Hae, Emaks semua! Kali ini, saya akan kasih sedikit checklist bagi para bloger profesional untuk bisa menghasilkan artikel berkualitas nih!

Boleh dibilang, ceklis yang bakalan saya kasih ini adalah semacam list reminder bagi siapa saja yang pengin menghasilkan postingan blog yang berkualitas dan mumpuni, terlepas dari niche dan topiknya.

 

Yuk, kita lihat, checklist ngeblog buat para bloger profesional berikut ini!

Bagaimana Menjadi Blogger Profesional Versi Emak-Emak Blogger

1. Tentang ide

Setiap proses menulis selalu berawal dari ide. Betul nggak, Mak? Termasuk soal ngeblog. Karena itu kita akan mulai ceklis ini dari saat kita mulai menjaring ide.

Apa saja yang mesti diperhatikan?

  • Pastikan catatan selalu siap. Masing-masing orang punya kebiasaan sendiri untukk mencatat. Emaks sendiri lebih suka nyatet di mana? Di smartphone, di bloknot? Dan yang namanya ide kadang nongol secara tak terduga. Jadi siapkan catatan agar bisa segera dicapai saat ide tiba-tiba datang.
  • Meski kadang ide nongol itu kadang random banget, tapi biasanya ada waktu-waktu tertentu di mana ide bisa datang dengan cepat. Misalnya, pas lagi nongki di toilet #eh Atau, saat mendengarkan lagu-lagu Siti Badriyah. Amati kapan saja ide datang secara meliar ini, Mak. Lalu lain kali saat butuh semedi, kita pun bisa mengondisikan diri kita seperti saat ketika ide banyak bermunculan ini.
  • Talk to people more. Biasanya kita akan bisa punya banyak ide saat kita juga banyak ngobrol dengan orang lain. Jadi, luangkan waktu sekadar untuk ‘say hi’ pada teman-teman, tetangga, ataupun bloger lain. Dengan banyak mendengarkan, kita bakalan mendapat banyak hal. Asalkan pilih-pilih juga bahannya, Mak. Pastikan sesuai aja gitu yah. Paham kan ya, maksud Makmin yah? πŸ˜† Maksudnya, gosah dengerin yang negatif-negatif, Mak, karena ntar keluarannya juga akan kurang baik.
  • Berlanggananlah newsletter web-web yang pas dengan nichenya hampir sama dengan blog kita, atau yang topiknya kita banget. Misal, kalau saya sih suka langganan newsletter-nya Jon Morrow, Copyblogger, HubSpot, dan sebangsanya. Langganan newsletter ini bisa menghemat waktu kita saat sedang “berburu ide” lo, karena kalau ada update-an di web mereka, biasanya mereka akan kirim email dengan link-link-nya. Nah, tinggal buka aja yang sekiranya menarik. Praktis kan?

2. Tentang produktivitas ngeblog

Huuuuvft. Ini mah biasanya permasalahan banget nih buat para bloger profesional, yes? Tenang, nggak sulit kok, Mak, untuk bisa produktif. Lakukan saja beberapa hal berikut.

  • Begitu akan mulai menulis, singkirkan semua pengganggu. Apa saja pengganggu utama aktivitas menulis itu? Media sosial! Yes! Jadi, tutuplah semua medsos saat Emak mau menulis ya.
  • Gunakan teknik pomodoro. Konsep teknik Pomodoro adalah mengerjakan sebuah tugas dalam blok-blok waktu 25 menit. Di antara setiap blok waktu, ada istirahat 5 menit. Setelah menyelesaikan 4 blok waktu, istirahat dapat dilakukan lebih lama. 15 menit, biasanya. Pastikan untuk tidak ada pengganggu di waktu2 25 menit kita menulis itu. Setelah break 5 menit itu boleh deh, tengok medsos sebentar. Break selesai, langsung tutup lagi, dan nulis lagi. Setelah menyelesaikan 4 kali 25 menit, kita kemudian berhakΒ  istirahat lebih panjang. Bolehlah 15 menit. Begitu terus, sampai tulisan benar-benar selesai. Teknik ini sering dipakai oleh para penulis buku agar bukunya cepat kelar, Mak. Jadi, boleh juga lo kalau mau dicoba utk menyelesaikan tulisan di blog πŸ˜‰
  • Cobalah untuk menyelesaikan satu demi satu draf, baru memulai draf baru lagi. Jadi, sebisa mungkin jangan sampai numpuk draf di blog.

 

3. Tentang menulis artikel yang menarik

  • Menulislah dengan gaya Emak kalau ngobrol. Dengan demikian, biasanya tulisan akan lebih mengalir dan lebih personal.
  • Learn to love outline, Mak. Menulis secara fokus akan lebih mudah dilakukan kalau kita punya outline sebelum menulis. Outline-nya pun boleh kok kalau cuma poin-poin ringkas. Yang penting tujuannya adalah agar artikel kita terstruktur dengan baik.
  • Setiap penulis aka bloger profesional biasanya punya ritual masing-masing. Ritual ini kalau dilakukan akan bisa membuat kita lebih lancar menulis. Misalnya, kalau saya nih ya, lebih suka menulis langsung ke inti dulu. Setelah inti selesai, baru bikin closing dan lalu opening. Terakhir, judul. Jadi, temukan ritual menulis kita sendiri, agar mood kita juga lebih ter-boost.
  • Supaya lebih variatif dan tidak membosankan, perkaya diksi. Boleh sambil lihat-lihat sinonimkata.com deh, biar kata-katanya nggak klise atau pasaran πŸ˜€ Tapi hati-hati juga, jangan terjebak dengan menggunakan kata-kata yang nggak familier dan susah dicerna ya.
  • Tak semua harus berupa teks. Jika ada banyak kata yang bisa digambarkan dalam video, foto, atau infografis, maka buatlah video, foto, atau infografis tersebut.
  • Pastikan tulisan mudah dipahami ya, Mak. Bahkan oleh nenek-nenek dan anak-anak usia 13 tahun sekalipun πŸ˜€

 

4. Tentang self editing

Seorang bloger profesional seharusnya enggak buru-buru publish tulisan. Lakukan dulu pengecekan terhadap:

  • Kesinambungan kalimat.
  • Kronologis atau keruntutan cerita. Jangan-jangan ada yang cerita hari ini, terus cerita kemarin, terus langsung lompat ke besok, terus balik lagi ke hari ini, tanpa ada batas yang jelas.
  • Kesalahan ketik, alias typo
  • Sumber-sumber baik foto maupun tulisan sudah dicantumkan dengan benar.

 

5. Tentang garnishing

  • Pastikan foto cukup terang dan fokus
  • Pastikan ada visual content (foto, infografis, video, dan lain-lain) setiap 300 kata untuk mencegah kejenuhan baca
  • Adakah kata/kalimat yang perlu di-bold / di-highlight karena penting?

 

Nah, itu dia checklist bagi para bloger profesional untuk dapat menghasilkan artikel blog yang berkualitas. Ada yang kurang nggak, Mak?

Kalau ada, silakan ditambahkan di kolom komen ya!