ditulis oleh: Rani Ayuna – www.raniayuna.com

Cerita ini bermula di Bulan Desember 2014 saat itu saya mengikuti medical check up rutin yang diadakan oleh kantor dan hasilnya adalah saya dinyatakan overweight (hiks) dengan kelebihan berat badan 6 kg. Saya rasa lemak-lemak pasca melahirkan masih betah di tubuh saya apalagi di masa itu saya masih memberikan ASI eksklusif setiap selesai memompa ASI selalu lapar dan bawaannya ingin ngemil. Is that my excuse? I think so…

Ini dia alasan-alasan saya saat itu:

“Iya saya kan baru melahirkan tahun 2013 wajar kalau sekarang masih overweight”

“Iya saya kan masih masa menyusui jadi selalu lapar”

“Iya saya kan suka begadang kalau anak terbangun di tengah malam jadi wajar kalau saya butuh tambahan energi (dan akhirnya ngemil tengah malam *sigh)”

Semua itu hanya alasan, ya saya katakan alasan karena jika saya mau maka saya bisa mengendalikan diri saya hingga bisa kembali ke berat badan sebelum hamil.

Apa yang harus saya lakukan? Pada saat itu saya kembali pada satu titik di benak saya apakah saya akan mulai berlari atau tetap berjalan di tempat?

PIC 1

MARET 2015

Saya mendaftar Diet Mayo

Diet mayo yang saya ikuti adalah program 13 hari tanpa garam. Diet mayo hanya boleh dilakukan satu kali dalam setahun (untuk lebih mengenal program ini silahkan browsing ya) Selama menjalani program dilarang untuk berbuat curang dengan makan di luar makanan yang diberikan oleh pihak catering, kalau kita cheat bagaimana? maka konsekuensinya wajib mengulang dari hari pertama. Berat? yaps betul itu yang saya rasakan ketika mengikuti program ini. Apalagi saat di kantor ada acara makan bersama atau ada teman kantor berulang tahun.

Pagi hari saya dianjurkan makan buah buahan/minum teh/kopi (diberikan jadwal sarapan untuk 13 hari), untuk menu siang dan malam hari sudah disediakan oleh pihak catering yang setiap hari diantar ke kantor saya setiap jam makan siang. Rasa dari makanannya bagaimana? tentu saja berbeda dengan makanan pada umumnya karena tidak mengandung garam hehe hanya saja catering saya cukup handal mengolah makanan sehingga garam tergantikan dengan rempah rempah lain (walaupun pasti tetap saja ada yang kurang ya).

Hasil yang saya dapatkan memang tejadi penurunan 5 kg di akhir program plus badan menjadi lebih ringan dan segar. Saran saya ketika mengikuti program ini ajak teman supaya ada senasib sepenanggungan ya dan bisa saling memotivasi.

Apakah hasilnya permanen? Tidak ada yang abadi di dunia ini ya hehe. Setelah program harus diimbangi dengan makan makanan sehat dan pola hidup yang juga sehat. Apa yang terjadi pada saya? yaps timbangan saya bergerak kembali ke kanan karena saya terlena dengan tidak membiasakan diri rutin berolahraga dan pola makan sehat saya selama 13 hari menguap seketika. Pola makan saya kembali seperti sebelum mengikuti program diet apalagi saya sering mendapat undangan acara makan-makan bersama teman-teman.

Program diet ini tidak murah jadi dari awal program harus didukung dengan niat dan komitmen kuat untuk menjalankan pola hidup sehat. Saat itu memang saya hanya ingin mencoba-coba saja.

DESEMBER 2015

Saya akui saya masih belum serius untuk menjaga kesehatan dan saya belum mencapai titik yang ingin saya raih,  hingga akhirnya di penghujung tahun Bulan Desember 2015 saat pertemuan keluarga besar saya di Surabaya banyak yang mengatakan saya lebih berisi (baca: gemuk) dibanding dulu sebelum menikah. Beberapa keluarga besar saya memang ada beberapa yang jarang bertemu sejak saya menikah dan menetap di Jakarta. Jadi, perubahan saya tentunya membuat mereka sedikit terkejut dan reaksi mereka membuat saya sedikit drop. Saat itu saya kembali merenung angka di timbangan kembali sama persis dengan hasil medical check up di tahun 2014 (it means di bulan yang sama setahun yang lalu). Oh no…Saya ternyata masih jalan di tempat.

JANUARI 2016 – SEKARANG 

Ubah Mindset

Tahun 2016 menjadi titik balik saya untuk segera mengambil posisi untuk mulai berlari dan serius menata hidup saya kembali menuju pola hidup yang lebih sehat, karena manfaat hidup sehat yang merasakan sesungguhnya adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Niat itu paling utama dan kali ini goal saya tidak lagi ingin cepat kurus karena begitu saya kembali ke berat badan yang saya inginkan maka bisa jadi saya akan kembali terlena seperti dulu tetapi goal saya adalah saya ingin lebih sehat dan lebih bugar.

“Never give up, Great things takes time”

Olahraga rutin

Saya memilih olahraga menggunakan sepeda statis di rumah minimal 30 menit secara rutin dengan jeda libur satu hari (terkadang saya skip olahraga ketika kondisi badan sudah sangat capek sedari kantor, adakalanya saya baru bisa sampai rumah di atas jam 7 malam). Sebagai contoh misal hari senin saya olahraga maka hari selasa libur dan seterusnya. Sehingga total saya melakukan 2-3 kali olahraga dalam seminggu ditambah dengan senam aerobik di kantor setiap hari Jumat.

Makan lebih banyak serat (buah dan sayur)

Saat memilih menu makan saya pastikan ada menu buah atau sayur kalau ada keduanya akan lebih baik dan mengurangi karbohidrat. Ketika makan siang di kantor saya pesan nasi merah untuk menggantikan nasi putih. Rasanya tetap kenyang sama dengan nasi putih tetapi bertahan lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk mengemil.

Mengganti cemilan dan perbanyak air putih

Saat ingin ngemil diusahakan memilih makanan yang mengandung serat misal buah-buahan atau terkadang saya memilih plain yoghurt. Saya sangat terbantu di kantin kantor saya menjual buah potong. Perbanyak air putih minimal 8 gelas sehari! kalau teh dan kopi atau minuman berasa tidak masuk hitungan ya. Jadi, saya menyediakan tempat air 1 liter di meja kerja saya di tempat yang terlihat mata hehe setiap lapar datang wajib didahulukan minum air putih dulu kalau masih tetap lapar saya baru mencari cemilan sehat. Apabila di hari itu saya banyak memakan cemilan yang “kurang sehat” maka saya menggantinya dengan menambah porsi olahraga.

Tidak makan makanan berat di atas jam 6 malam

Kegiatan kita selanjutnya di atas jam 6 adalah tidur maka makanan cenderung akan mengendap di tubuh menjadi lemak karena tidak diolah menjadi energi. Satu lagi yang penting selalu sedia buah di rumah untuk pertolongan pertama kalau memang lapar sekali dan ingin makan. Stok buah di rumah selalu saya refill di hari minggu untuk keperluan seminggu kedepan karena harga buah di supermarket cukup mahal (karena beli agak banyak) saya mulai rajin mendatangi fresh market dekat rumah tentunya harganya lebih bersahabat, lebih fresh dan membantu ekonomi pedagang lokal #GoLocal.

 

Tidur tidak terlalu malam

Tidur nyenyak dengan waktu yang cukup terasa sekali perbedaannya ketika bangun di pagi hari. Setelah saya pelajari ternyata di saat tidur, tubuh kita melakukan detoksifikasi alami. Tubuh kita akan membuang zat-zat yang tidak berguna dan melakukan penyerapan zat-zat yang baik bagi tubuh. Detoksifikasi alami pada tubuh di mulai dari jam 9 malam dan puncaknya pada jam 5 pagi. Sehingga bisa dibayangkan kalau tubuh kita terus bekerja hingga larut malam dan tidak istirahat dengan baik maka detoksifikasi pun tidak berjalan optimal.

Mengurangi junk food dan pilih untuk sharing makanan

Ya saya mengatakan mengurangi karena terkadang saya masih ingin makan burger, pizza, dan kawan kawannya hanya saja tidak sesering dulu (boleh asal tidak berlebihan). Kalaupun weekend makan di restoran saya biasanya hanya meneruskan porsi makanan anak saya yang masih balita karena pasti tidak habis daripada mubadzir atau saat makan di luar bersama teman kantor saya sering sharing menu dengan teman saya. Untungnya teman saya ada yang memiliki pemikiran yang sama jadi tidak terlalu worry setelah makan besar karena kita bisa makan enak dengan porsi secukupnya tidak berlebihan hehe. Sharing is the best so far.

JULI 2016

Hasilnya?

Saya mengikuti medical check up rutin di Bulan Juli 2016 dan hasilnya kondisi saya dinyatakan keadaan baik dan sehat alhamdulillah. Bonus pertama berat badan saya dalam batasan normal tidak lagi dicap overwight  dan bonus kedua adalah berat badan saya 1 kg di bawah berat badan sebelum hamil jadi total sudah turun 7 kg.

Perjuangan ini belum selesai karena sebetulnya musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Dalam sekejap kita lengah maka dalam sekejap juga semua yang sudah dibangun akan menjadi sia-sia. Kita lah yang menentukan akan seperti apa pola hidup kita, kebiasaan kita, cara berpikir kita, cara berinteraksi dengan sekeliling. Semoga hal-hal yang baik akan tetap menetap di dalam diri kita dan hal yang kurang baik dapat kita perbaiki sedikit demi sedikit.

Kalau kita berpikiran bahwa Perubahan itu bisa dilakukan tetapi tidak mudah maka yang akan kita ingat adalah kata kata tidak mudah maka hal tersebut hanya akan menyulitkan diri kita sendiri. Yuk kita ubah kalimatnya menjadi Perubahan itu tidak mudah tetapi bisa kita lakukan insya Allah akan selalu ada jalan untuk kita melakukan perubahan yang lebih baik karena kita yakin pasti akan ada jalan untuk mencapai tujuan kita. 

Nah, Perubahan apa yang sedang teman-teman perjuangkan saat ini? Good luck and do your best.