Mak Rahmah

Mak Rahmah

Selamat ya Mak, sudah terpilih sebagai Emak of September 2013. Boards dan Makmins senang sekali bisa mengenal emak di KEB, terlebih karena kehadiran emak di KEB bisa memberikan inspirasi pada emak-emak yang lain. Karena itu, kami ingin mengenal emak lebih jauh lagi.

Kita mulai dengan data diri emak.

Nama: RAHMAH

Url blog: http://chemistrahmah.com atau http://chemistrahmah.blogdetik.com

Bio singkat: Seorang istri dari pria bersuku Jawa asli, senang dengan tantangan, suka menulis yang biasanya diawali dengan membaca, senang dengan kegiatan travelling apalagi kalau wisata alam dan kuliner. Saat ini sedang bertarung untuk eksis sebagai istri yang baik dan berharap bisa menjadi seorang “ibu”.

1369100_606045679418375_1475806844_n

Sekarang makmin ingin bertanya tentang kegiatan emak.

Makmin: Emak aktif di kegiatan KEB dan komunitas lain. Manfat apa yang emak dapatkan dari kegiatan tersebut?

Mak Rahmah: Buaaanyak sekali. Bisa menambah pengetahuan dan mengetahui karakter masing-masing anggota lainnya. Yang terpenting adalah “ukhuwah”.

Makmin: Banyak yang merasa kesulitan menyesuaikan diri dalam komunitas, apa saran emak?

Mak Rahmah: Pintar menempatkan diri dan positive thinking saja. Jika merasa kurang ketika bersama dengan anggota komunitas lainnya, lakukan pendekatan dengan interaksi ringan karena itu bisa menghilangkan “minder” yang berlebihan. Tetapi kadang juga sebaliknya, ada kalanya bahwa kita merasa diri “paling bisa” dalam komunitas sehingga “enggan” untuk berbaur, coba bercermin kembali. Sepertinya ada yang salah dengan hati kita. Sebab sehebat-hebatnya manusia, pasti memiliki keterbatasan yang bisa “ditambal” oleh member dari komunitas yang kita ikuti.

Makmin: Diluar komunitas, emak juga terbuka dalam bersosialiasi di media sosial. Emak kelihatan tenang, jarang lepas kendali meski media sosial penuh dengan gesekan. Apa tips emak?

Mak Rahmah: Berpegang teguh pada: “setiap yang kita ucapkan akan kembali kepada kita dan semua akan dipertanggungjawabkan” jadi dengan begitu dengan sendirinya ada pengendalian diri.

Makmin: Emak selalu menambahkan “chemist” di nama emak, artinya apa?

Mak Rahmah: Hmmm… pertanyaan yang selalu datang ketika ada yang berinteraksi dengan saya J jawabannya sederhana saja, “chemist” itu “ahli kimia”. Saya menambahkan itu karena latar belakang pendidikan saya kimia dan sudah suka kimia sejak mulai mempelajarinya. Karena nama adalah doa maka semoga bisa menjadi ahli kimia meskipun dalam lingkup rumah tangga saja jika cita-cita untuk benar-benar eksis di dunia laboratorium belum diizinkan Allah.

Makmin: Kalau “chemist” itu dihubungkan dengan kimia, sepertinya sesuatu yang sulit dibayangkan emak-emak. Apakah bisa dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari?

Mak Rahmah: Nah itu dia. Banyak yang “ogah” dengan kimia. Padahal emak-emak sendiri setiap hari bergelut dengan kimia. Misalnya mentega untuk membuat nasi goreng lezat, keju sebagai teman roti di saat menyiapkan sarapan untuk anak-anak, sabun/detergen untuk mencuci, bahan-bahan kue, semir sepatu, dan masih banyak lagi yang sebenarnya semua itu masuk dalam ruang lingkup kimia. Bahkan tubuh kita sendiri semua dari senyawa kimia lho 😀

Jadi, seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa ingin sekali menjadi “ahli kimia” meskipun hanya di dalam wilayah rumah tangga saja, karena banyak yang bisa dijadikan eksperimen sebagai bahan komunikasi antara ibu dan anak ketika di rumah (impian saya jika nanti punya anak).

1241951_606045686085041_1685088411_n

Makmin: Emak juga rajin ikut lomba blog. Lomba blog yang seperti apa yang paling disukai emak?

Mak Rahmah: Yang pasti lomba blog dengan tema yang saya pahami, karena jika ikut lomba dengan tema di luar penguasaan, rasanya tulisan itu hambar meskipun boleh jadi memberikan pengetahuan kepada yang baca. Tetapi itu dia kadang “tidak sreg” kalau tidak memahami tema.

Soal hadiah, memang terkadang jadi salah satu bahan pertimbangan dengan melihat “tingkat kerumitan persyaratan dan tema yang diberikan”. Semakin berat tantangan sebuah lomba seharusnya semakin besar pula “reward” yang harus diberikan penyelenggara. Sebab tulisan itu lahir bukan asal tulis tetapi tentu dipikirkan matang-matang oleh penulisnya sebelum mengikutkannya dalam lomba.

Tetapi biasa juga ikut untuk memeriahkan lomba tersebut karena penyelenggara lomba misalnya teman akrab di dunia maya atau mungkin berada dalam satu komunitas. Namun ini tidak sering, tergantung sempat atau tidaknya.

Makmin: Kadang emak kalah di lomba blog, tapi kelihatan biasa-biasa saja dan siap untuk lomba berikutnya. Apa arti lomba blog bagi emak?

Mak Rahmah: Selalu berusaha belajar ikhlas selama ini. Menang memang membahagiakan, kalah menyakitkan. Tetapi ketika dalam posisi kalah, saya cepat-cepat mengarahkan hati dan pikiran ke diri sendiri yang boleh jadi kurang maksimal dalam berusaha.

Lomba bagi saya adalah tantangan untuk disiplin dalam “syarat dan ketentuan” yang diberikan dalam lomba. Sebab dengan membiasakan disiplin biasanya akan ikut berpengaruh pada kehidupan pribadi. Dengan lomba, saya juga bisa mengetahui kualitas tulisan saya seperti apa. Dari situ belajar lagi untuk menulis lebih baik jika kalah 😀

Makmin: Apa tema blog yang paling menggambarkan diri emak?

Mak Rahmah: secara umum, saya senang dengan blog personal (isinya campur alias tidak niche). Namun karena senang ngeblog, maka beberapa blog lainnya memang sudah dibuatkan khusus dengan tema tertentu (niche). Misalnya tentang gadget, kesehatan, percetakan hingga kepada blog yang berisi berita terkini.

Makmin: Apa saran emak kepada emak-emak lain supaya tidak bosan ngeblog?

Mak Rahmah: Blog jadikan ajang untuk beramal jika beramal harta sulit dilakukan. Menulis bisa jadi pahala kalau membawa kebaikan pada pembacanya, begitupun sebaliknya. Jadi tulis saja yang positif setiap hari (jika tidak bisa setiap hari paling tidak sepekan ada satu tulisan yang terbaru).

Rajin blogwalking (meskipun hanya sebagai silent reader-seperti kebanyakan yang saya lakukan) karena dengan begitu pasti ada muncul ide untuk menulis. Satu hari bisa blogwalking ke 2-3 blog (jangan terlalu banyak karena takutnya waktu untuk menulis habis karena berlama-lama di blog orang).

Makmin: Selain ngeblog, apa kegiatan emak sehari-hari?

Mak Rahmah: Mengurusi suami dengan menjadi Manager bisnis online yang sedang berjalan saat ini. Di samping itu, memperdalam pemahaman tentang al Quran/agama melalui buku dan brwosing, dan sedang berusaha mencari jalan untuk tetap terjun di dunia kimia (misalnya mengajar atau menjadi laboran di laboratorium)

Makmin: Apakah emak punya kegiatan, program atau rencana tertentu yang ingin dibagi dengan emak-emak semuanya?

Mak Rahmah: Ingin sekali punya “Rumah Blogger”. Dimana di tempat itu dijadikan tempat untuk kopdar, pengajian, seminar, belajar ngeblog dari A-Z dan kegiatan sosial lainnya yang digerakkan oleh Blogger-blogger wanita.

Selain itu, ingin sekali keliling Indonesia (khususnya ke basecamp KEB) dan naik haji 😀

1080432_606045682751708_855790955_n

Makmin: Emak mewakili anggota KEB yang berdomisili diluar Jakarta. Apa saran emak agar emak-emak diluar Jakarta bisa eksis baik di KEB maupun didunia blogging pada umumnya?

Mak Rahmah: Meskipun berada di luar Jakarta, bukan berarti tak bisa berbuat apa-apa. Justru harus membuktikan bahwa yang di luar Jakarta juga bisa memberikan yang terbaik dari dunia blogging. Memajukan daerah yang menjadi tempat domisili saat ini juga bisa dijadikan bahan untuk ngeblog.

Makmin: Jika melihat KEB sekarang, apa yang bisa diperbaiki dari KEB dan apakah emak bisa berpartisipasi didalamnya?

Mak Rahmah: Yang perlu diperbaiki? Hmmm… apa yah? Selama ini hanya mampu menyentuh KEB sebatas maya. Belum pernah sekalipun berinteraksi langsung dalam kegiatan di dunia nyata sehingga rasanya terlalu dini untuk mengetahui hal yang bisa diperbaiki.

Selama ini sudah berupaya mengikuti kegiatan-kegiatan KEB yang bisa diikuti meskipun terealisasi hanya di balik layar saja. Saya hanya selalu berharap bahwa event-event KEB bisa hadir di seluruh kota di Indonesia.

Oh iya, saya harap jumlah member KEB yang sudah sedemikian banyak agar bisa dieksplor potensi mereka yang boleh jadi masih terpendam. Dan saya rasa makpon dan jajaran makmin paling tahu metode yang bisa dilakukan agar jumlah yang banyak itu semuanya aktif, jadi KEB akan semakin solid dan kuat di masa yang akan datang.

Sebab, KEB diharapkan tetap ada sampai dunia kiamat. Jangan mengikuti komunitas lain yang seiring dengan berjalannya waktu juga hilang ditelan zaman. Jangaaan… KEB harus tetap ada dan saya akan terus mendukung semua kegiatan-kegiatan positif KEB., khususnya Sharing is Caring.

Makmin: Sekali lagi Boards dan Makmins mengucapkan selamat, semoga terpilihnya mak Rahmah sebagai Emak of September 2013 bisa menginspirasi emak-emak KEB lainnya untuk tetap positif dalam berkegiatan.

Saya: Terima kasih kembali kepada makpon dan jajaran makmin KEB yang sudah mempercayai saya. Maaf jika selama ini kebanyakan menjadi silent member atau silent readers pada blog-blog yang tersebar di TL KEB. Bukan sombong, tetapi salah satu cara agar menjaga semangat ngeblog adalah dengan menjadi seperti itu.