Akhir-akhir ini banyak tersiar kabar tentang kematian ya, baik di televisi maupun surat kabar. Dan kebanyakan adalah kematian yang sangat tragis, seperti kecelakaan, perampokan dan pembunuhan. Berita-berita tentang kematian itu membuatku merenung, kematian memang merupakan suatu misteri.

Beberapa tahun lalu, ada seorang ibu yang bercerita kepadaku saat kami sedang sama-sama menunggu anak kami pulang sekolah. Ibu itu bercerita kalau dia pernah mengalami kecelakaan motor dan terluka parah. Dia akhirnya dirawat di rumah sakit, selama 3 bulan mengalami koma. Keluarganya sampai putus harapan dan sudah memesan sebuah peti mati untuknya. Ibu ini sendiri dalam koma itu seakan bermimpi, bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan memegang sebuah buku besar. Wanita itu berkata kepadanya,” Pulanglah, belum waktunya kamu di sini.” Dan akhirnya si ibu ini bisa tersadar dari komanya dan masih hidup sampai sekarang. Peti mati itu akhirnya dipakai oleh ibunya beberapa tahun kemudian, yang meninggal terlebih dahulu, karena memang sudah lanjut usia.

Cerita lain, seminggu yang lalu, suamiku mendapat kabar bahwa temannya meninggal dunia karena diabetes.  Suamiku terkejut mendengar kabar itu karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda tentang sakitnya itu. Meski bukan teman dekat, tetapi pernah beberapa kali bertemu tak sengaja saat jalan-jalan. Ternyata akhirnya tersiar kabar kalau temannya menjadi korban pembunuhan dengan motif hutang piutang. Jalan ceritanya sendiri masih simpang siur diberitakan di koran dan juga dari mulut ke mulut, entah mana cerita yang sebenarnya terjadi. Temannya ini meninggal bertepatan dengan hari ulang tahunnya, miris sekali…

Teman, kematian memang tak bisa dielakkan, semua manusia pada akhirnya akan mengalaminya. Hanya Tuhan  yang tahu, kapan kita akan “dijemput.” Jika memang belum waktunya, tentu kita masih bisa merasakan kehidupan ini. Seperti cerita seorang ibu di atas tadi yang ternyata masih diperkenankan untuk melanjutkan kehidupannya pada saat keluarganya sudah pasrah akan kehilangannya. Seperti juga cerita tentang teman suamiku yang menjadi korban pembunuhan itu, jika boleh memilih tentu dia akan memilih untuk tidak meninggal di hari ulang tahunnya dan tentu dia tidak akan memilih kematian karena dibunuh.

Kematian merupakan suatu misteri, bisa datang tiba-tiba setiap saat. Semoga kita bisa bertindak bijaksana dan mengisi hidup kita dengan kebaikan. Sehingga jika tiba saatnya kita “dijemput”, kita benar-benar sudah siap..

Manusia boleh berencana, tapi semuanya tetap akan berpulang pada kehendak Tuhan…