bisa ikut menikmati. Kadang-kadang saya perlihatkan tulisan tentang mereka berdua ke Za. Kalau Ra, masih belum sepenuhnya mengerti kalau saya menuliskan tentang dia, pun ketika saya meminta waktunya sebentar untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Pertanyaan ini jadi mengingatkan saya, untuk lebih banyak mengenalkan blog ini sama Za dan Ra dan minta ijin mereka lebih dulu sebelum menulis. Karena selama ini saya lebih banyak menulis langsung tanpa minta ijin mereka.

Sering ikut lomba (dan menang) kan ya, Mak, apa sih niatnya saat ikut lomba blog? Ada tips khusus nggak nih, Mak?

Seringnya ikut lomba dengan niat untuk melatih tulisan, mengisi blog, dan ikut meramaikan lomba. Saya juga jarang bisa ikut acara blogger, jadi saya memaksimalkan diri menulis dari rumah, salah satunya dengan mengikuti lomba. Kadang-kadang karena ingin memenangkan hadiahnya juga, tapi ternyata gak enak ya kalau gak menang, jadi kecewa. Jadi sekarang kalau ikut lomba nothing to lose aja, yang penting sudah berusaha dengan baik sesuai kemampuan. Itu tipsnya. Rejeki dari Allah SWT itu sudah tertulis.

Bahkan kadang saya ikut lomba tanpa niat (aduh, jangan ditiru ya), karena punya tema tulisan yang sesuai ya ikut lomba. Seperti saat ikut lomba dengan tema “berdua Jadi hebat” dari salah satu brand susu. Saya ikut lomba tersebut tanpa melihat hadiahnya. Yang saya perhatikan adalah temanya tentang pekerjaan yang dilakukan bersama menjadi lebih baik. Saya mengangkat tema kekompakan Za dan Ra dalam membantu ibunya, dan Alhamdulillah jadi juara. Setelah itu, saya sempat bingung karena hadiahnya adalah tiket. Untungnya sih suami ternyata mau diajak liburan.

Pertanyaan ini mengingatkan saya untuk kembali menancapkan niat sebelum melakukan sesuatu. Dalam agama, niat itu adalah awal suatu perbuatan akan bernilai pahala atau tidak. Terimakasih diingatkan, seriously!

Apa pencapaian yang ingin diwujudkan Mak Kania sebagai seorang blogger?

Sebenarnya beberapa saat sebelum mendapat kejutan sebagai Blog of The Month dari KEB, saya sempat terpikir untuk mengurangi aktivitas saya ngeblog karena rasanya anak-anak semakin butuh perhatian dan didengarkan. Saya suka merasa bersalah saat meminta waktu mereka untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Jadi, saya hanya ingin tetap bisa menulis sambil mengurus keluarga.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan tapi menulis adalah dunia yang saya cintai saat ini. Saya ingin tulisan saya lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, sehingga ada nilai ibadahnya.

Pencapaian yang ingin diwujudkan justru dalam hal lain tapi ada kaitannya dengan blog. Saya suka berpikir, apakah mungkin ada tulisan-tulisan di blog yang bisa diterbitkan sebagai buku. Atau, dengan latihan menulis selama ini di blog, apakah sudah cukup bagi saya untuk bisa menerbitkan sebuah buku lagi. Mohon doanya semoga bisa terwujud.

Bagaimana peran social media bagi seorang blogger menurut Mak Kania?

Sosial media bisa menghubungkan blogger dengan pembaca, sesama blogger, bahkan dengan advertiser. Jadi menurut saya sosial media sangat berperan untuk seorang blogger. Jika tulisan kita ingin dibaca dan dirasakan manfaatnya buat orang lain salah satu caranya ya dengan men-share tulisan kita di media sosial. Bahkan, seringkali advertiser melihat seorang blogger dari berapa banyak followernya di media sosial. Tapi, kembali lagi ke masing-masing blogger. Kalau saya, rasanya senang kalau bertemu dengan orang yang sama-sama menggeluti dunia blogging dan penulisan. Tak jarang saya menemukan mereka di media sosial.

Sejauh ini, apa pengaruh baik komunitas (khususnya KEB) bagi Mak Kania? Kritik dan saran untuk KEB dong, Mak 🙂

Menjadi anggota komunitas blogger sangat banyak manfaatnya buat saya. KEB adalah komunitas blogger pertama saya. Saya banyak berlatih menulis di sini dengan mengikuti berbagai lomba menulis yang infonya saya dapat dari grup KEB. Saya sebenarnya tidak terlalu percaya diri saat men-share tulisan di grup. Namun karena ingin maju, saya mengesampingkan dulu perasaan itu.

Berbagai informasi event blogger kerjasama komunitas dengan brand juga bermanfaat dalam membesarkan seorang blogger. Selain dapat ilmu, rejeki, juga blogger makin dikenal oleh brand. Saran saya untuk KEB, seperti yang pernah diungkap sebelumnya, anggota berkontribusi menyumbang tulisan untuk web KEB minimal satu selama menjadi anggota.

Saya rasa KEB juga bisa menerbitkan buku loh. Untuk awal mungkin bisa berupa antologi tulisan-tulisan yang ada di web KEB atau iuran tulisan dari anggotanya. Barangkali bisa menjadi salah satu jalan untuk pembiayaan komunitas. Maaf kalau sarannya berlebihan, karena saya sendiri belum banyak berkonstribusi buat KEB.

***

Wah, usul Mak Kania boleh juga tuh, perihal setiap anggota KEB menyumbang tulisan di web KEB, ayo semuanyaaaa setorkan artikel sekarang juga ya! hihihihi. Terima kasih banyak ya, Mak, untuk kesediaannya ngobrol ngalor ngidul, dan juga masukan-masukannya untuk KEB. Senang rasanya memiliki Mak Kania sebagai bagian dari keluarga KEB. Teruslah menginspirasi dan berbagi dengan ngeblog ya, Mak ;).