3 Cara Optimasi Profil Twitter Sebagai Media Sosial Pendukung Aktivitas Ngeblog

By Carolina Ratri on September 11, 2017

Hai, Mak! Sebagai blogger, pastinya kita juga harus “mempersenjatai” diri dengan akun-akun media sosial kan ya? Blog dan media sosial itu rasanya sudah sepaket gitu untuk seorang blogger. Bener nggak? So, sudah punya akun media sosial apa saja nih? Twitter? Facebook? Instagram? Kita kali ini akan bahas mengenai profil Twitter sebagai media sosial pendukung aktivitas ngeblog nih, Mak.

Memang ya, Mak, untuk mendukung performa dan branding diri Emaks sebagai blogger, maka sebisa mungkin kita akan mempergunakan media sosial kita untuk mempromosikan blog juga. Betul?

Nah, kali ini kita akan bahas dulu salah satu media sosial yang banyak juga dipergunakan oleh blogger untuk meraih pembaca, membangun networking, dan juga sebagai senjata untuk branding. Yes, Twitter.

Kemarin saya sempat jalan-jalan, dan lihat. Ternyata masih ada lo yang belum mengoptimalkan profil Twitter ini sebagai branding diri sebagai blogger, untuk merepresentasikan diri. Padahal, ada banyak bagian dari profil Twitter yang bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan diri kita lo.

Coba kita lihat yuk, Maks.

 

Tip optimasi profil Twitter

 

Niche Blog

1. Header image

Sepertinya banyak ya yang belum punya header image Twitter yang representatif.

Padahal header image ini bisa banget kita manfaatkan untuk menaruh info-info tentang diri kita. Kan fungsinya hampir sama dengan Facebook Cover? Dan, orang (baca: calon klien/agency) akan selalu ke profil Twitter kita kalau mau ngepoin lo.

Header image Twitter ini berukuran 1500 px x 500 px, dan ini cukup banget lo, untuk memuat profil kita, Maks.

Yes, di header image itu, Emaks bisa tulis semua info; alamat blog, akun2 medsos lain, email, … apa lagi ya? Nomor WA? Bisa saja, jika Emaks memang confident.

Cukup efektif kan? So, jangan sia-siakan ruang sebesar 1500 x 500 pixel itu yes?

 

2. Bio

Jelas ini bisa banget kita manfaatkan utk memperkenalkan diri kita, Maks. So, jangan sia-siakan cuma buat naruh kalimat-kalimat puitis yang nggak merepresentasikan diri kita.

Misalnya, “Penjejak cinta yang merindui dirinya”.

*halah*
Saya nggak bisa kasih contohnya nih. 😆 Ya, pokoknya Emaks tahulah ya, yang kayak gimana. Hahaha.

Sebaiknya, alih-alih bio puitis nggak bermakna seperti itu, lebih baik tuliskan saja siapa diri Emaks. Emaks pengin orang tahu Emaks sebagai siapa? Penulis? Translator? Ibu? Working mom?

Misalnya begini. Mom of 2 (3 yo & 15 mo). Parenting and food blogger. I love movies too!

Nah, dari 3 kalimat pendek tersebut, Emaks sudah “membuka” peluang untuk dilirik calon klien yang sesuai. Produk susu, misalnya? Bisa juga produk pangan kan? Juga bisa diundang nobar premiere film tuh. Ehe. Asyik!

Kalau blognya kebetulan masih diisi berbagai topik gimana? Ya, nggak apa-apa. Emaks kan kreatif. Pasti bisa membuatnya jadi cukup dalam bio deh 😀

Di bio Twitter, Emaks juga bisa mencantumkan komunitas-komunitas yang diikuti. Yang ngeheitz terutama ya. KEB mesti masuk ya, Maks!

Kok mesti gitu sih?

Iya, karena saat ada orang yang nge-hover username Twitter kita, yang pertama kali kelihatan itu bio. Bukan yang lain, Maks. Jadi, manfaatkanlah secara maksimal ya!

 

3. Pinned Tweet

Nah, kalau ada yang belum tercakup di bio (karena terlalu singkat), kita bisa manfaatkan Pinned Tweet ini.

Di Pinned Tweet ini bisa berisi:

  • tweet profil kita
  • blogpost terbaru.

Nah, jadi jangan sia-siakan juga “fasilitas” dari Twitter yang satu ini ya, Maks.

 

Yes, hanya dengan memanfaatkan 3 bagian Twitter ini saja, kita sudah bisa membuat profil Twitter kita (terlihat) lebih profesional. Oh iya. Jangan lupa foto profilnya juga ya. Jangan pasang yang terlalu alay deh ya. Hihihi. Pasang foto yang cantik dan terlihat profesional.

Nah, gimana, Maks? Simpel aja kan, cara optimasi profil Twitter kita? Asal Emaks bisa mengenali per bagian dan fungsinya, semua bisa kita manfaatkan kok.

Yuuuk, yang mau nambahin or mau diskusi lebih lanjut, boleh loooo.

Pengin tau sih sebenarnya. Emaks semua punya akun Twitter sejauh ini dipakai untuk apa aja nih? Untuk ngeshare artikel blog Emaks? Ngisi waktu? Cari info? Untuk syarat lomba/kuis?

Comments (22)

September 11, 2017

Wajib dicoba nih. Hanupis mak Carra.


September 11, 2017

Dulu saya pernah pakai header yang representative. Trus diganti. Nanti pasang lagi, ah 🙂


September 11, 2017

header perlu diganti nih supaya lebih menarik hati calon klien


September 12, 2017

Header nih blm dioptimasi


September 16, 2017

Iya.. ya, twitterku juga kurang optimal, pencerahan sekali Mak.. Makasih yah


September 17, 2017

Kalo pasang foto saya kurang sreg, saya kan pemalu #ditabok duit


September 20, 2017

Mau coba ah.


September 20, 2017

Wah… Sangat membantu ini infonya Mak. Kudu nyoba ini. Makasiih…


September 20, 2017

Dapat ilmu baru lagi, ma kasih ya Kak atas sharingnya. 🙂


September 20, 2017

saya termasuk jarang banget nih, Mak menggunakan twitter. paling cuma ngetweet sekali dua kali. biasanya buka twitter buat cari bahan blogwalking-an aja


September 20, 2017

Siap laksanakan..meski awalnya agak risih juga sih kesannya jualan bgt nih bionya hihi


September 20, 2017

Makasih artikelnya Mba, bermanfaat banget..


September 21, 2017

Twitter adalah tempat saya untuk menyapa orang-orang yang seminat dengan saya, sekaligus tempat para calon klien bisa menilai diri saya secara sekilas.


September 21, 2017

Oh iya ya … Kok saya selama ini nggak pernah menggunakan Pinned Tweet ya .
Baiklah saya coba.


September 22, 2017

Langsung bikin header….hahahah..


September 30, 2017

Perlu banget diterapkan nih… ^^


February 11, 2019

Aku gak pernah bikin status sejak 2012 ato 2013 gitu,seringnya langsung konek dengan blog sama insta,jadi kl blog aku up, otomatis up di Twitter


February 11, 2019

Coba lebih aktif lagi ngetwit ahhh.. thanks Mak


Trackback

    Leave your comment :

  • Name:
  • Email:
  • URL:
  • Comment: