Hai Maaaak, jumpa lagi dengan BoTM yang terlambat karena keasyikan libur Lebaran nih hehehehe. Maafkan yaa.

Yuk ah, kita langsung ngobrol-ngobrol aja bersama Mak Eni yang keren banget ini. Penulis yang satu ini bukunya sudah lebih dari 20 lho, salah satunya bahkan sudah difilmkan. Dan meskipun sibuk dengan 3 buah hati dan bisnis online shop, Emak yang satu ini rupanya tetap bisa rajin ngeblog di www.duniaeni.com. Kok bisaaaa? Mari kita simak rahasianya ;).

**

wardahkarya

Mak Eni, alasan utama menjadi blogger apa sih?

Pertama ingin berbagi hal-hal sederhana yang saya ketahui, seperti Mpasi Pendar-dunia perbukuan, dll. Selanjutnya biar tetap terjaga kontinyunitas dalam menulis, memperluas silaturahmi dan menghasilkan materi jika bisa.

Sejak kapan mulai aktif ngeblog?

Sebenarnya sejak tahun 2010 tapi benar-benar aktif ya pertengahan Desember 2015

Dengan kesibukan bersama Lintang, Pijar dan Pendar, kapan biasanya waktu ngeblog Mak Eni?

Curi-curi waktu kalau di siang hari (menyicil sedikit-sedikit draftnya), dan begitu Pendar tidur malam sekitar pukul 9 malam-10 malam baru start ngeblog, BW.

Berapa lama biasanya Mak Eni menyelesaikan sebuah postingan blog?

Tergantung ide yang datang saat itu, jika ide sedang mulus bisa 1 jam-ngedit foto 1 jam. Dua jam beres, tapi kalau ide sedang tidak bersahabat bisa satu hari baru selesai.

Inspirasi untuk ngeblog biasanya dari mana saja, Mak?

Bisa datang dari membaca buku, jalan-jalan, melamun atau ngorbol dengan suami-teman, atau juga saat bermain dengan anak-anak. Karena saya sering nulis parenting, idenya dari anak-anak itu banyak banget. Entah, dari cerita Lintang dan Pijar di sekolah, dari keseharian Pendar, dll.

Ada postingan paling berkesan (menuai kontroversi misalnya, atau dikomentari paling banyak, dsb)?

Kontroversi itu yang tentang cerita anak saya dibully salah seorang wali murid dengan menuduh anak saya mencuri kartu mainan anaknya, kalau yang banyak dikomenin yang resep masakan Cireng Buat Bocil.

wardahkeluarga

Apa pencapaian tertinggi yang diperoleh Mak Eni sebagai seorang blogger?

Karena saya baru terhitung aktifnya masih unyu, pencapaian yang tertinggi yaitu menang dalam blog competition Morinaga karena ini banyak yang bilang sulit dan terpilih sebagai Blog of The Month Juli 2016 oleh KEB.

Mak Eni, bagi tipsnya dong, Mak, bagaimana caranya tulisan kita bisa dibukukan (dan bahkan difilmkan)?

  • Kalau untuk dibukukan sebaiknya pelajari dulu penerbit mana yang ingin kita tuju untuk mengetahui kriterianya-cocok tidak tulisan kita dengan penerbit tersebut.
  • Mempelajarinya dari buku atau novel-novel yang sudah penerbit tersebut terbitkan.
  • Setelah memahami kriterianya, garap naskah sebaik mungkin. Bila belum yakin atau sebagai pemula bisa dengan menggunakan buku atau novel sejenis pendamping sebagai gambaran.
  • Setelah naskah fix, mintalah teman atau oranglain yang suka membaca dan memahami buku untuk membaca naskah kita dan memberi masukan.
  • Begitu merasa yakin semuanya oke, hubungin redaksi penerbit dengan menelepon atau jika bisa bertemu langsung dengan pihak redaksi (biasanya editor) untuk konfirmasi kalau kita mengirim naskah. Tujuannya agar naskah kita tidak tertumpuk lama dengan naskah-naskah lain, atau mungkin menunggu antrian bertahun-tahun hehehe.
  • Terakhir menunggu kabar baik dari penerbit sambil banyak-banyak berdoa.

Sementara kalau naskah difilmkan:

Karena novel saya yang baru difilmkan satu judul, seharusnya dua tapi karena dulu kondisi saya sedang tidak aktif di sosmed (masa-masa alm sakit) 2 atau 3 bulan ya, email dari PH untuk memfilmkan novel saya: Sekretaris Dodol Mencari Cinta, dibatalkan karena kesulitanย  menghubungi saya dan mereka tengah kejar tayang. Jadi saya sepertinya tidak punya tips khusus yang special agar buku difilmkan.

Mungkin dengan menulis yang trend pasar seperti komedi-horor atau kisah yang mudah boom disukai masyarakat kita. Kalau novel saya yang difilmkan itu langsung dicari PH di toko buku, tapi sebenarnya kalau penulis yakin novelnya layak difilmkan bisa kok dengan menghubungi PH langsung. Biasanya nanti ketemuan dengan pihak PH, kita menyerahkan novel yang ingin difilmkan, untuk selanjutnya akan mereka review layak atau tidaknya.

Kalau lagi males ngeblog atau menulis, tipsnya apa nih, Mak, untuk mengembalikan semangat?

Biasanya saya off dulu, cari kegiatan yang menginspirasi buat bahan tulisan, seperti piknik-main sama anak-ketemu temen-temen. Biasanya akan ketemu sesuatu yang wajib ditulis.

Bagaimana peran social media bagi seorang blogger menurut Mak Eni?

Sangat penting. Karena dari sosmedlah lahir blogger-tumbuh blogger untuk menulis dan menyebarkan kepada publik tanpa batas jarak dan waktu. Bahkan sosmed lah yang bisa membuat blogger bak selebriti hehehe.

Sejak kapan gabung KEB, Mak?

Huhuhu..aku lupa, Mak. Tapi seingatku sudah lama sekali saat blogger belum meruyak. Hanya saja aktifnya dengan kontinyu dan ikut even-even yang diadakan KEB baru pertengahan Desember 2015

Sejauh ini, apa pengaruh baik komunitas (khususnya KEB) bagi Mak Eni?

Sangat banyak pengaruh positifnya, kemajuan saya di dunia blogger diawali dari KEB.

Kritik dan saran untuk KEB dong, Mak ๐Ÿ™‚

Haduwww, apa ya kritiknya (salting). Ehmmm, sejauh ini belum ada ya, Mak, yang bisa aku kritik dari KEB. Karena sejauh ini akuย  merasa nyaman, berasa dalam keluarga besar di KEB. Tapi kalau masukan mungkin ada sedikit masukan, bagaimana kalau KEB membuat kelas-kelas belajar ngeblog online dari emak-emak yang berprestasi. Misalnya: Bulan ini ada yang berpretasi menang lomba 2-3x bisa deh dibikin kelas, kita semua bisa tanya tips dan segala macamnya.

**

Gimana? Mau coba rahasia Mak Eni untuk menulis dan ngeblog? Kalau masih mau ngobrol-ngobrol dengan Mak Eni, catat akun medsosnya sebagai berikut, Mak:ย Facebook: Duniaeni,ย Twitter & IG: @duniaeni.

Sukses terus untuk Mak Eni ya, teruslah menginspirasi dan berbagi dengan ngeblog, dan semoga novel-novel (dan film) berikutnya akan segera lahir ya, Aamiin.