ditulis oleh Shanty Dewi Arifin – www.shantystory.com

“Apaan sih emak-emak kok ya ribut amat memperjuangkan Me Time?”

“Coba lebih banyak bersyukur atas segala nikmat daripada ribut nodong waktu Me Time.”

Gondok nggak sih, kalau kebutuhan kita dianggap seperti itu oleh orang lain yang tidak berada di posisi kita.

Tapi sebelumnya, mari kita menyamakan persepsi dulu mengenai apa yang dimaksud dengan Me Time. Di jaman sekarang, di mana banyak wanita memiliki karir di luar rumah, tiba-tiba kebutuhan Me Time seperti barang jualan yang laris.

Me Time menjadi waktu jeda dari kewajiban di kantor dengan kewajiban kepada keluarga di dalam rumah. Maka, ramailah perusahaan melihat peluang ini. Mulai dari tawaran perawatan di salon, ngupi-ngupi cantik di cafe, kursus-kursus singkat, shopping bareng, traveling, dan lain-lain.

Berkembanglah Me Time menjadi kegiatan berbiaya mahal yang harus dibayar oleh para wanita yang telah lelah mencari segenggam berlian.

Tapi apa benar seperti itu? Memangnya emak-emak yang berkutat dengan urusan domestik tidak perlu Me Time juga? Wah jangan salah, malah lebih perlu loh.

Me Time bisa disimpulkan sebagai kebutuhan untuk merecharge energi yang mungkin mulai menurun. Kita perlu melakukan sesuatu untuk kebahagiaan diri sendiri. Bukan sekedar untuk melayani kebutuhan atasan di kantor atau tanggungjawab pada keluarga. Kita perlu waktu untuk benar-benar mendengar suara hati kita yang terdalam.

Ada beragam cara emak-emak menggunakan waktunya untuk ber-Me Time ria. Dan tidak harus mahal juga kok. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Melakukan hobi

Wah ini paling seru dan dijamin menaikkan semangat berkali-kali lipat, kalau tidak malah keasyikan berlama-lama melakukannya. Ada yang suka memasak, semangat mengisi waktu me time-nya dengan mengikuti kursus memasak atau mencoba resep baru di dapur. Ada yang suka berkebun, lebih memilih sibuk dengan tanamannya di halaman. Sebelumnya pastikan dulu apa hobi emak-emak. Jangan sekedar ikut-ikutan saja.

2.  Berkumpul bersama teman-teman

Me time itu tidak berarti kegiatan yang perlu dilakukan sendirian. Banyak orang yang merasa lebih nyaman jika bergabung dengan kelompok yang memberinya kenyamanan. Sahabat-sahabat teman sekolah, geng tetangga yang seru, teman sekomunitas dan hobi yang sama, bisa jadi alternatif menghabiskan waktu me time dengan produktif.

3. Merawat tubuh

Namanya juga perempuan, merasa cantik itu membuat hidup terasa lebih indah. Menyediakan waktu untuk merawat diri itu bisa sangat asyik. Tidak selalu harus ke salon dengan paket SPA lengkap seharian kok. Cukup dengan memanggil tukang lulur langganan ke rumah atau bersantai sebentar sambil merendam kaki dengan air garam hangat sambil menikur pedikur, bagi sebagian orang terasa cukup membangkitkan semangat baru.

4. Mencoba hal baru

Bosan dengan rutinitas itu memang melelahkan jiwa raga. Memberanikan diri mencoba hal baru dan menantang seru loh buat di coba. Siapa tahu kita menemukan bakat terpendam yang tidak kita sangka-sangka.

5. Mencari uang

Serius loh, ada yang begitu cintanya pada uang sampai me time-nya pun bisa menghasilkan uang. Keren banget ya. Ini contohnya emak-emak yang hobi menulis, eh tulisan curhat ternyata bisa menghibur banyak orang. Ada juga yang hobinya shopping sambil traveling, eh sempat-sempatnya menjadikan hal itu sebagai jasa penitipan barang untuk teman-teman yang memerlukan. Sambil menyelam minum air judulnya.

6. Berkumpul dengan orang-orang tersayang

Sering kali para emak lebih banyak terfokus dengan melayani orang lain dan melupakan kebutuhannya sendiri untuk dilayani. Terkadang kebersamaan dengan keluarga akan terasa begitu berharga ketika diisi secara berkualitas. Misalnya dengan mengobrol terbuka santai dengan pasangan sambil ditemani segelas teh hangat seperti di iklan. Nggak harus ngupi di cafe mahal itu kok.

Bisa juga menikmati masakan dan pijatan suami,  sekedar curhat santai dengan orang tua, atau menikmati bermain dengan anak-anak tanpa dibebani kewajiban lain.

7. Mendekatkan diri pada Tuhan

Setelah selalu hidup dalam keriuhan, ada saatnya kita merasa perlu benar-benar mendengar suara hati terdalam dengan mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Kegiatan yang sebenarnya bisa tanpa biaya ini – cukup sekedar bangun di tengah malam dan melantunkan doa yang tulus dengan bersimpuh di hadapan-Nya, mampu memberikan energi yang dahsyat. Energi yang kita perlukan untuk siap menghadapi setiap masalah yang hadir dalam kehidupan.

 

Ya begitulah. Me Time memang sangat personal sesuai gaya dan kepribadian masing-masing. Kenalilah diri sendiri untuk bisa mendapatkan me time yang produktif.

Selamat ber-Me Time Emak Blogger. Because you deserved it!

 

Blogpost Me Time-nya Emak-emak Blogger ngapain ya? Merupakan tulisan kedua #KEBloggingCollab untuk kelompok Siti Nurbaya

Shanty Dewi Arifin adalah seorang emak blogger dengan anak usia 10 dan 7 tahun yang tinggal di Bandung