Memiliki bayi yang cerdas dan aktif dalam merespon situasi lingkungan di sekitarnya merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai orang tuanya ya, Mak? Untuk membentuk karakter seperti itu diperlukan usaha dari orang tua pula dalam memberikan stimulus kepada bayi berupa rangsangan-rangsangan yang dapat menggerakkan otak bayi untuk mengolah informasi dan memberikan responnya. Makanya, penting buat orang tua untuk sering-sering mengajak bayi bermain.

Ya, tentu bayi akan senang jika diberikan stimulus yang sesuai dengan dunianya yang mulai tertarik dengan permainan. Nah, berikut sedikit tip mengajak bayi bermain agar ia semakin terstimulasi perkembangannya.

Beberapa tip mengajak bayi bermain

1. Jangan asal memberikan mainan

Iya, Mak, kita sebagai orang tua jangan asal memberikan mainan yang tidak ada nilai edukasi bagi pertumbuhan bayi.

Apalagi jika kita sehari-harinya sangat disibukkan oleh rutinitas kerja di luar rumah. Pasti deh kejadiannya banyak dari kita yang akan memberikan mainan apa pun, asalkan anak anteng dan tidak rewel.

Sebaiknya, Mak, kurangi deh kebiasaan-kebiasaan ini. Kita perlu banget menyadari bahwa yang terpenting bukanlah jenis permainan yang mewah dan modern, tetapi bimbingan kita selaku orang tualah yang utama dalam mendampingi bayi bermain.

 

2. Pilih mainan bayi yang tepat

Ingat ya, Mak, bahwa barang-barang permainan bayi ini hanyalah benda mati dan pasif. Benda-benda ini tak ada artinya tanpa peran kita untuk menjadikan permainan tersebut sebagai media penstimulus otak bayi agar aktif dan responsif.

Jenis barang permainan untuk bayi tidak perlu mahal kok. Bahkan kalau kita kreatif, kita bisa kok membuat sendiri mainan bayi dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah sebagai media perangsang perkembangan otak bayi.

 

3. Terlibat langsung dalam permainan

Saat bayi bermain, kita pun sebaiknya terlibat langsung dengannya, Mak, agar terjadi kedekatan interaksi antara bayi dan orang tua.

Ini penting lo, karena interaksi yang dekat antara bayi dan ibunya yang sudah terbentuk sejak dini akan terbawa hingga ia dewasa kelak.

 

4. Buat acara bermain yang asyik

Bayi yang menginjak usia 6 bulan sangat besar rasa ingin tahunya, sekaligus tertarik pula untuk bermain. Sebagai penarik perhatian bayi, pilihlah barang permainan yang berwarna-warni dan berbunyi.

Selanjutnya, kita bisa berstrategi dengan cara menyembunyikan mainan, misalnya. Hal ini akan membuat penasaran bayi untuk mencari mainannya yang kita sembunyikan, Mak.

Atau, bisa juga kita ajak bayi bermain memindah-mindahkan mainan dari satu wadah ke wadah yang lain, atau belajar menendang, menangkap benda, dan sebagainya.

 

5. Sesuaikan dengan perkembangan yang diinginkan

Masing-masing jenis permainan mempunyai fungsi stimulus yang berbeda-beda. Misalnya saja, permainan memindahkan mainan dari satu wadah ke wadah yang lain di atas. Permainan tersebut akan melatih syaraf motorik bayi untuk menyeimbangkan antara gerakan anggota tubuh dan matanya.

Kemudian untuk melatihnya mengeluarkan suara, kita bisa mengajaknya berbicara dengan kata-kata sederhana dan pendek, agar bayi bisa langsung menirukannya.

 

Masih ada banyak lagi kegiatan yang bisa kita lakukan sembari ajak bayi bermain yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan otaknya.

Tinggal bagaimana kreativitas kita sebagai orang tua 😉

Semangat ya, Mak!

 

Sumber : www.arsipbayi.blogspot.com