“Ma, minta uang jajan dong! Mau beli pempek.”

“Ma, punya 5000, enggak? Aku mau beli snack di warung.”

Gitu deh sehari-harinya anak saya yang paling kecil. Sepertinya memakan camilan atau jajanan adalah hal yang wajib dia penuhi. Saya pribadi sih, mempersilakan anak-anak saya untuk jajan sesekali, meski sebetulnya untuk camilan sendiri, saya suka menyiapkan di rumah. Tapi ya gitu, ada saja yang dimau. Biasanya keinginan jajan muncul saat temannya yang lain jajan, jadi kadangkala anak kita ikut-ikutan pengin jajan.

Kebiasaan jajan anak-anak ini memang menjadi perhatian saya. Bagaimanapun sebagai ibu, saya harus memastikan bahwa anak-anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan aman. Tau sendiri kan ya, kang batagor, kang gorengan, dan teman-temannya memang selalu menggoda dengan aneka makanannya. Dan kerap kali saya menyaksikan, minyak untuk menggorengnya saja sudah berwarna pekat. Entah berapa kali digunakan. Kalau sudah begitu, pasti deh bikin batuk dan pastinya enggak bagus juga buat pencernaan. Jadi sebisa mungkin, anak memakan olahan dari rumah saja. Atau, kalaupun harus beli, kita beri pengertian pada anak agar tetap membeli makanan yang sehat.

Memilih Camilan untuk Anak

 

Nah, kalau anaknya belum paham (baca = masih kecil), gimana kasih pengertiannya dong? Yaitu tadi, malah lebih gampang sih ya, bawakan saja bekal dari rumah. Dan biasanya anak-anak kan suka permen, tambahkan saja camilannya dengan permen. Pasti si anak akan suka.  Lho, tapi kenapa harus permen? Kan bisa bikin batuk.

Pada dasarnya, apapun yang dikonsumsi berlebihanlah yang tidak baik. Tapi kalau itu sebatas dalam takaran normal, aman-aman saja. Banyak yang khawatir, kalau makan permen itu bisa bikin batuk, karena rasanya sudah pasti manis. Padahal mengkonsumsi/ mengemut permen sebetulnya bisa melatih saraf dan otot rahang anak. Asal dipastikan saja, setelah memakan permen, anak menyikat gigi dengan baik. Dan pastikan juga, kalau permen yang dikonsumsi sudah terdaftar di BPOM dan MUI, contohnya permen Pindy yang biasa saya stock di rumah.

Dan kali ini, saya coba kasih tips bagaimana memilih camilan untuk anak yang baik ya, Moms.

  1. Usahakan camilan tersebut dibuat sendiri oleh kita dengan aneka bahan makanan yang bergizi.
  2. Variasikan camilannya dengan berbagai menu agar anak tidak bosan
  3. Kalaupun harus beli, belilah camilan kue-kue basah
  4. Buatlah packaging camilan semenarik mungkin
  5. Saat kita sesekali mengijinkannya membeli cemilan siap saji, bisa berupa kue, cemilan atau permen misalnya, jangan lupa cek dengan seksama komposisi dan label pada produk

Mengizinkan buah hati mengkonsumsi cemilan siap saji apalagi permen, tidak selalu mengkhawatirkan asal kita memberinya sesuai porsi dan tidak berlebihan. Dan yang terpenting kita  sudah mengecek dan memastikan kandungan yang tertera pada kemasan. Seperti produk Permen Pindy Susu contohnya.

Itulah tips dari saya saat memilih camilan untuk anak, tentu tidak perlu ragu dan khawatir mengizinkan buah hati mengkonsumsinya sesuai porsi dan tidak berlebihan, karena di kemasan dapat kita lihat semua spesifikasinya.

 

Memilih Camilan untuk Anak

Ngomong-ngomong soal permen Pindy. Ada yang sudah coba belum dalam memilih camilan untuk anak?

Permen Pindy ini ada 3 varian rasa. Starwberry and milk chewy candy, chocolate and milk chew candy, dan milk chewy candy. Dengan kandungan susu yang enak dan pasti disukai anak-anak, ketiganya memiliki tekstur yang lembut, jadi mudah diemut dan mudah digigit. Dan pastinya, bisa dimakan sesuai selera rasa masing-masing. Kalau untuk anak-anak saja aman, apalagi untuk orang dewasa ya.

Dan yang paling penting lagi, permen Pindy Susu sudah terdaftar di BPOM yang keterangan lengkapnya bisa di baca di sini  dan berlabel halal MUIdengan nomer 00110067461213. Jangan lupa, sediakan pemen Pindy sebagai pencuci mulut setelah makan ya, moms. Bisa di rumah, atau dibawa bekal saat bepergian.

Untuk keterangan lebih lanjut tentang permen Pindy bisa langsung kunjungi www.iu.co.id, social media Permen Pindy di Facebook Permen Pindy dan IG @permenpindy_id.