Kali ini, kita bahas soal berbagai cara monetasi blog nih, Mak!

Kenapa saya mau sharing soal ini? Karena sebenarnya sebagai bloger tuh, ada banyak cara kalau kita memang mau menghasilkan dari blog kita, Mak. Meski ya masing-masing ada usaha dan kerja keras sendiri-sendiri.

So, saya akan kasih tahu nih, berbagai cara monetasi blog yang enggak cuma sebatas job review, event, atau reportase saja.

Ya, barangkali mau coba juga yang lain kan yah? 😀 Hehehe.

Okaiii, so far cara monetasi blog yang dilakukan oleh bloger–sepanjang yang saya tahu ya–adalah product review, sponsored post, text link ads, dan Adsense ya? Nah, tahu nggak, Mak, bahwa sebenarnya ada sekitar 30-an cara monetasi blog yang bisa kita lakukan lo. Bahkan ada yang bilang sampai 40-an!

Banyak kan? Iya, memang ada banyak cara monetasi blog, dan yang kita tahu hanya seper berapanya tuh? Coba kita lihat yuk, apa saja cara monetasi blog yang lain? Ya, nanti kita juga sebut 4 yang sudah kita ketahui juga sih. Siapa tahu, Emak mau melebarkan sayap, yekan?

Ya, enggak akan semua dibahas juga sik. Karena toh kita juga ga mungkin melakukan semuanya. Tapi seenggaknya ya, supaya tahu lahya, Mak.

 

So, ini dia beberapa cara monetasi blog yang mungkin bisa jadi pertimbangan nih

1. Pay Per Click Advertising

Nah, yang ini bisa ditebak deh. Kita akan mendapatkan bayaran dari orang yang ngeklik dari iklan yang kita pasang di blog. Biasanya kita akan harus mendaftar dulu, blog kita direview, baru deh diapprove. Lalu pihak provider akan memberikan script utk dipasang di blog kita.

Ada yang tahu contoh Pay per Click Advertising?

Yes, salah satu contohnya adalah Google Adsense. Ada juga BidVertiser. Ada beberapa deh, Mak, kalau nggak salah mah. Hanya saja saya lupa nama-namanya 😆

2. Cost Per Mile Advertising

CPM ini hampir sama dengan PPC di atas. Bedanya hanya, kalau PPC kita dibayar per klik yang datang dari blog kita, CPM akan membayar kita dari jumlah impression atau page view.

Ada beberapa penyedia CPM ini, dan masing-masing punya kebijakan sendiri-sendiri. Seperti halnya Adsense dan BidVertiser juga beda-beda kan?

3. Text Link Ads

Nah, kalau yang ini “jualan backlink” gitu deh, istilahnya. Kita menulis artikel seperti biasanya, tapi di antaranya akan diselipkan link menuju web klien dengan anchor text keyword yang diminta.

Cara ini relatif tidak terlalu mengganggu untuk pengunjung blog secara keseluruhan. Hanya saja, perlu diperhatikan mengenai peraturan Google terkait paid link–alias link berbayar.

Karena Google sebenarnya melarang adanya link berbayar, terutama kalau bisa memengaruhi user experience pengunjung.

4. In-text Ads

Nah, ini kita harus bergabung dengan penyedia In-text advertising kalau mau ikutan. Hampir sama sih dengan Text Link Ads di atas, tapi ini keliatan lebih mencolok, soalnya linknya nanti akan ada garis bawah dobelnya gitu, Mak.

Kayak gini nih, contoh In-text Ads.

Berbagai Cara Memonetasi Blog, Mau Coba yang Mana?

Jadi kalau mousenya didekatkan ke link-nya, akan muncul popup gitu. Ini nanti scriptnya sih biasanya disediakan oleh si pihak ahensinya.

 

5. Banner ads

Nah, ini kita menyediakan ruang dalam blog kita untuk dipasangin banner, yang pastinya ada link menuju ke web/lapak klien.

Biasanya sih, kita akan memberi charge per bulan dengan besaran banner yang berbeda-beda. Kalau Emak punya blog yang ramai pengunjung, bisa banget lo, Mak, cara monetasi blog satu ini dicoba 😉

Biasanya sih penempatan iklan di blog juga memengaruhi harganya. Di antaranya kita bisa pasang ruang iklan di header, sidebar, dan di footer.

 

6. Audio Advertising atau Podcast Ads

Well, mungkin cara monetasi blog yang satu ini nggak begitu recommended sih. Pasalnya, kita akan diharuskan menaruh iklan berbentuk audio atau podcast di blog, yang autoplay dan nggak bisa dipause gitu.

Pengunjung atau pembaca blog akan “dipaksa” untuk mendengarkan podcast dulu sebelum bisa membaca tulisan di blog.

Gimana nih, Mak? Kalau ada Audio Advertising gini, gimana menurut Emak? Apa pendapat Emak kalau menemukan ad jenis ini di satu blog yang kebetulan Emak buka? Gengges nggak kira-kira?

Dan, juga gimana pendapat Emak kalau ada yang nawarin ad jenis ini untuk dipasang di blog Emak? Kira-kira mau diterima enggak? 😀

 

7. Popup ads

Nah, mungkin ini juga familier ya, Mak. Ada popup nongol di blog yang dikunjungi berisi iklan gitu. Cara monetasi blog ini juga agak berisiko, karena kebanyakan orang suka sebel kalau ada popup. Apalagi kalau kebanyakan, dan nongolnya ga diatur.

 

8. Afiliasi

Nah, kalau ini bisa dibilang “jualan rekomendasi”. Misalnya, ada yang jualan template blog. Lalu kita bikin artikel yang relevan, dengan diselipi script afiliasi.

Kita akan mendapatkan bayaran untuk setiap pembelian template blog atas rekomendasi kita. Istilahnya, komisi. Komisinya sih macam-macam. Biasanya dalam bentuk persentase.

Jadi, semakin banyak jualan, ya makin banyak kita dapatnya.

 

9. Product review

Ah, ini mah nggak usah dijelasin lagi ya, Mak? 😆 Udah biasa dapat kan ya? Hahaha.

 

10. Jualan produk yang kita buat sendiri

Naaaah, menurut saya sih, ini adalah cara monetasi blog yang paling oke deh. Kenapa?

Ya soalnya kita nggak tergantung pada produk orang lain, Mak! Asal kita punya passion dan hobi membuat sesuatu, selalu bisa kita jual melalui blog dan media sosial kita. Jadi, ayo, coba dicari. Emak suka hobi apa, kira-kira bisa dibisniskan via blog enggak?

Misalnya saja, jual craft. Atau template blog juga bisa, Mak. Bahkan jualan coding juga bisa lo!

Dengan punya produk sendiri, kita akan bisa punya authority sendiri. Selama kita bisa produksi, maka selama itulah kita bisa jualan. Nggak tergantung sama orang lain. Tapi, tentunya ada banyak hal juga yang harus dipersiapkan yah, sebelum benar-benar jualan di blog sendiri.

Kapan-kapan kita bahas lebih lanjut yah!

 

11. Menulis ebook

Nah, ini juga salah satu cara monetasi blog yang oke. Misalnya nih, Emak food blogger yang kerap bagi-bagi resep di blog. Nanti kalau sudah terkumpul banyak, bisa disatukan tuh, Mak, dalam sebuah ebook.

Akan lebih baik, bikin per seri. Misalnya kumpulan resep sarapan praktis. Atau kumpulan resep camilan sehat. Lalu jual deh melalui blog. Yang sudah bayar, dikirim deh ebooknya via email. Atau dikasih linknya utk download. Pasti banyak yang mau tuh, Mak!

Atau, misalnya Emak adalah backpacker. Coba deh bikin ebook “3H2N Perjalanan ke Jepang”, misalnya. Lengkapi dengan rekomendasi tempat wisata, dan juga itinerary. Pasti laris juga tuh.

Emak hanya perlu belajar ngelayout supaya menarik aja sih. Dan itu memang nggak mudah, apalagi kalau Emak belum pernah belajar ngulik desain sebelumnya. Tapi bisa kok, Mak. Fokusin ke kontennya saja, nanti layout pakai Words juga bisa 😀

 

12. Jualan buku

Kalau cara monetasi blog yang ini sepertinya “kepanjangan” dari ebook nih. Ebook sukses, lanjutkan ke buku fisik.

Kan, sekarang banyak tuh penerbit indie, Mak. Kalau Emak sudah punya pembaca blog setia, jualan bukunya pasti lebih mudah.

Ah, pankapan kita bahas lebih lanjut deh ya, soal ebook dan buku fisik ini ya, Mak. Biar lebih puas diskusinya.

 

13. Workshop atau webinar

Berbagai Cara Memonetasi Blog, Mau Coba yang Mana?

Nah, kalau kita punya keahlian tertentu dan punya blog berniche yang spesifik, kita bisa memanfaatkan keahlian kita ini dengan membuat workshop atau webinar.

Webinar itu seminar tapi online. Ada kok toolnya untuk membuat webinar. Semoga ada waktu untuk kita bahas mendalam lagi kapan-kapan yah 😀 Setiap orang yg mau mendapatkan ilmu dari keahlian kita, bisa masuk asalkan membayar. Cara monetasi blog ini cukup lumrah di luar sana. Hanya saja, di sini memang belum banyak didalami.

Ayo, Mak. Emak bisa jadi pelopor nih! 😀 Pastikan saja, bahwa ilmu yang akan kita sharingkan di workshop atau webinar berbayar ini tidak bisa ditemukan di mana pun secara gratis di internet ya. Ya, soalnya kan nggak lucu, kalau kita minta dibayar atas materi yang bisa didapatkan gratis. Iya nggak? 😀

 

14. Jual jasa/konsultasi

Nah, ini ya kurang lebih sama dengan jualan produk sendiri di atas. Jika kita berprofesi di bidang jasa di dunia nyata, kita juga bisa membawanya ke dunia maya melalui blog.

Misalnya, jasa konsultan keuangan. Nah, ini menurut pengamatan saya sih, cukup laris untuk dijual melalui blog nih.

 

15. Email marketing ads

Cara monetasi blog ini bisa Emak lakukan jika Emak punya listing email pembaca yang cukup mumpuni. Jadi Emak bikin newsletter secara teratur, dan dalam newsletter yang Emak kirimkan ke member itu ada space-space tertentu untuk menaruh pesan sponsor.

Biasanya sih ini disukai banget sama klien nih, soalnya langsung menyasar ke personal-personal. Tapi ya bisa gengges buat yang menerima. Hahaha. Terutama kalau konten kita nggak sekuat itu.

 

Nah, itu dia sebagian cara monetasi blog yang bisa saya share kali ini. Tuh kan, ternyata banyak jalan untuk mendapatkan penghasilan dari blog kalau kita mau kan? Nggak cuma sponsored post doang tuh 🙂

Hayuk, dicari deh, kira-kira apa yang bisa kita berdayakan dan usahakan dari blog kita supaya bisa menambah penghasilan, tapi tetap menyenangkan untuk dilakukan.

Semoga bermanfaat!