Mau bloger atau bukan, kayaknya semua orang di zaman now begini makin nggak bisa pisah dari media sosial yes? Apalagi buat Emak semua yang seorang influencer di media sosial nih. Uwuwuw! Dan, sebagai seorang influencer, kita juga seharusnya bisa mengukur  performa media sosial kita sendiri. Untuk apa? Ya, pastinya agar kita bisa mengukur diri kita sendiri, seberapa kuatkah kita bisa ‘memengaruhi’ follower.

Kalau kita cukup kuat di media sosial, maka kita pun jadi punya bargaining power jika ada brand yang “minta tolong”.

Lalu, gimana caranya kita bisa mengukur performance media sosial kita sendiri ini? Dari mana kita tahu, kekuatan performa media sosial kita? Nah, ayo deh kita lihat ya.

Sebelumnya, saya mau kasih lihat nih, berapa jumlah pengguna aktif media sosial di dunia.

 

Cara Mengukur Performa Media Sosial

 

Ini data tahun 2016 sebenarnya, tapi masih cukup relevan. Jumlah penggunanya setiap bulan meningkat. Ya, setiap bulan!

Dengan melihat jumlah segitu tadi, maka kita pasti paham bahwa sebagai influencer, kita harus “bertarung” dengan yang lain untuk merebut perhatian “khalayak ramai”.

 

Jadi apa saja yang perlu diperhatikan untuk bisa mengukur performa media sosial kita ini?

1. Likes dan Shares

Ini adalah metric paling dasar yang pertama kali bisa dijadikan tolakan mengukur performa media sosial kita.

Sebagian besar platform media sosial seperti Twitter dan YouTube sudah mengopi fitur “Like” asli milik Facebook, hingga memberi orang pilihan untuk share konten yang disukai atau menemukan yang relevan dengan minat mereka.

Dengan memantau jumlah Likes dan Shares (dan juga komen) di akun media sosial, kita pun tahu seberapa kuat kita bisa memengaruhi follower di media sosial

 

2. Audience growth atau pertumbuhan jumlah follower

Yep, pertumbuhan jumlah follower kita di media sosial bisa jadi metrik kedua yang bisa dipantau untuk mengukur performa media sosial.

Eric Siu, CEO digital marketing agency Single Grain, pernah bilang, bahwa kita mesti pantau pertumbuhan follower ini setiap minggu atau setiap bulan. Kalau ada perlambatan pertumbuhan follower, maka kita mesti kencengin deh postingnya.

Jika ada pengurangan jumlah follower, kita mesti cari tahu tuh kenapa kok bisa begitu. Untuk kemudian, kita bisa memperbaikinya.

Nah, kalau di Twitter nih–kalau malas mengingat-ngat angka followers–ada kok toolsnya. Coba klik di pojok kanan atas yang ada avanya, lalu cari Analytics. Analytics Twitternya diakses dari web Twitter ya. Bukan dari aplikasi HP.

Cara Mengukur Performa Media Sosial

 

Nah, lalu ke tab Audiences, kelihatan deh pertumbuhan followernya. Kayak gini nih.

 

 

Kita bisa lihat ada demographics, lifestyle, bahkan mobile footprint. Hampir kayak Google Analytics kan? Nah, boleh diulik-ulik tuh bagian Analytics Twitter-nya masing-masing yah, nanti kalau sempat.

Akan ada banyak data yang bisa kita pelajari dan manfaatkan sama kayak Google Analytics kemarin.

 

3. Perbandingan follower dan following

Yes, brand yang akan mengajak kerja sama kita juga akan memerhatikan perbandingan follower dan following.

It’s highly recommended that you follow other accounts that share the those interests that are related to your niche. Namun, jangan terlalu jomplang juga perbandingan follower dan followingnya ya?

Misal, kita punya 88 follower, tapi follow 3000 akun lainnya. Ini terlalu jomplang. You will look … ummm … desperate (?). Usahakan untuk balance ya, antara follower dan followingnya.

 

4. Clicks per post

Nah, ini juga bisa indikator performa media sosial kita nih. Kalau di Facebook Page, kita bisa mengintip Clicks per Post di bagian Post Detail ini nih.

 

Cara Mengukur Performa Media Sosial

 

Kalau ada post di Facebook Page, kan di bawahnya ada tulisan sekian sekian people reached.

 

Cara Mengukur Performa Media Sosial

 

Nah, klik itu people reached-nya, nanti akan ada Post Details-nya.

 

Cara Mengukur Performa Media Sosial

 

Semakin banyak Post Clicks, maka semakin kuatlah pengaruh kita sebagai influencer.

 

5. Audience mention

Yep yep, seberapa tinggi engagement kita terhadap follower itu juga penting.

Ada artikel bagaimana optimasi feed Instagram untuk meningkatkan engagement dan juga tip menulis tweet yang menarik dan engaging ya. Silakan lo, dibuka dan dibaca-baca. Hehe.

Tingginya engagement ini akan sangat memengaruhi performa media sosial kita.

Makanya, ayo, Mak, ditingkatkan lagi engagement-nya dengan followers Emak yah. Postinglah hal-hal yang positif dan inspiratif, supaya followers kita betah.

 

Nah itu dia 5 hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur performa media sosial kita.

Yuk, yang mau diskusi lebih lanjut soal mengukur performa media sosial, boleh langsung ditulis apa tanggapannya di kolom komen ya.