Ditulis oleh Maya Siswadi

http://bunda3f.blogspot.co.id

*

Sebagai emak-emak yang sudah pasti berurusan dengan logistik makanan, sering kan ya kita menemui makanan yang berlebih. Entah karena masaknya memang sengaja dilebihkan untuk persiapan tambahan bagi yang mau nambah atau yang makan banyak. Atau bisa juga masaknya seperti biasa, tapi yang makan sedikit. Apapun itu, jika berhubungan dengan makanan berlebih, sayang ya. Buat emak-emak, rasanya sedih melihat makanan terbuang-buang. Apalagi jika masak sendiri dan pakai effort yang nggak sedikit pula.

Nah, saya sendiri, paling nggak bisa melihat makanan terbuang begitu saja. Selalu saja berusaha mengolahnya lagi menjadi sebuah masakan baru yang tampilannya bisa saja berbeda sama sekali dari masakan sebelumnya.

Kebiasaan mengolah makanan sisa ini awalnya saya pelajari dan amati dari Mama yang terbiasa mengolah makanan berlebih. Maklum, Mama itu paling hobi masak dalam jumlah banyak, karena beliau selalu khawatir kalau tamu atau anak-anaknya kekurangan makanan.

Ada beberapa masakan sisa yang biasa diolah Mama menjadi makanan baru, misalnya ini nih

  • cap cay yang tersisa ditambahkan mie kemudian diolah lagi menjadi mie goreng
  • cap cay yang tersisa juga bisa ditambahkan tepung dan telur, goreng, jadi lah bakwan
  • cap cay sisa, ditambahkan telur dan mie rebus, letakkan di loyang, kukus/panggang. Taraa, jadi schootel mie.

Nah kan, dari 1 jenis makanan sisa saja sudah bisa diolah menjadi berbagai macam olahan masakan baru. Masih belum cukup? Ini ada olahan lain yang berhubungan dengan itu.

  • Mie atau bisa juga mie goreng yang ga abis bisa ditambahkan telur, taruh di loyang, kukus/panggang dan jadilah schootel mie
  • Schootel mie gak abis juga? Potong-potong, balurin telur trus goreng, jadilah bakwan. Tinggal sediain cabe rawit deh, kletus-kletus.

Banyak kan variasinya?

Itu masih belum seberapa, masih banyak hasil kreasi Mama yang lain yang kalau saya ceritakan semua jadi panjang nih.

Kebiasaan si Mama ini juga menular ke saya. Saya pun mulai nggak bisa melihat makanan sisa terbuang. Huhuhu, sedih aja gitu. Biasanya saya olah lagi menjadi makanan baru. Misalnya:

1. Kuah gulai ayam sisa? Sering kejadian kalau pas lebaran nih biasanya. Ayamnya mah udah abis, tapi kuah gulainya masih sisa banyak. Tenang, selagi belum basi, kuah gulai ini masih bisa lho diolah lagi. Caranya?

Rebus telur (ssttt, merebusnya bisa sambil masak nasi, tumpangin wadah tahan panas berisi beberapa butir telur ke dalam tempat nasi, kukus bersama nasi), tambahkan tahu atau tempe jika suka, jadi lah gulai telor.

Bisa juga potong-potong nangka muda, rebus sampai empuk, cemplungin ke sisa kuah gulai ayam, jadi deh gulai nangka :).

2. Bumbu Balado sisa? Sering kan ya masak balado, tapi bumbu balado alias balado nya bersisa banyak? Sekarang kan cabe lumayan mahal ya. Sayang euuyy, kalau si bumbu ini terbuang begitu saja. Selagi belum basi, bisa kok dimanfaatkan. Potong tempe kecil-kecil, goreng kering. Goreng teri, Sisihkan, biarkan agak dingin. Panaskan balado sebentar saja, sisihkan, biarkan agak dingin. Setelah hilang panasnya, campurkan tempe dan teri goreng ke dalam balado, jadi lah balado tempe-teri.

3. Ayam goreng sisa? Ohooo, tenang, bisa diolah jadi banyak macam, mulai suwiran ayam untuk nasi goreng, suwiran ayam untuk bubur ayam, suwiran ayam untuk soto, tumis ayam suwir, ayam goreng mentega, dsb.

Wuihiii, banyak kan ya. Itu belum termasuk memanfaatkan sisa bumbu rendang, sisa soto, roti, dan sebagainya yang saya tulis di http://bunda3f.blogspot.co.id/2008/02/tips-memanfaatkan-makanan-sisa.html.

Mengolah makanan sisa ini secara nggak langsung jadi mengasah kreativitas dalam memasak, ya nggak sih? Dari bahan yang ada, bahan seadanya di kulkas, diolah lagi agar bisa menjadi makanan yang berbeda dari sebelumnya. Nggak mungkin juga kan menyajikan makanan yang sama terus menerus hanya karena makanan tersebut belum habis, bikin bosan dan nggak nafsu makan.

Nah, terlepas dari itu, sebenarnya menurut emak-emak nih, makanan sisa itu baiknya diolah lagi atau dibuang sih?

Kalau diolah lagi, kira-kira olahan apa yang biasa mak-mak buat?

Kalau memilih dibuang, apa alasan melakukannya?

Share yuk, Maks 😉