Sudah berapa lama Teman-teman KEB kenal dengan internet? 3 tahun? 5 tahun? 15 tahun?  Internet sekarang telah mengubah cara kita berkomunikasi. Dari mulai bangun sampai tidur lagi sepertinya kita tidak bisa jauh-jauh deh dari internet. Apalagi emak-emak blogger, ya? 😀

 

Menurut teman-teman, dengan adanya internet ini, kita makin mudah berkomunikasi atau malah menyulitkan sih? Terutama dengan perkembangan di zaman sekarang ini? Di satu sisi, internet jelas memudahkan. Contohnya:

  • Pekerjaan jadi lebih mudah. Banyak pekerjaan yang bisa diremote karena komunikasinya bisa dilakukan via internet.
  • Memudahkan komunikasi dengan keluarga yang tinggalnya jauh. Kita jadi lebih mudah berkomunikasi dan kabar lebih cepat sampai meskipun keluarga tinggal di luar kota atau di luar negeri. Kalau dulu kan hanya bisa surat-suratan 🙂 Sekarang, sejauh apapun, keluarga jadi terasa dekat.
  • Gaya hidup sekarang jadi lebih mudah berkat internet. Mau makan, gampang. Tinggal pesan online dan menunggu makanan diantar. Mau manggil ojek,  gampang. Pesan saja via aplikasi dan tunggu dijemput. Mau baca berita, gampang. Mau belanja, gampang. Mau stalking mantan juga gampang #eh 😀

 

Namun, di balik semua kemudahan yang ditawarkan, dunia digital atau internet juga menyimpan “bahaya”.  Setidaknya ada 5 isu yg harus kita hadapi dalam dunia literasi digital di zaman sekarang.

1. Cyberbullying

Cyberbullying adalah penggunaan teknologi untuk mengintimidasi, menjadikan korban, atau mengganggu individu atau sekelompok orang (Bhat, 2008). Akhir-akhir ini cyberbullying sering terjadi. Siapa saja bisa dengan mudah mengeluarkan opini, kata-kata dan berbagai bentuk penyerangan pada pihak lain melalui media sosial.

2. Scamming

Scamming yaitu usaha penipuan melalui media internet, baik itu email ataupun melalui media sosial. Phising adalah salah satu bentuk scamming, yaitu suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Misalnya mencuri email dan kemudian dipergunakan dengan tidak bertanggung jawab.

3. Hoaks

Hoaks atau berita palsu yang menyesatkan biasanya sering terjadi karena beritanya cukup bikin emosi. Dan pembaca beritanya juga terpancing emosi sehingga tanpa pikir panjang jadi ikut menyebarkan.

4. Pornografi

Pornografi makin banyak ditemukan di media sosial dan makin mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur. Betapa mengerikan!

5. Hate speech

Hate speech yaitu perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan. Banyak orang suka mengritik secara langsung, dengan bahasa frontal, kasar dan bahkan fitnah  lalu menuliskannya di media sosial; di status Facebook, Twitter, atau broadcast BBM dan WhatsApp.

 

Kita yang hidup di tengah masyarakat digital ini tentu saja bisa memilih, mau “ikut arus” atau menjadi cerdas dan berusaha mengurangi semua konten negatif itu, yang bisa dimulai dari diri kita sendiri.

Jika teman-teman memilih untuk lebih cerdas menggunakan internet–khususnya media sosial–nah, teman-teman mesti berkenalan nih dengan @SiBerkreasi .

@SiBerkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism. Upaya penanggulangan dilakukan dengan cara menyosialisasikan literasi digital ke berbagai sektor terutama pendidikan. Di antaranya, dengan mendorong dimasukkannya materi literasi digital ke dalam kurikulum formal.

Nah, Teman-teman KEB bisa mulai mengurangi menyebarkan konten-konten negatif dari media sosial dan blognya mulai dari sekarang. Dan dukung SiBerkreasi untuk menanggulangi konten negatif di internet dengan mengunduh ebook-ebook keren yang dibuat oleh SiBerkreasi.

Ada 18 seri ebook yang bisa diunduh secara gratis di  literasidigital.id. Teman-teman akan diminta login ke akun LinkedIn dulu baru bisa mengunduh buku. Tapi kalau tidak punya LinkedIn bisa langsung baca di SlideShare. Supaya praktis, ebook-nya masukkan ke gadget, jadi bisa dibawa ke mana pun dan dibaca di mana pun. Jangan lupa dipraktekkan lho ya! 🙂 Nah, sudah siap kan cerdas bermedia sosial dan berinternet dengan mengurangi konten negatif?

 

Cerdas Bermedia Sosial Dan Berinternet Dengan Mengurangi Konten Negatif