Hai, Emaks!

Di artikel yang lalu, kita sudah ngebahas soal cara optimalisasi profil Twitter agar terlihat profesional dan menarik. Iya, entang gimana caranya kita bisa memanfaatkan semua yang disediakan oleh Twitter di profil kita.

Nah, kali ini kita akan lanjutkan ke tip membuat tweet yang menarik dan engaging ya!

Yes, kadang kita tuh kan terima job di mana yang mengharuskan kita untuk ngetweet kan? Atau mesti livetweet. Atau, mau promosikan blogpost terbaru. Tapi oh tapi … seberapa banyak Emaks mendapatkan reply, RT, like dan juga klik ke artikel yang sedang dipromokan?

Pernah ngecek nggak sih, dari sekian tweet, berapa persennya yang mendapat respon? Coba deh, kalau belum pernah ngecek, next time boleh tuh dicek. Berapa banyak respon yang didapat oleh Emaks untuk sekali campaign atau job? Bukan sekadar untuk laporan ke klien, tapi untuk mengetahui, seberapa “terampil”-kah kita meng-engange follower.

Jika engagement Emaks masih rendah, means nggak ada yang RT, nggak ada yang reply, nggak ada yang ngeklik, berarti ada yang salah dengan Emaks dalam ngetweet.

Means, kita mau share apa pun juga nggak dapat perhatian kan? Dicuekin, dianggurin, dikacangin. Huhuhu. *terus baper*

Terus, nggak tercapai dong tujuan ngetweet kita. Terus, gimana ya caranya ngetweet yang bisa mencuri perhatian dan syukur-syukur bisa meningkatkan engagement?

 

6 Cara ngetweet yang menarik dan engaging

1. Temukan kalimat yang tepat

Jelas dong yah. Kan ngetweet itu pasti berupa kalimat. Hanya saja, kalimat yang bagaimana sih yang bisa mencuri perhatian pembaca (baca: follower)?

Kalimat yang efektif untuk mendapatkan perhatian, biasanya adalah kalimat yang:

  • Emosional, bisa berarti emosi negatif or positif ya, Maks. Semacam senang, suka, bete, keren, wow, giling!
  • Mengandung fakta dan statistik, misal: Ternyata Indonesia menempati peringkat ke-2 jumlah pembaca di dunia. 2 terbawah.
    Apalagi kalau fakta dan statistik yang kita sajikan itu termasuk baru or berlawanan dengan asumsi kita selama ini. Pasti bakalan langsung menarik deh, Maks.
    So, kalau lagi di event, terus ada livetweet, dan ada data-data yang mengejutkan, itu bahan bagus banget buat ditweetkan tuh. Atau yang mengandung “kesalahan”, itu juga bahan bagus untuk ditweetkan. Misalnya: Ternyata anggapan kita tentang cokelat yg selalu bikin gemuk itu salah! Lalu diikuti dengan tweet mengenai fakta.

Nah, jadi memang kita mesti pintar ya, Maks, mengolah kata. Temukan kata yang pas.

 

2. Ngetweet di waktu yang tepat

Menurut survey dari The Social Ms, tweet kita itu punya “waktu hidup” hanya selama 8 menit, Maks. Setelah 8 menit itu, bhay. Ketimbun dengan tweet-tweet yang lain.

Ya, masih bisa muncul di bagian “In case you missed it” sih, kalau Emaks barusan login. Tapi itu juga akan segera tenggelam. Jadi, waktu ngetweet yang tepat itu sangat penting.

Menurut situs CoSchedule, best tweet times itu pukul 12.00-13.00, dan pukul 19.00-20.00. Jadi, dalam rentang waktu itu, tweet Emaks hanya bisa bertahan selama 8 menit.

Jadi, for the best impact, jangan sia-siakan yes?

Ngetweetlah di waktu yang tepat, dan gunakan kalimat yang paling efektif dan engaging seperti di tip poin 1 di atas tadi.

 

3. Stop tweeting at your followers. Start tweeting to them.

Kadang kita terjebak. Karena sedang livetweet misalnya, jadi lupa, kalau ada follower yang “sedang diajak ngomong”.

Atau dikasih brief, mesti ngetweet di pkl 20.00. Tapi karena sudah mepet atau terlalu sibuk, kita pokoknya ngetweet.

Hasilnya? Monolog.

Lupa kalau dengan ngetweet itu, kita sedang berusaha “ngajak ngobrol” sama followers. Followers nggak dianggep, pokoknya ngetweet dulu. Urusan belakangan.

Jangan ya, Maks. Pergunakan kalimat dialog ya setiap kali ngetweet. Anggaplah followers Emaks pada hadir di depan Emaks menunggu untuk diajak ngobrol. Kalau serasa diajak ngobrol, pasti deh ada yang mau respon.

Jadi, untuk engagement yang bagus, ajaklah follower untuk berdialog ya, Maks. Bukan cuma disuruh mantengin doang.

 

4. Tentang penggunaan hashtag

Hashtag ini bisa cukup menarik perhatian, Maks. Karena hashtag itu kan berwarna berbeda dengan tweet yang biasa kan ya?

Nah, pemakaian hashtag yang tepat bisa lebih menarik perhatian. Jadi, hati-hati dalam memilih kata untuk hashtag.

Misal. Kalau cuma pakai hashtag #pikun gitu doang ya kurang menarik, Maks. Coba dengan #atasipikun atau #hindaripikun.

Biasanya sih, Maks, yang mengandung kata kerja + objek itu lebih menarik. Karena follower lalu bisa tahu, kita sedang ngomongin apa dengan jelas. Kalau cuma #pikun doang gitu, kan, jadi masih bingung. Ada apa dengan pikun?

Tapi, penggunaan hashtag juga harus hati-hati, Maks. Jangan sampai Emaks melakukan hashtag abusing, atau hashjacking. Karena, selain Emaks bisa dideteksi sebagai spammer, juga kok tampaknya kurang elegan aja gitu ya. Apalagi kalau kita nebeng hashtag yang sensitif. Misal, berita duka kok ditebengin iklan. Duh, nggak etis banget deeeh … Hiks.

 

5. Gunakan image.

Bisa berupa foto, video, gif atau emoji

Untuk gif dan emoji, Twitter sudah baik hati menyediakan lo. Jadi, boleh dipakai ya, Maks. Biar lebih seru, dan biasanya sih gif itu lucu-lucu. Jadi yah, mayanlah ya. Bisa bikin seger suasana. Hehehe.

Untuk penggunaan image di Twitter, usahakan supaya sudah optimized ya. Seberapa sih ukuran image yang pas untuk Twitter? Saya pernah kasih cheat sheet ukuran image untuk berbagai keperluan di media sosial, Maks. Boleh lo kalau mau diintip 😉

 

6. Hati-hati dengan singkatan

Yah, demi cukup 140 karakter, kadang kita memang perlu menyingkat beberapa kata ya. Meski sekarang sebagian sudah punya 280 karakter di Twitternya, tapi ya tetep. Adaaa aja merasa kurang.

Singkatan kata yang kurang populer bisa bikin tweet kita ambigu, Maks. Misal. “tkt” bisa dikira “takut”, padahal maksud kita “tingkat”. Bisa bikin bingung kan ya?

Kalau semisal nggak cukup 140 karakter, Emaks bisa membuatnya jadi thread, Maks. Tahu kan? Caranya dengan mereply tweet Emaks sendiri yang sebelumnya. Begitu terus sampai tweet selesai.

 

Nah, Emaks. Itu dia beberapa tip dari saya tentang membuat tweet yang menarik dan engaging.

Gimana kira-kira, Maks? Emaks sudah melakukannya belum selama ini? Bukan berarti setelah Emaks praktikkan tip-tip di atas, terus tweets Emaks langsung bisa melejit engagement-nya ya. Semua itu tetap tergantung bagaimana Emaks ngetweet setiap harinya.

Memelihara engagement dengan follower itu nggak bisa kalau cuma dilakukan saat kita butuh saja. Tapi harus terus kita lakukan setiap waktu kita lagi di Twitter. Banyak-banyak juga nyamber tweet teman, ngajak ngobrol dan seterusnya. Dengan demikian, kebiasaan ngobrol ini akan terbentuk.

Sehingga saat Emaks butuh engagement, Emaks nggak perlu susah-susah lagi.

Yuuuk, yang mau nambahin tip membuat tweet yang menarik dan engaging boleh lo. Langsung ditulis di kolom komen ya!