Seneng ya, Mak, kalau blog kita bisa menghasilkan? Mayan yaaa, bisa buat tambahan jajan yes? Besar kecilnya sih relatif ya, Maks. Asal kita bisa mengerjakannya dengan hati bahagia, ya jalan aja. Iya nggak sih? Tapi sebenarnya PR kita buanyak banget kalau memang pengin blog kita bisa menghasilkan. Salah satu yang kadang bikin stres adalah bagaimana caranya menaikkan pageview artikel blog–terutama sih sponsored article.

Iya apa iya, Mak? 😀 Ehe~

Memang, tugas menulis sponsored post itu paling menantang buat saya. Makanya saya pribadi sih malah justru makin membatasi, lantaran makin ke sini beban tugas sponsored post itu semakin besar. 😆 Tapi yah, memang yang namanya tantangan itu kadang ya memang fun untuk dihadapi. Bikin kita tambah pinter. Iya nggak sih?

Anyway busway, balik lagi ke menaikkan pageview nih. Saat kita sudah selesai menulis artikelnya, dan klik tombol ‘Publish’, maka saat itulah tantangan terbesar justru dimulai.

Bener nggak, Mak? Karena kita pun kemudian (biasanya) harus memenuhi target pageview. Ya namanya juga sponsored post yekan, Maks? Istilahnya brand “nitip” dagangan ke kita, ya kita mesti jamin supaya laku.
Yekaaaan?

Betul banget. Kita mesti nguber pembaca ya, supaya pada mau baca sponsored post kita. Supaya pada tahu, ada brand ini dan itu. Syukur-syukur pada beli produknya.

Nah, tapi … namanya “nyuruh” orang untuk baca iklan, itu kan rada susyeh kan yaaa? Hihihi. Coba ngacung yang merasa kesulitan untuk “meminta” orang datang untuk baca sponsored post-nya! Mau nggak nih saya kasih sedikit trik nih untuk bisa mengundang pembaca datang dan menaikkan pageview artikel blog?

Nah, ini dia beberapa trik sederhana untuk bisa menaikkan pageview, nggak hanya untuk sponsored post saja sih, tapi akan bagus juga jika kita lakukan untuk setiap artikel yang kita tulis.

 

Trik Menaikkan Pageview Artikel Blog

 

Trik Menaikkan Pageview Artikel Blog

1. Pastikan artikel kita layak baca

Before everything else, pastikan artikel sponsored post Emaks sudah memenuhi beberapa ‘kaidah’ artikel yang engaging dan menarik dulu. Lah, terus, yang gimana sih artikel yang engaging dan menarik itu?

Yaitu artikel yang memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Helpful – atau bermanfaat bagi pembaca. Yaiyalah ya? Kalau kita nggak menawarkan manfaat buat pembaca, terus mau ngapain pembaca mesti datang?
  • Be unique – Apalagi kalau sponsored post-nya cukup masif ya, dalam arti banyak yang dapat job yang sama. Kalau post kita sama aja dengan yang lain ya, artinya bisa saja langsung tenggelam deh. Kurang diminati. Selain itu, kalau enggak unik dan ternyata masif seperti ini, kita bisa terancam jebakan betmen double content lo! Makanya, please, Mak. Kalau semisal jobnya memang content placement yang artikelnya sama semua, please deh diedit dulu yang sesuai dengan gaya menulis blog kita.
  • Tell stories – karena setiap orang suka cerita. Jadi kalaupun ngasih tip dalam sponsored post-nya ya pastikan ada cerita personalnya. Kan jadi keliatan kalau bener-bener ada pengalamannya gitu. Pun kalau misalnya sponsored post-nya berupa review produk ya harus jelas, keuntungan apa yang bisa dirasakan oleh pembaca nanti kalau pakai produk tersebut. Dan seterusnya. Nah, beberapa waktu yang lalu sih, saya juga pernah share soal tip menulis sponsored post. Bisa deh dibaca-baca lagi yah.

 

2. Pastikan searchable

Setelah menulis artikel yang helpful, berikutnya kita mesti memastikan artikel kita itu searchable. Jadi, mau nggak mau, kita memang perlu belajar melakukan keyword research, agar bisa menemukan kata kunci yang paling pas untuk artikel kita.

Keyword ini berperan penting banget kalau kita pengin menaikkan pageview artikel blog, dengan sumber traffic dari mesin pencari, Mak. Jadi, please jangan diabaikan deh, kalau nggak mau nyesel.

Nah, 2 trik ini memang harus kita lakukan sejak awal, demi menaikkan pageview artikel blog dan mendapatkan traffic dari search engine, Mak. Ini akan banyak membantu kita, selain juga melakukan promosi via media sosial.

Ke depannya, kalau kita bisa mendapatkan traffic dari search engine secara optimal, Emaks bisa agak santailah dikit. Promosi media sosial tinggal untuk dukung-dukung aja.

 

3. Gunakan image yang representatif dan menarik

Nah, kita masuk ke promosi di media sosial nih sekarang. Dan, image ini penting banget saat kita mulai promo di media sosial. Soalnya, begitu artikel kita dishare di Facebook, Twitter, Google +, itu yang paling keliatan adalah image snippetnya atau featured image-nya lebih dulu.

Emaks pasti sudah tahu kan, kalau 80% info itu lebih banyak terserap kalau disajikan secara visual. Jadi, ini nggak bisa diabaikan ya. Jadi, buat image yang paling bagus sebagai featured image-nya.

 

4. Define your target audience

Coba simak lagi sponsored post yang sudah Emaks tulis. Kira-kira siapa yang akan paling diuntungkan dari artikel tersebut? Ibu-ibu? Pakbapak? Anak muda? Pekerja kantoran? Pensiunan?

Defining your audience ini penting BANGET! Supaya kita bisa mencari dan membagikan artikel kita pada sasaran yang tepat, pada orang yang bisa mengambil manfaat.

Kalau targetnya pas, selain si pembacanya akan suka dan berterima kasih kita sudah ngasih info, ada kemungkinan dia juga akan share kan? 😀 Mayaaaan

 

5. Reach your target audience

Nah, sekarang waktunya kita “bergerilya” nih.

Cobalah cari “kerumunan” (baca: komunitas, grup, atau rangorang) yang sesuai dengan target audience Emaks yang tado sudah didefinisikan.

Misalnya, kalau artikel kita adalah tentang susu pertumbuhan anak, ya berarti mesti masuk ke komunitas buebu. Kalau artikelnya tas ransel, bisa ke komunitas anak-anak muda, dan seterusnya.

Kalau sudah ketemu komunitasnya, sebentar. Tahan dulu, jangan langsung asal sebar link artikel, Mak. Ntar dibilang spam. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:

  • Cari tahu dulu aturan grupnya, boleh OOT enggak. Boleh share link enggak. Apa ada jadwal share di hari tertentu, dan seterusnya.
  • Kalau sudah tahu aturan-aturan grup atau komunitasnya, maka ya hormati, Mak. Jadi jangan asal ngeshare atau nyepam aja. Bisa-bisa malah di-delete. Nggak jadi dapat PV deh. Atau, malah kita di-remove. Aduh! Celaka deh.
  • Perhatikan postingan-postingan atau thread-thread yang sudah ada di grup atau komunitasnya. Like beberapa, komen beberapa. Kalau ada yang curhat dan kebetulan cocok, nah, coba kasih link artikel kita. Dapat pageview deh! Hihihihi.
  • Biasanya sih efeknya akan lebih bagus kalau judul artikel Emak kita itu nggak mencantumkan merek ya. So, disesuaikan dulu dengan brief-nya.
  • Susun caption yang menarik, jangan berkesan jualan yes? Penting nih!

Nah, ada beberapa platform media sosial yang cukup potensial untuk share:

  • Facebook group
  • Facebook page
  • Kaskus
  • Google + Communities (eh, masih enggak sih ini 😆 saya belum ngecek euy! *ditabokin*)

 

6. Rotasi sharing

Yang saya lihat sih, banyak yang suka sharing langsung banyak di beberapa tempat. Terus udahan.

Nah, ini kurang efektif untuk menaikkan pageview artikel blog kita. Yang ada malah kita kena semprit karena dianggap nyepam. Hedeh.

Yang betul, sharingnya dijadwal dan dibagi-bagi waktunya. Misal, pagi share di Facebook grup A. Sorenya di Google + Communities B. Terus besoknya, share di Twitter, sorenya ke Kaskus.

Seberapa lama deadline dari mulai publish sampai harus kasih laporan pageview, selama itu pula, kita mesti rajin-rajin share artikelnya–tentu saja, dengan cara yang benar dan tanpa nyepam.

Kalau mau share di Twitter, bagus juga kalau dibikin kultwit tapi yang nggak terlalu panjang. Awali dengan pertanyaan atau membahas masalah yang related dengan follower kita. Sudah ada nih, artikel mengenai tip membuat tweet yang menarik dan engaging. Saatnya dipraktikkan deh!

 

 

Nah, demikianlah sedikit trik menaikkan pageview blog yang praktis dari saya, Mak. Semoga bermanfaat ya.

Sampai ketemu lagi di artikel tip blogging selanjutnya.