ditulis oleh Irawati Hamid – www.irawatihamid.com

**

Saya adalah seorang wanita yang suka banget ikut arisan. Saat ini setidaknya ada 3 jenis arisan yang saya ikuti. Yang pertama adalah arisan uang yang saya lakukan bersama teman-teman kuliah, yang kedua adalah arisan alat-alat rumah tangga yang saya lakukan bersama ibu-ibu kompleks di sekitaran rumah mama, dan yang ketiga adalah arisan link yang saya lakukan bersama teman-teman blogger.

Bila ditanya sejak kapan saya menyukai aktivitas yang identik dengan wanita dan ibu-ibu ini, maka saya pun bingung menjawabnya. Sepertinya saya mulai tertarik dengan kegiatan menyenangkan ini adalah saat masih duduk di bangku SMA deh, karena saat itu ada beberapa teman di kelas saya yang menyelenggarakan arisan. Nilai setornya kecil sih, tapi bila dikali banyak peserta, hasilnya bisa dipake jajan sebulan. Namun sayangnya saat itu saya tidak ikut berpartisipasi dalam arisan tersebut. Uang jajan saya tidak cukup untuk membayar iuran arisan, hiks :(.

Maka ketika saya sudah tamat kuliah dan mendapatkan pekerjaan, saya langsung bergabung dengan tim arisan yang dibentuk oleh teman-teman kantor. Uang arisan yang saya dapatkan pada saat itu saya gunakan untuk membeli handphone keluaran terbaru.

Dan sejak saat itu saya semakin ketagihan mengikuti arisan. Beberapa barang yang harganya mahal berhasil saya miliki setelah mengikuti arisan. Dari pada minjam atau ngutang buat membeli sesuatu kan lebih baik menabungnya via arisan, hehehe. Inilah salah satu alasan yang membuat saya terus mengiikuti arisan hingga kini.

Bagi saya yang sangat menyukai kegiatan arisan, bukan hanya kesenangan yang saya dapatkan saat ikut arisan namun kegiatan ini memiliki banyak manfaat, diantaranya:

Merekatkan tali silaturahmi

Berangkat dari ketidaknyamanan hubungan saya dan teman-teman kuliah yang semakin renggang, iseng-iseng saya melempar kata pada teman-teman. Saat itu saya SMS mereka untuk menanyakan bagaimana nasib persahabatan kami yang nampaknya semakin lama semakin renggang? Saya mengajukan opsi untuk membentuk tim arisan guna mengeratkan kembali persahabatan kami yang mulai renggang. Alhamdulillah teman-teman menyambut gembira usul saya. Dengan mengikuti arisan yang dilakukan sebulan sekali, kami pun bisa saling bertemu dan melepas kangen yang otomatis akan merekatkan kembali tali silaturahmi yang nyaris terputus.

Sebagai sarana menabung

Jujur saja saya adalah seseorang yang agak susah menabung. Maka salah satu cara saya menabung adalah dengan mengikuti arisan. Alhamdulillah, uang yang saya dapatkan saat arisan bisa saya gunakan sebagai dana deposito atau membeli barang-barang yang harganya lumayan.

Melatih kesabaran

Setiap peserta arisan tentu memiliki kepentingan masing-masing dan pengen namanya yang duluan jatuh saat arisan dikocok. Karena persamaan kepentingan inilah kesabaran dari masing-masing peserta diuji. Bila sedang butuh uang dan bertepatan dengan itu namanya jatuh pada saat dilakukan pengundian, jelas Alhamdulillah banget dong, tapi bagaimana bila sedang butuh namun namanya tak kunjung jatuh saat pengundian? Maka bersabar adalah hal yang harus dilakukan.

Melatih kedisiplinan diri dan meningkatkan rasa tanggung jawab

Mengikuti arisan juga dapat melatih kedisiplinan diri. Kita dipaksa untuk menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan agar tidak telat membayar iuran arisan. Kewajiban membayar iuran setiap bulan perlahan-lahan membuat rasa tanggung jawab kita akan terasah dengan sendirinya.

Oh iya, melalui tulisan ini saya juga ingin berbagi tips aman mengikuti arisan (adakalanya orang malas ikut arisan karena sebagian peserta yang sudah menerima dana menjadi malas atau enggan membayar iuran arisannya di bulan berikutnya. Alhamdulillah kejadian ini tidak pernah menimpa saya dan kawan-kawan). Berikut beberapa tips aman mengikuti arisan ala saya:

  1. Pilihlah teman arisan yang dapat dipercaya (sebisa mungkin orang yang dikenal baik). Inilah hal yang paling penting yang harus dilakukan saat memutuskan untuk ikut arisan. Melaksanakan arisan dengan orang-orang yang kita percaya membuat kita tenang saat menjalaninya. Tak akan ada cerita teman yang sudah mendapatkan uang/barang arisan kabur dan ogah membayar lagi. Sejauh ini alhamdulillah saya dan teman-teman berhasil melalui arisan kami hingga selesai. Sekarang kami sudah memasuki periode kelima (arisan yang saya lakukan bersama teman-teman sudah berjalan kurang lebih empat tahun).
  2. Pilih tenor arisan yang tidak terlalu lama (maksimal setahun dalam satu periode arisan). Jangka waktu yang terlalu lama biasanya akan membuat peserta menjadi malas membayar terlebih bagi peserta yang sudah mendapatkan uangnya. Menurut saya tenor ideal arisan adalah 10 bulan. Mau sebanyak apapun pesertanya, waktunya tetap sepuluh bulan. Bila ada dua puluh nomor yang harus diundi, maka setiap pengundian akan ada dua nomor yang keluar, bila tiga puluh nomor maka setiap pengundian akan ada tiga nomor yang keluar, begitu seterusnya.
  3. Pilih nominal yang sekiranya tidak memberatkan. Nominal yang terlalu besar akan memberatkan peserta. Pada arisan yang saya ikuti, satu nomor undiannya adalah Rp. 500.000,- tapi kami tidak membatasi apabila ada satu orang peserta yang ingin mengambil beberapa nomor sekaligus. Asalkan ia mampu membayar, bagi kami tak masalah ia mengambil berapa nomor pun.
  4. Anggaplah iuran arisan sebagai utang yang wajib dibayar setiap bulan. Agar tidak malas membayar arisan maka anggaplah arisan sebagai utang yang wajib dilunasi. Bila hal ini sudah tertanam dalam hati maka yakin dan percaya peserta arisan tidak akan ada yang bandel dan ogah membayar iuran.

Itulah empat hal yang harus dilakukan agar kegiatan arisan berjalan lancar dan semakin menyenangkan bagi pesertanya. So, bila ada pertanyaan yang diajukan pada saya tentang seberapa pentingkah ikut arisan? Maka jawaban saya adalah lumayan penting. Kalau kamu bagaimana, apakah memiliki pendapat yang sama dengan saya? 🙂

 

 

**

Pic source: http://christasia.blogspot.co.id