Judul Buku Bye-bye Office by Nurhayati Pujiastuti, et. al.

My rating: 4 of 5 stars

Review Buku: Bye Bye Office

 

Sinopsis Bye Bye Office

Di dalam kamarnya, pikiran Nurhayati Pujiastuti cemas tak karuan mencari sesuatu yang bisa ia jual untuk melunasi utang yang menggunung. Usaha yang ia rintis bersama suaminya bangkrut, namun ia tak mungkin mundur dan kembali ke kantor lamanya.

Pada saat yang sama, senyuman riang justru tak henti mewarnai wajah Arumi Ekowati yang kewalahan mengerjakan pesanan sepatu lukis. Keahlian menggambar yang ia tuangkan di atas sepatu-sepatu kanvas cantiknya diburu dan dibicarakan banyak orang.

Sementara itu, jauh di dataran Sumatra, Nana Tobing begitu serius mempelajari setiap teknik bordir yang ia peroleh dari tempat kursus. Satu per satu teknik rumit berhasil ia kuasai demi meningkatkan kualitas jahitan kebaya untuk para pelanggannya.

Jauh dari rumah mereka, dua belas wanita hebat lainnya terjebak dalam gejolak perang batin maha dahsyat, menanggalkan karier mapan di perusahaan mereka, dan merintis usaha dari nol.

Mereka, 15 wanita hebat, dari 15 latar belakang, dengan 1 tujuan: meraih kesuksesan mandiri tanpa bergantung pada gaji bulanan yang mereka terima dari kantor. Mereka, 15 wanita hebat, mampu menghalau tantangan demi keluarga, kepuasan pribadi, serta pencarian jati diri.

Semua pengalaman jatuh-bangun mereka terangkum manis dalam buku ini. Di dalamnya, Anda akan menemukan suatu perjalanan karier yang akan menginspirasi Anda. Bersiaplah menemukan pelajaran-pelajaran berharga membangun sebuah usaha dari ke-15 wanita hebat ini.

 

Review Buku Bye Bye Office

Malu. Itulah yang kurasakan olehku setelah membaca buku ini sampai tuntas. Selama ini aku merasa diriku penyintas, berhasil bertahan hidup setelah di-PHK.

Akan tetapi, membaca kisah keempat belas perempuan yang membagi kisah hidup mereka setelah mengucapkan ‘Bye-bye office’, aku sadar bahwa perjuanganku selama ini belum seberapa. Masih ada ‘Nyanyian Lirih’ Nurhayati Pujiastuti yang walau tengah dilanda badai tapi tetap tegar.

Atau Sabrina Ws yang pernah merasakan tinggal punya ‘Lima Ratus Rupiah’ di dompetnya namun semangatnya untuk jadi penulis tak kunjung padam, hingga akhirnya menelurkan berbagai tulisan dan buku.

Pada saat banyak orang berkeluh-kesah tentang cobaan hidup yang merundung mereka, orang-orang ini berbuat sesuatu untuk mengatasi cobaan tersebut.

Aku juga tercengang-cengang membaca profesi pilihan para wanita ini. Ada yang melukis sepatu, berjualan jus, mengajar teknik berhitung Jarimatika, berbisnis makanan sehat untuk anak, berjualan pakaian untuk kenalan yang tinggal di pulau lain, dan lain-lain. Ternyata mereka jeli melihat peluang dan mewujudkannya jadi mata pencaharian yang menghidupi di samping memuaskan batin.

Aku juga terkagum-kagum membaca tulisan teman-teman penerjemahku, Mbak Istiani Prajoko, Mbak Isma B.K. Soekoto, dan Mbak Indria Salim. Ternyata walau profesi kita sama, jalan menuju ke sana sungguh berbeda.

Angkat topi untuk kalian semua, Ladies!

Terakhir, aku bangga bersanding di dengan keempat belas wanita tangguh ini dalam buku antologi. Ada satu pesan tersirat dari buku ini, yaitu jika kita menghadapi kendala usaha dengan kepala dingin kita akan bisa melihat peluang yang tersembunyi di baliknya. Kami hanyalah kafilah yang berusaha bertahan dalam kerasnya kehidupan. Benar, kami memiliki peta yang diberikan Gusti Allah kepada kami, tapi peta itu tidak selalu menunjukkan jalan yang kami inginkan. Beginilah cara kami menyiasatinya. Kalau kami bisa, Anda pun bisa.

 

Data buku Bye Bye Office

Penulis: 15 Finalis Lomba Share Your Story: Bye-bye Office
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Tebal: xiii + 162 halaman
Cover: Soft cover
ISBN: 978-979-18146-5-2
Harga: Rp 39.000,-

Dina Begum