Buat blogger, Google itu semacam partner. Mau nggak mau kita membutuhkannya, karena dialah yang paling bisa mendatangkan “tamu” ke blog kita. Yah, mau bilang enggak butuh, juga nggak bisa sih. Memangnya kita mau sampai seberapa kuat, “menyuruh” orang untuk datang ke blog kita? Karena itu, kalau mau blog kita banyak pengunjung, kita mesti mau berteman dengan Google. Dan kalau mau temenannya bertahan lama, kita mesti tahu nih apa saja yang tidak disukai Google.

Usaha kita untuk berteman dengan Google ini lo yang disebut dengan Search Engine Optimization, atau SEO.

Tapi , Mak, selayaknya manusia, Google itu rada-rada susah juga buat diakrabin. Ya nggak sssiiiihhh? Kita mesti tahu, karakternya gimana, apa yang disukainya or nggak disukainya. Supaya kita pun bisa menyesuaikan diri. Rempong ya, cyint!

Nah, kali ini saya akan sharing tip SEO sedikit nih. Sedikiiit aja, Mak. Saya akan ajak Emak menyelami *tsah!* dari sudut pandang si mesin ini, untuk tahu apa-apa saja sih yang tidak disukai Google. Apa saja yang bisa bikin dia tuh pundung menunjukkan jalan ke blog kita untuk para (calon) pengunjung.

Yes, ini adalah tip SEO basic juga. Mestinya sih nggak jauh bedalah dengan tip SEO yang ada, cuma kali ini sudut pandangnya saya ubah sedikit, siapa tahu bisa lebih logis. Ini sebagai basic knowledge aja, yang kemudian Emak bisa melanjutkan ke optimasinya dengan lebih mudah.

Jadi, apa saja sih yang Google nggak suka? Saya mencatat setidaknya ada 8 hal nih yang tidak disukai Google dari blog kita.

 

Apa Saja yang Tidak Disukai Google dari Blog Kita

1. Loading lama

Nah, ini sih entah sudah keberapa kali nih selalu muncul di setiap tip SEO yang ada. Udah pasti banget Google nggak suka. Soalnya para pencari informasi di dunia maya juga nggak suka kalau web atau blog yang mereka akses tuh nggak loading juga padahal udah bermenit-menit.

So, hayuk, dicek loading blognya masing-masing.

Yeslaaah, dengan minta bantuan GTmetrix. Blog yang memakan waktu lebih dari 2 detik untuk loading dianggap bukan web yang bisa diandalkan, Mak.

Fyuh, berat ya, PRnya. Saya sendiri juga masih dapat skor jelek nih, Mak, di blog pribadi. Tapi enggak apa-apa. Nggak usah baper kalau dapat nilai jelek. Tetap nulis dan berbagi di blog, sambil diperbaiki pelan-pelan 😉 Yes? Yes!

 

2. Banyak malware

Sudah tahu belum, apa itu malware, Mak? Malware adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Virus, worm, trojan horse, endebre endebre yang bisa merusak sistem komputer itulah yang dinamakan malware.

Kadang memang ada orang jahat yang dengan sengaja menyusup ke blog kita, lalu menanam malware di blog. Iya, jadi kalau blog kita (amit-amit) misalnya kena marked berisi malware, itu bukan berarti kita yang salah, Mak. Bisa jadi ada orang lain yang jahat yang ngasih malware ke blog kita. Saya ngalamin soalnya. Huhuhu. *sedih lagi*

Dan, sebagai mesin pencari, Google harus memastikan kalau pembaca blog mengunjungi blog kita. Jadi kehadiran malware juga merupakan salah satu yang tidak disukai Google.

Karena itu, sebagai blogger, kita juga mesti tahu cara “mengamankan” blog. Terutama yang blognya berplatform self-hosted WordPress. Untuk ngeceknya, kita bisa minta bantuan plugins, Mak, misalnya seperti Sucuri. Memang sih, plugins ini bukan official malware checker, tapi sudah direkomendasikan oleh banyak blogger tenar.

Kalau untuk yang berplatform Blogspot, boleh agak legaan sedikit. Karena Google sendiri–selaku pemilik Blogspot–menggaransi keamanan blog kita. Tapi ini juga tak berarti kita bebas tugas memaintain. Tetap harus, Mak, dimaintain. Misalnya, dengan secara periodik membackup konten kita di blog. Ya, siapa tahu hal buruk terjadi kan?

 

3. Duplicate Contents

Nah, mungkin ada nih yang nggak ngeh hal satu ini. Apa sih yang dimaksud dengan duplicate contents atau double contents?

Duplicate contents adalah konten-konten yang kembar, ditemukan sama persis oleh Google di 2 atau lebih website yang berbeda.

Nah, mungkinkita merasa memang tak pernah mengopas blog ataupun web lain plek tiplek. Tapi, kasusnya kadang seperti ini: kita diminta menulis untuk web lain, lalu diposting lagi di blog pribadi tanpa editing sama sekali. Atau bisa juga sebaliknya, kita sudah nulis di blog pribadi lalu dipost di web lain tanpa editing.

Atau, kita menerima job content placement bersama banyak bloger lain. Terus ya, karena conten placement jadinya kita mestinya nggak usah ngedit kan ya? Langsung publish aja gitu. Tahunya sama semua 20 bloger. Hihihi. Duh.

Yang kayak begini nih bisa banget dideteksi sebagai double/duplicate contents sama Google, dan dianggap plagiarisme.

Saran nih ya, coba cek dulu kalau misalnya mau menerima job content placement (apalagi yang melibatkan banyak blog). Sebaiknya kita effort sedikit lagi, dengan mengedit dulu sampai setidaknya 90% original. Cobalah cek dengan Plagiarism Tool ini, Mak, supaya nggak kena penalti sama Google.

 

Niche Blog

4. Terlalu banyak iklan

Yuk, catet yah, kalau ada yang memonetisasi blog dengan iklan-iklan. Nggak ada yang salah kok dengan memasang iklan di blog kita sendiri, Mak. Tapi sebaiknya diatur yaaa.

Sebagai pembaca, tidak ada yang lebih membuat frustrasi daripada iklan, banner, atau popup yang muncul tanpa terkendali.

Google, yang mengutamakan pengalaman pembaca atau user, mengerti banget tentang hal ini. Makanya, kita mesti pintar-pintar mengatur iklan yang muncul di laman blog kita.

 

5. Paid links

Yes, in fact, menitipkan link dengan menawarkan bayaran ini juga merupakan salah satu hal yang tidak disukai Google. Bagi Google, link berbayar adalah unnatural link. Link yang tidak diletakkan secara natural ini, menurut Google, nggak bisa menjamin memberikan user experience yang baik pada pengunjung atau pembaca blog.

Karena itu hati-hati ya, jika Emaks menerima job sponsored post dengan link. Pertimbangkan baik-baik. Jika web yang akan ditautkan itu “sehat”, maka ya boleh saja kok kalau mau diterima 🙂

 

6. Thin content

Apa itu thin content? Thin content adalah konten pendek-pendek dengan kualitas rendah. Konten yang tidak mendalam.

Dari mana Google tahu soal konten kualitas rendah yang kita bikin ini? Banyak sumber sih, tapi salah satunya dari Bounce Rate. Kalau Bounce Rate tinggi, itu merupakan salah satu indikasi untuk Google bahwa konten kita nggak bisa “memuaskan” pembaca.

Makanya, mem-produce konten yang berkualitas itu PENTING banget ya, Mak. Sajikanlah info yang lengkap dan mendalam buat pembaca. Nggak cuma soal panjang pendek, tapi konten berkualitas itu akan “menahan” pembaca kita untuk stay dan balik lagi ke blog.

Kalau artikel kita, sudahlah pendek masih ketambahan shallow, pembaca pasti dengan cepat pergi. Logikanya sih gitu aja.

 

7. Banyak animasi flash

Yang satu ini sih, syukurlah, sekarang nggak banyak yang pakai lagi. Google mencari teks. Kalau webnya terdiri atas animasi flash *yang tampilannya memang bisa bagus banget* tapi minim teks, ya nggak akan disukai Google deh jadinya.

Soalnya, Mak, kalau kayak gini, Google jadi nggak bisa mengumpulkan info soal web kita. Ini juga termasuk animasi-animasi blink-blink yang nggak penting itu lo, Mak, kayak cursor yang gerak-gerak, atau ada kolam-kolaman ikan. Hehehe.

 

8. Keyword stuffing

Apa itu keyword stuffing? Yaitu praktik dan tip SEO yang biasa dilakukan oleh para pekerja digital dengan cara menjejal-jejalkan keyword secara tidak natural di situs mereka.

Tujuannya sih biasanya agar bisa maksimal berada di page one Google dengan keyword yang banyak. Ironisnya, hal ini justru adalah hal yang paling tidak disukai Google. Karena caranya ini, bisa membuat user experience yang buruk juga.

 

Nah, Emaks, itu dia 8 hal yang tidak disukai Google. Gimana nih? Kira-kira di blog Emak semua, ada nggak tuh salah 1, 2, 3, atau malah ada delapan-delapannya? Ouch! Kalau ada semuanya sih kayaknya sekarang saatnya Emak harus mulai memperbaiki deh, kalau nggak mau dimusuhin sama Google.

Sekian tip SEO sederhana dari saya, Mak. Semoga cukup memberikan gambaran ya.

Sampai ketemu lagi di tip blogging berikutnya.