ditulis oleh Suciati Cristina (www.cigrey.com)

Di tengah ramainya social media yang informasinya campur aduk antara benar dan salah, masihkah kita bisa menggunakannya dengan bijak? Hmmm, kadang rasanya kok dunia maya terlihat lebih seperti medan perang. Apalagi ketika ada momen pilkada, pilpres dan semacam itu ya, Mak. Betapa hot nya timeline kita. Betul nggak?

Social media bisa jadi bermanfaat, tapi bisa juga menjadi boomerang. Saling nyinyir dan berujung unfriend. Alhamdulillah nggak sampai unfriend di kehidupan nyata kan ya.

Social media (socmed) itu banyak banget, dengan ciri khasnya masing-masing. Twitter, Facebook, Instagram, Path, Linked In dan masih segudang lagi. Sibuk deh kalau semuanya diurusin, bisa-bisa kerjaan lain nggak kepegang.

Tapi, sebagai seorang blogger juga seorang ibu yang masih sering galau besok masak apa, socmed itu seperti tools. Saya merasa terbantu sekali. Dan seakan nggak bisa terpisahkan.

Ketika publish artikel, biasanya sharing link ke beberapa socmed yang kita punya. Lalu memberi like, komen, dan share. Semua aktivitas tersebut jadi satu kesatuan yang menunjang.

Ada yang bilang sih, “ini ibu rumah tangga, mainan handphone melulu deh!” Pernah ada yang digituin? Hihi, mereka kurang paham emak2blogger sudah banyak yang berpenghasilan. Say alhamdulillah bareng-bareng yuk, Mak.

Socmed  untuk apa?

Buat saya pribadi, socmed itu lebih ke arah hobi. Syukur-syukur bisa menghasilkan 🙂 Menulis atau sharing foto lewat instagram, yaa mengusahakan sharing url blog atau informasi yang positif dan jujur. Saya paling sering buka instagram, facebook lalu twitter. Well, berikut beberapa manfaat positif saat menggunakan social media yang masih saya rasakan:

  1. Mencari Ide dan Informasi

Entah gimana kalau nggak bisa ber-social media. Biasanya saat bingung besok mau masak apa?! Saya meluncur ke instagram beberapa food blogger yang resepnya mudah dan Indonesia banget. Dan ketika suntuk, buka pinterest sebentar sambil menunggu anak, sering muncul ide di sana. Sesederhana itu dan i’m happy.

2. Berbagi Hal Yang Positif

Mak, berbagi cerita merupakan hal yang biasa kita lakukan ya di blog. Tujuannya supaya memberikan informasi kepada orang lain. Atau mungkin socmed untuk mengabadikan moment. Ketika selesai bercerita, terasa plong! Tapi tetap bijak menyaring cerita yang sifatnya positif saja. Sedangkan kalau lagi kesal atau marah, sebisa mungkin menahan diri untuk nggak membuat status-status negatif.

3. Connection 

Katanya, socmed itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Ah, nggak juga kok, semua balik lagi ke user-nya. Saya senang melihat saudara, kerabat atau teman yang sudah jarang ketemu. Melihat bagaimana perkembangan anak-anaknya, kehidupan keluarganya. Cerita teman-teman lagi liburan kemana atau apapun. Intinya, turut berbahagia kalau atmosphere socmed pun bahagia dalam arti yang tidak merugikan atau menyakiti perasaan orang lain.

4. Memiliki Support Group

Social media telah mempertemukan kita ya, Mak. Karena sama-sama memiliki kesukaan atau kecintaan terhadap menulis di blog. Dengan begitu membuat semakin semangat untuk konsisten menulis. Saling dukung satu sama lain, menyemangati dalam hal apapun. Dan yang nggak kalah seru adalah saling mention ketika ada job #eh hihi.

5. Baper yang Positif

Terbawa perasaan yang positif ketika melihat postingan teman dengan gaya hidupnya yang sehat. Kok dia bugar ya, lalu jadi tersentil untuk berusaha bisa bugar dan sehat. Terjadilah baper yang positif. Penting banget, kalau ada status orang lain yang baik dan rasanya memang kita perlu evaluasi diri, ya just do it. Bukan malah jadi tersindir.

6. Monetize

Sambil menyelam minum air. Mungkin kalimat itu cocok untuk yang ber-social media sebagai hobi tapi juga mendapat fee. Saya nggak ngoyo tapi lumayan serius untuk maintain social media. Misalnya dibilang tertekan dengan mengatur foto sharing di instagram, nggak juga. Itu balik lagi ke pilihan masing-masing 🙂

 

Iya, socmed itu seperti mulut. Apa pun yang telah kita posting, itulah cerminan diri kita. Iya nggak sih? Jadi, betul-betul dipikirkan apa yang mau dibagi.

Tahu kapan harus berhenti, kapan harus mem-forward informasi.

Finally, sama halnya dengan kehidupan nyata, sopan santun dalam social media pun sangat penting, karena jarimu adalah harimaumu.

**

Blogpost Social Media Untuk Apa? merupakan tulisan pertama #KEBloggingCollab untuk kelompok Siti Nurbaya

Suciati Cristina adalah seorang emak blogger 2 anak balita