Hola Maks, ada yang tahu tentang Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur ini? Ada yang sudah pernah datang ke sini, sendiri atau bersama anak-anak dan keluarga? Jujur, saya termasuk orang kudet yang baru tahu tentang taman nasional ini dua tahun lalu dan menyambanginya pada Oktober 2017 bersama si bungsu, Tiominar. Tahukah Maks, kalau ada waktu dan dana lebih, ajak deh anak-anak berwisata ke Baluran National Park ini. Dijamin nggak nyesal dan akan meninggalkan kenangan indah buat anak kita.

Baca yuk: Wisata ke Museum Satwa 

 

Apa sih yang menarik dari Baluran, yang kerap disebut Little Africa in Java?Ada lima hal menarik dari Baluran versi saya dan Tiominar, yang suatu saat ingin kembali dan bermain-main sampai puas di taman nasional ini.

5 Hal Menarik tentang Baluran, Little Africa in Java

Baluran adalah salah satu taman nasional di Indonesia yang terletak di dua lokasi berhimpitan yaitu Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi. Nama Baluran diambil dari Gunung Baluran yang terletak di dua daerah itu.

Hal pertama yang menarik dari Baluran adalah

  1. Ρadang Savana Bekol – Baluran ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa sejak zaman penjajahan (Hindia Belanda). Penetapan dilakukan oleh Gubernur Hindia Belanda di tahun 1937 dengan ketetapa GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544. Pada masa kemerdekaan, penetapan Baluran sebagai Suaka Margasatwa dengan SK Nomor II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Dan pada tanggal 6 Maret 1980, Baluran diumumkan sebagai Taman Nasional.

Baluran memang layak sebagai Taman Nasional. Dengan luas 25.000 hektar area, dengan tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.

Dari total luas lahan itu, tipe sabana mendominasi Baluran sebanyak 40 persen atau sekitar 10.000 hektar area (savana terluas di Pulau Jawa). Dari 10 ha tersebut, 300 hektar merupakan Padang Savana Bekol. Dengan pemandangan berlatar Gunung Baluran, Savana Bekol menjadi pusat dari keindahan Baluran National Park.

Sayang, pada saat kami berkunjung ke Baluran, sedang musim kering atau kemarau, sehingga hamparan padang rumput yang seharusnya hijau memesona, berubah kecoklatan dan kering. Tapi jangan salah, dengan warna kecoklatan tersebut malah semakin tampak seperti pemandangan gurun di Afrika lho. Inilah yang membuat Baluran diberi julukan Little Africa in Java!

 

Baluran National Park

 

2. Τempat Satwa Liar – Di Baluran National Park ini, ada sekitar 47 jenis satwa yang dilindungi undang-undang yaitu 5 jenis insektivora, 5 jenis karnivora, 4 jenis herbivora, 32 jenis burung dan 1 jenis reptilia. Sedangkan tumbuhan ada sekitar 444 jenis tumbuhan, yang merupakan tumbuhan asli dan khas, yang mampu beradaptasi dalam kondisi tanah sangat kering. 

Pada saat kami berkunjung ke taman nasional Baluran, mungkin karena musim kemarau, hewan-hewan seperti rusa, kerbau liar, kijang, tidak banyak yang terlihat. Hanya beberapa ekor rusa yang berteduh di bawah pohon, kera ekor panjang yang berkeliaran bahkan mengikuti kami ke mobil, dan burung seperti merak hijau yang tampak.

Begitu pun dengan banteng liar yang menjadi maskot atau ciri khas dari Baluran National Park, hanya satu saja yang kami lihat.

Kata teman-teman yang sudah berkunjung ke Baluran, bulan-bulan yang bagus untuk berkunjung ke taman nasional ini adalah dari bulan Maret sampai Agustus. Padang savana hijau terhampar indah di seluruh hektar savana.

 

Baluran National Park

 

3. Jangan lupa berkunjung ke Pantai Bama 

 

Baluran National Park

 

Sayangnya, saat kami berkunjung ke Baluran National Park, hanya singgah sebentar di Pantai Bama, sekedar memenuhi keinginan Tiominar, yang bermain pasir dan air di pantai. Tio memang sangat senang ke pantai. Selalu dalam tiap kali kami bepergian, dia pasti bertanya apa di tempat wisata itu ada pantainya? Atau kalau hanya pergi menginap di hotel, hal pertama yang ditanya apa hotel itu ada kolam renangnya. Bermain air sih keinginannya. Kalau dituruti, Tio bisa bermain air seharian. Kalau berenang, bolak balik renang sampai bibirnya biru, baru deh istirahat.

Pantai Bama ini lokasinya tidak jauh dari padang savana Baluran. Menurut Rifqi, travel blogger yang menjadi guide kami dalam eksplor Banyuwangi, Pantai Bama ini masih termasuk pantai yang berada di Selat Bali dan menghadap ke timur, sehingga cocok untuk melihat indahnya matahari terbit.

Pantai Bama juga terkenal dengan ekosistem dalam airnya atau biota bawah airnya yang indah, cocok untuk snorkling. Pada saat kami berkunjung, ada sekelomok turis mancanegara yang akan melakukan snorkling dengan menyewa kapal boat yang memang disediakan untuk para pengunjung, termasuk peralatan snorkling dan penginapannya.

Tio yang nggak mau beranjak dari pantai, terpaksa dijanjikan akan berkunjung kembali ke Pantai Bama, bermain air dan pasir sepuasnya. Semoga bisa kembali ke Baluran ya.

 

4. Hutan Evergreen 

 

Baluran National Park

 

Kami nyaris lupa untuk berfoto-foto di sini, saking terpesonanya dengan pemandangan hijau dari pohon-pohon besar di kiri kanan jalanan yang menjadi pintu masuk menuju Baluran National Park. Hutan Evergreen ini menjadi pemandangan indah pertama yang kita temui dari rangkaian keindahan taman nasional indah di Pulau Jawa ini.

Mengapa dinamakan Hutan Evergreen? Karena pohon-pohon yang ada di pintu masuk menuju Taman Nasional Baluran ini, selalu dalam keadaan hijau. Ada sih yang berwarna kecoklatan karena musim kemarau, tapi itu hanya sedikit, tak sampai mengurangi keindahan hijaunya hutan.

Hutan yang hijau sepanjang tahun ini (karena itu disebut Evergreen), karena berada di wilayah cekungan, yang terdapat sungai bawah tanah. Kalau berjalan di hutan Evergreen ini, serasa berjalan di terowongan hijau karena lebat dan rapatnya pepohonan.

 

5. Hutan Mangrove Pantai Bama dan Goa Jepang

 

Baluran National Park

 

Goa Jepang dan Hutan Mangrove Pantai Bama, destinasi yang tidak bisa dilewatkan juga jika berkunjung ke Baluran National Park tidak terburu-buru. Kalau kami, hanya melewati saja, karena Baluran merupakan salah satu tempat wisata yang kami kunjungi dalam perjalanan ke Banyuwangi.

Berapa harga tiket per orang untuk masuk ke Baluran? Murah banget untuk wisatawan lokal yaitu Rp 5000/orang di weekdays, dan Rp 7500/orang di weekend. Kalau untuk turis mancanegara memang Rp 150 ribu per orang, tapi jangan salah ya, itu sudah termasuk biaya untuk tour guide selama menelusuri Baluran National Park. Kalau turis lokal kan nggak perlu guide, kecuali ingin mendapat informasi yang seluas-luasnya.

Nah itulah sekilas cerita saya dan Tiominar saat berkunjung Taman Nasional Baluran yang indah. Nggak bakalan terlupakan oleh anak-anak deh. Tio saja sampai berkali-kali cerita tentang Baluran ke teman-teman sekolah.