Berbagai cara bisa kita lakukan untuk mengajarkan tentang keuangan pada si kecil. Salah satunya adalah dengan mengajak anak berbelanja.

Yes, Mak. Pernah enggak mengajak si kecil memilih sendiri kebutuhannya di supermarket atau di pasar tradisional, gitu? Mungkin ada yang menganggap, ah, ribet. Ntar di sana malah minta ini itu yang enggak dibutuhin. Jadi lebih boros dan lebih lama deh belanjanya.

Well, iya sih. Kadang malah jadi ribet ya? Wajar sih, Mak, namanya juga anak-anak. Hahaha.

Tapi, tahu nggak sih, berbelanja bisa menjadi salah satu cara untuk mengajarkan keuangan pada anak lo! Sebenarnya, seberapa penting sih mengajarkannya konsep uang, dengan mengajak anak belanja?

Coba ikuti artikel ini sampai selesai ya.

 

4 Hal yang Bisa Diajarkan Jika Mengajak Anak Berbelanja

1. Memperkenalkan anak pada arti uang

Jelaskan pada si kecil bahwa uang adalah alat tukar. Gunakan bahasa yang mudah untuk menjelaskan kepada mereka mengenai sejarah uang.

Ceritakan bahwa dulu transaksi jual-beli dilakukan dengan barter karena belum ada alat tukar. Contohnya, seorang petani membeli sapi dari seorang peternak dengan menukarkan beras yang bernilai sama dengan nilai sapi. Karena sistem barter ini agak sulit diaplikasikan, maka diciptakanlah alat tukar uang.

Ah, Emak pasti bisa menjelaskannya dengan baik 🙂

2. Perkenalkan anak tentang harga

Saat mengajak anak berbelanja, sekalian ajarkanlah mengenai harga suatu barang yang dipilih melalui price tag yang tertera pada rak atau etalase. Berikan pemahaman mengenai harga suatu barang yang ditawarkan.

Setelah itu, Emak bisa ajak si kecil untuk membandingkan harga di supermarket dengan harga di pasar tradisional. Contohnya, harga jual pisang di supermarket Rp13.000 per 3 buah, sedangkan dengan harga Rp15.000 di pasar tradisional bisa mendapatkan satu sisir pisang.

Jelaskan mengapa ada selisih harga di antara keduanya.

3. Memperkenalkan diskon dan promo

Sering kali kalau kita mengajak anak berbelanja di supermarket, kita akan menemukan diskon atau promo. Ya kan, Mak? Misalnya, promo beli 2 gratis 1, atau tebus murah. Dan lain sebagainya.

Gunakanlah kesempatan ini untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai nilai yang tertera pada suatu barang. Selain itu, kita juga dapat memberikan pemahaman mengenai arti “mahal” dan “murah” kepada anak. Kapan barang dibilang mahal, dan seperti apa barang yang murah itu.

4. Memperkenalkan anak pada metode pembayaran

Mengajak anak berbelanja berarti juga bisa memperkenalkan si kecil pada dua metode pembayaran: cashless (kartu) dan cash. Ajak si kecil melakukan pembayaran di kasir agar ia mengenal mesin EDC atau struk belanja, Mak.

Ajarkan juga bahwa jika melakukan pembayaran dengan kartu debit, maka akan mengurangi jumlah tabungan kita di bank. Atau kalau misalnya Emak menggunakan kartu kredit, ajarkanlah bahwa kita meminjam uang bank dulu untuk berbelanja, dan harus segera dikembalikan setelah ini.

Berikan contoh yang baik agar si kecil memiliki kebiasaan baik dalam membelanjakan uangnya. Jika kita berbelanja habis-habisan di saat diskon, maka kelak si kecil juga akan sangat konsumtif saat ada diskon atau promo.

 

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kita ajarkan jika kita mengajak anak berbelanja, baik itu di supermarket maupun di pasar tradisional.

Emak punya cerita ketika mengajak anak berbelanja, Mak? Yuk, cerita di kolom komen ya!