Hola, Mak! Lagi bad mood karena anak-anak keasyikan bermain gadget atau berselancar di dunia maya–YouTube-an–tanpa kenal waktu? Tapi bingung juga, mainan anak edukatif seperti apa yang cocok, yang bisa menstimulasi tumbuh kembangnya?

Memang ya, tugas orang tua itu berat. Meski hanya permainan, tapi tetap nggak boleh luput dari pantauan kita. Iya kan?

Tentu saja, yang paling baik adalah kalau kita bisa memilih mainan anak edukatif, selain yang bisa menyenangkan untuk mereka, sehingga keterampilan dan kecerdasan mereka pun terasah. Dengan begitu anak-anak bisa bermain sambil belajar yang menyenangkan, tanpa harus merasa terbebani atau dipaksa.

Baca yuk: Permainan Masa Kecil yang Tak Terlupakan

Berikut adalah Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Emak Pilih

Berikut ini beberapa permainan dan mainan anak edukatif yang cocok dimainkan untuk menstimulasi kecerdasan anak, sekaligus menyenangkan. Apa saja ya kira-kira?

1. Puzzle

 

Ini Dia Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

 

Puzzle menjadi salah satu mainan anak edukatif yang sangat digemari. Biasanya permainan ini berbentuk bongkar pasang, atau maze, yang sangat bagus untuk perkembangan motorik dan sensorik anak-anak.

Sebagai permulaan, kita bisa memberikan puzzle dengan ukuran kecil namun dengan potongan yang besar. Baru setelah anak mampu mengusai, kita bisa naikkan ke tingkat yang lebih sulit.

Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak-anak saat bermain puzzle ya.

 

2. Menebak Bendera dari Berbagai Negara

Bagi orang tua yang memiliki anak usia 2 sampai 9 tahun, bisa mencoba permainan seru ini. Nama permainannya adalah World Flags, atau menebak nama negara dari seluruh dunia dengan menunjukkan benderanya.

Permainan ini membangun pengetahuan mereka tentang berbagai negara yang ada di dunia, termasuk warna bendera mereka, wilayah, ibukota, jumlah penduduk, sampai hal-hal menarik yang ada di negara tersebut.

 

3. Kotak Alfabet

 

Ini Dia Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

 

Ppermainan kotak alfabet ini cocok banget deh dimainkan oleh balita, bersama orang tuanya. Mainan anak edukatif ini berupa susunan huruf abjad yang biasanya terbuat dari kayu. Umumnya, permainan kotak alphabet juga dilengkapi dengan deretan angka dari 0 hingga 9.

Melalui permainan yang sangat edukatif ini, kita bisa mengenalkan kepada anak-anak tentang huruf dan angka dengan cara yang menyenangkan.

Jika anak sudah hafal semua abjad, kita bisa meningkatkan permainan ini dengan menyusun kata sebagai media anak belajar membaca.

 

4. Balok Kayu Susun

 

Ini Dia Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

 

Balok kayu susun juga bisa menjadi salah satu mainan anak edukatif yang cocok untuk menstimulasi kecerdasan si kecil, Mak. Hampir mirip dengan permainan kotak alfabet, permainan balok kayu susun ini juga menggunakan kayu sebagai media belajarnya.

Yang membedakan hanya bentuknya yang lebih beragam, mulai dari persegi, balok, hingga lingkaran. Untuk menarik perhatian anak-anak, mainan ini biasanya dicat dengan warna yang beragam sehingga terlihat lucu dan sangat cantik.

Melalui permainan ini, anak-anak bisa belajar mengenal warna dan mengenal berbagai bentuk sekaligus belajar menyusunnya menjadi bentuk-bentuk yang unik. Yang pastinya daya motorik dan sensorik anak sangat terlatih dengan permainan balok kayu susun ini.

 

5. Gunting Tempel

 

Ini Dia Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

 

Memasuki usia 2 hingga 6 tahun, anak-anak pasti memiliki ketertarikan yang tinggi akan semua benda yang ada di sekitarnya, termasuk benda tajam seperti gunting sekalipun.

Nah, daripada melarang anak-anak menyentuhnya–yang hanya akan berbuah anak-anak secara sembunyi-sembunyi memainkannya–maka akan lebih baik jika kita ajarkan saja sekalian pada mereka bagaimana menggunakannya secara aman. Bener nggak, Mak?

Kita bisa memanfaatkan kegiatan gunting-tempel ini nih, Mak. Mulailah dengan mengajak anak untuk menggambar bentuk-bentuk sederhana, atau Emak bisa juga mencari gambar-gambar dari majalah atau dari internet lalu di-print. Setelah itu, ajak mereka untuk menggunting sesuai sesuai garis yang ada di gambar tersebut. Pastikan saat menggunting, anak-anak dalam pengawasan kita ya.

Setelah sebuah gambar selesai digunting, ajak mereka untuk merekatkan gambar tersebut pada kertas kosong dengan bentuk yang sama. Sebelumnya kita bisa menuliskan nama gambar tersebut dan sekaligus mengajari anak cara membacanya.

 

6. Lego

Konsep permainan lego hampir mirip dengan balok kayu susun. Hanya saja mainan anak edukatif satu ini lebih modern dan memiliki bentuk dan ukuran yang lebih beragam. Hal ini sangat bagus untuk menumbuhkan kreativitas dan daya imajinasi anak-anak.

Dibandingkan permainan balok kayu susun, harga lego memang jauh lebih mahal. Namun hal tesebut sepadan dengan nilai edukasi yang diperoleh anak-anak. Walaupun pada awalnya lego adalah permainan anak-anak, akan tetapi pada kenyataannya permainan ini juga dimainkan oleh remaja bahkan orang dewasa sekalipun. Termasuk Emak juga kan, suka main lego?

Terbukti kan bahwa bermain lego memang menyenangkan, Mak?

 

7. Tebak-tebakan Bahasa Asing

Permainan edukatif yang bisa dilakukan oleh orang tua bersama anak selanjutnya adalah permainan tebak-tebakan bahasa asing. Yang paling umum yang tebak-tebakan kata bahasa Inggris. Kalau Emak bisa berbahasa asing lain, boleh juga tuh, Mak, dimainkan.

Permainan ini selain menyenangkan, juga bisa mengajarkan anak-anak untuk mengenal beberapa kata sederhana dalam bahasa asing.

Kita bisa menyediakan beberapa flashcard atau kartu gambar buah, sayur dan hewan, dan menunjukkan kepada anak dan memintanya untuk menyebutkan dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya pastikan anak-anak sudah diperkenalkan dengan kata-kata bahasa Inggris terlebih dahulu ya, Mak.

 

8. Monopoli

Siapa yang tak kenal permainan monopoli? Namun belum banyak yang tahu bahwa monopoli bukan hanya sekedar permainan, akan tetapi juga memberikan banyak pelajaran untuk anak-anak saat memainkannya.

Selain bermain, dalam permaianan monopoli ini anak-anak belajar banyak hal, seperti melatih memecahkan masalah, menumbuhkan kebiasaan mengantre, membangun tujuan hidup dan mimpi anak, melatih berinteraksi sosial, serta melatih anak untuk bijak dalam mengelola keuangan.

Jangan lupa, saat bermain mainan monopoli ini, anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang tua ya.

 

9. Susun Menara

Susun menara juga bisa menjadi salah satu mainan anak edukatif yang bisa menstimulasi kemampuan otak si kecil, Mak. Permainan ini hampir mirip dengan balok kayu susun, hanya saja ukurannya berbeda.

Susun menara ini biasanya terdiri dari benda berbentuk lingkaran dengan beragam ukuran dan satu tiang utama sebagai tempat menyusun. Anak-anak akan menyusun benda-benda tersebut menjadi sebuah menara dengan fondasi paling bawah adalah lingkaran paling besar dan semakin ke atas semakin mengecil.

Permainan ini sangat baik untuk mengenalkan anak mengenai bentuk dan ukuran. Selain itu daya motorik dan sensorik anak juga ikut diasah.

Selama bermain, jangan lupa untuk selalu didampingi.

 

10. Menggambar

 

Ini Dia Beberapa Jenis Mainan Anak Edukatif yang Bisa Menstimulasi Tumbuh Kembangnya

 

Satu lagi mainan anak edukatif yang cocok untuk melatih kreativitas dan daya imajinasi si kecil. Yes, menggambar. Kita cukup menyediakan kertas, pensil, dan aneka beberapa pensil warna, lalu biarkan anak bermain dengan imajinasi mereka.

Untuk merangsang kreativitas anak, kita bisa mencontohkannya dengan gambar sederhana, seperti gambar buah atau hewan. Selanjutnya, biarkan mereka mengeksplor apa yang bisa mereka lakukan dengan kertas dan pencil tersebut.

 

Nah, itulah beberapa mainan anak edukatif yang cocok untuk membantu menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan kecerdasan si kecil.

Semua permainan ini menyenangkan, asal orang tua bisa bijak memilih mainan mana yang bagus untuk anak dan mana yang justru membahayakan anak.

Usahakan untuk membatasi pemberian gadget pada anak di bawah umur ya, Mak. Selain bisa merusak mata mereka, gadget juga memberikan dampak yang kurang baik seperti kurangnya daya sosialisasi anak-anak dan memicu obesitas.

Selamat bermain, Mak!