Saat ini kebijakan perusahaan yang ramah keluarga (family friendly) semakin dibutuhkan. Hal ini mengingat semakin banyaknya karyawan perusahaan yang juga berperan sebagai orangtua. Sementara peran orangtua sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak-anak, terutama dalam 1000 Hari Pertama (1000 HPK).

Pentingnya kebijakan perusahaan untuk dukung optimalisasi tumbuh kembang anak inilah yang menjadi topik diskusi yang diadakan oleh Danone Indonesia pada hari Selasa, 29 Agustus 2017. Diskusi yang diadakan di Double Tree Hotel Jakarta ini menghadirkan pakar dan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Rohika Kurniadi Sari, SH. MSi – Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan, Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak RI, Arif Mujahidin – Communicaions Director Danone Indonesia, Dr. dr. Rini Sekartini SpA(K) – Dokter Spesialis Anak & Konsultan Tumbuh Kembang, Luhur Budijarso – Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak (APSAI) dan Evan Indrawijaya – Direktur HR Danone ELN Indonesia.

cuti 6 bulan untuk karyawan hamil dan melahirkan

 

Arif Mujahidin dalam sambutannya menjelaskan, kebijakan perusahaan menjadi faktor eksternal untuk mendukung 1000 HPK. Oleh karenanya Danone Indonesia selalu berkomitmen untuk mendukung upaya tersebut, yang diwujudkan dalam sebuah kebijakan Parental Policy, yang sejalan dengan visi Danone.

Parental Policy Danone Indonesia selain diwujudkan dalam bentuk pemberian fasilitas kesehatan lengkap untuk seluruh karyawan dan keluarga, juga pemberian cuti 6 bulan untuk karyawan hamil dan melahirkan dan cuti 10 hari untuk karyawan yang istrinya melahirkan. Cuti 6 bulan untuk karyawan hamil dan melahirkan ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Danone Indonesia karena dalam UU Ketenagakerjaan tahun 2003, cuti hamil dan melahirkan untuk karyawan diberikan selama 3 bulan. Menurut Ibu Rohika, adanya UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 pasal 82 yang mengatur mengenai cuti hamil dan melahirkan, menjadi bukti bahwa negara hadir sebagai dukungan untuk 1000 HPK.

WhatsApp Image 2017-09-06 at 12.57.16

WhatsApp Image 2017-09-06 at 12.57.17

Luhur Budijarso, Ketua APSAI, sangat mengapresiasi pemberian cuti 6 bulan untuk karyawan hamil dan melahirkan yang dilakukan oleh Danone Indonesia. Menurut beliau, Danone merupakan perusahaan member APSAI yang pertama kali menerapkan kebijakan tersebut. Luhur mengatakan bahwa anak merupakan pemangku kepentingan (stake holder) yang penting bagi dunia usaha. Kebijakan Danone Indonesia untuk memberikan cuti 6 bulan untuk karyawan hamil dan melahirkan merupakan salah satu contoh kebijakan manajemen yang mendukung tumbuh kembang anak.

Sebelum menerapkan kebijakan Parental Policy, Evan Indrawijaya mengakui bahwa Danone Indonesia melakukan pilot project terlebih dahulu. Hasilnya ternyata sangat memuaskan karena jumlah karyawan yang resign setelah melahirkan menurun, ikatan (bonding) karyawan ke perusahaan semakin tinggi dan produktivitas karyawan semakin meningkat karena memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk bekerja. Evan menegaskan bahwa pemberian cuti 6 bulan tersebut tidak mengurangi hak-hak karyawan seperti gaji, jatah cuti dan tunjangan-tunjangan lainnya.

WhatsApp Image 2017-09-06 at 12.58.18

Selain cuti hamil dan melahirkan, sebagai bentuk komitmen dukungan untuk 1000 HPK dan tumbuh kembang anak secara optimal, Danone Indonesia juga menyediakan Klinik Laktasi di setiap kantor dan pabrik Danone, daycare di momen tertentu seperti Lebaran dan Duta Gizi yang bertugas untuk memastikan ibu memberikan nutrisi yang baik dari sejak anaknya dalam kandungan. Ini sejalan dengan penjelasan yang diberikan oleh Dr. dr. Rini Sekartini SpA(K) bahwa 1000 HPK dimulai sejak fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari).

Semoga ke depannya makin banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan ramah keluarga dan memiliki komitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak seperti yang dilakukan oleh Danone Indonesia.

Semoga Indonesia ramah anak segera terwujud.