Kalau kemarin kita ngomongin soal penyebab Bounce Rate tinggi, sekarang kita akan lihat yuk, apa yang bisa kita lakukan untuk menurunkan Bounce Rate blog ini.

Sebenarnya sih, kalau kita paham dengan semua penyebab BR tinggi kemarin, kita pun sudah bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Tapi ketimbang mbulet sendiri, kayaknya mendingan kita bahas aja deh trik-trik untuk menurunkan Bounce Rate.

Soal cara menurunkan Bounce Rate, sebenarnya ada banyak banget caranya, dan semuanya tuh–rata-rata nih–teknis banget!

Kalau Emak memang mau menelusuri satu per satu, bisa saja. Dan, kemungkinan besar memang tokcer deh itu tutorial-tutorial dari para mastah yang ada di bumi internet. Cuma masalahnya, kadang kita sudah pusing duluan membaca istilah-istilah teknis ini. Iya apa iya, Mak? 😀

Karena itu, coba kita rangkum dan sederhanakan beberapa trik menurunkan Bounce Rate yang bisa kita lakukan sendiri secara basic. Namun, jaminan 100% sih nggak ada ya, Mak, kalau semua trik ini dilakukan maka Bounce R ate blog kita langsung turun, selayaknya berat badan yang turun setelah kita sedot lemak #eh

Yah, kok nggak jaminan 100% sih? Iya, sebab faktor yang memengaruhi Bounce Rate tinggi itu bisa banyak banget, dan semua saling berkaitan. Dan lagi pula, kerjaan ngeblog itu kan memang bukan kerjaan instan, yes? Semua butuh proses secara simultan dan menyeluruh.

 

Ini dia beberapa trik yang bisa kita lakukan untuk menurunkan Bounce Rate

 

Menurunkan bounce rate.

Bounce Rate by industry. Image via BlackTruck Media + Marketing

1. Perhatikan elemen-elemen utama sebuah artikel: judul, konten dan meta description

Yes, 3 elemen tersebut adalah elemen yg paling penting dalam sebuah artikel, yes?

Nah, ketiganya ini mesti relevan satu sama lain. Salah satu sebab orang segera meninggalkan sebuah laman web, rerata adalah karena mereka tidak menemukan info yang dicari. Kondisi ini belakangan makin diperburuk saat antara judul, meta description, dan konten ternyata nggak ada relevansinya. Jaka Sembung, nggak nyambung. Judulnya apa, meta descriptionnya tentang apa, ehhhh … kontennya juga entah apahapah. Duh.

Jadi, catat ya. Inti dari konten artikel kita itu apa, sarikan dalam 3 – 5 kata, yang kemudian harus terkandung dalam judul dan meta description.

Eh iya. Tahu kan ya, yang dimaksud dengan meta description, Mak?

Meta deskripsi (description) adalah atribut HTML yang memberikan penjelasan singkat mengenai isi dari sebuah halaman web. Meta deskripsi ini bisa di-setup di bagian dasbor saat nulis artikel blog, di bagian kanan bawah kalau pakai blogspot. Kalau di WordPress biasanya ada di bagian Excerpt, atau kalau pakai plugin Yoast ya ada di Snippet.

Sekali lagi pastikan ketiganya relevan ya. Biar pembaca kita nggak merasa tertipu. Say no to clickbaits!

 

2. Reduce page load time

Iya, ini juga penting banget. Makin lama waktu loading, makin cepat pembaca blog kita bhay dan capcus dari blog. Untuk mengetahui waktu loading blog, kita bisa minta bantuan pada GTMetrix di gtmetrix.com.

Nah, bisa dilihat ya, di GTMetrics Fully Loaded Time-nya berapa detik. Kalau sampai lebih dari 10 detik, wahhhh … berarti mesti diperbaiki banget tuh! Menurut situs Wordstream, rata2 orang cuma mau nunggu 2 detik saja utk waktu loading ini. Jadi yah, memang PR banget ya?

Lalu, gimana cara mengurangi page load time ini? Nah, kapan-kapan kita bahas dalam postingan tersendiri deh ya 😀

 

3. Perbaiki struktur artikel

Yes, struktur artikel yang enak dibaca ini pengaruh banget ke Bounce Rate lo! Coba deh, kalau ketemu artikel terus cuma rata dan luruuus aja dari awal sampai akhir, nggak pakai ina inu. Paragrafnya panjang-panjang, dengan kalimat-kalimat yang panjang dan majemuk pula.

Baru liat artikelnya aja palingan kita sudah males duluan. Ya nggak?

Nah, makanya perlu banget tuh, kita bikin struktur artikel yang menarik; ada H2-nya, H3-nya, ada yang di-blockquote, ada yang menjorok. Pakailah paragraf-paragraf pendek dan sematkan image-mage menarik.

Standar “artikel menarik” ini juga nggak bisa didefinisikan sih. Hanya kita juga yang tahu, “artikel menarik” seperti apa yang cocok di blog kita. Makanya, mengamati pengunjung yang datang itu penting bangetlah ya, Mak. Mau mereka apa, mereka sukanya gimana.

Kalau perlu minta feedback langsung dari mereka. Apa sih yang perlu diperbaiki di blog kita?

 

4. Tulislah artikel yang dicari orang, engaging, menarik, in-depth dan mudah dipahami

Walah. Banyak nian ini syarat yang no. 4 ini ya? 😀

Tapi yah, memang ngeblog is all about content sih ya. Kalau ngasal konten, ya, siapa aja bisa. Bikin konten yang menarik, itu baru deh, kerjaan blogger profesional!

Nah, yang sering ditemui sih, artikel-artikel di blog itu pada nanggung, Mak! Semacam infonya cuma setengah-setengah aja. Nggak tahu juga sih, persisnya, ada masalah apa sehingga kok rasanya sulit betul memberikan tulisan yang menyeluruh gitu. Asa rasanya abis baca tuh, semacam ada perasaan, “Lah, kok udahan? Ini kenapa? Itu kenapa?”

Masih banyak pertanyaan di benak yang rasanya belum terjawab, gitu lo. Kayak pertanyaan ke mantan, kenapa sih gue diputusin? #eh

Nah, jadi PR kita bersama adalah bagaimana cara menyajikan konten yang berisi info lengkap, sebisa mungkin memenuhi 5W 1H, dengan kualitas yang baik.

 

5. Internal linking yang cerdas

Internet ada karena ada tautan saling silang sana sini di antara semua web yang ada. Namun, memang tidak semuanya berkualitas.

Salah satu link building berkualitas yang bisa kita  bangun adalah dengan memberikan internal link di blog kita. Setelah memastikan konten blog kita memang berkualitas, maka sekarang saatnya menghubungkan satu dengan yang lainnya.

Pastikan, laman yang ditautkan punya kata kunci dan konten yang relevan dengan artikel penaut ya. Misalnya, kita ada artikel resep nasi goreng kambing nih. Salah satu bahannya adalah kambing yang merupakan sisa gulai kambing. Kebetulan beberapa waktu sebelumnya, kita juga sudah menulis resep gulai kambing. Nah, keyword “gulai kambing” bisa ditautkan tuh.

Ya, konten dan keyword-nya harus relevan ya. Internal link ini semacam “promosi” terhadap artikel blog kita yang lain, yang punya topiksama atau jadi rujukan.

 

Nah, selain kelima trik menurunkan Bounce Rate di atas, kita juga bisa coba trik lain. Misalnya, menambahkan video. Ya, video konon juga bisa menurunkan Bounce Rate, Mak, karena pengunjung jadi menghabiskan waktu lama di blog untuk nonton videonya.

Nah, PR-nya adalah bagaimana caranya membuat video yang menarik.

Teteup ya, ada PR.

Selain video, kita juga bisa membuat interactive content. Semisal kuis-kuisan gitu.

Nah, semoga sharing kali ini bermanfaat ya, Mak. Sampai ketemu lagi di sesi sharing berikutnya ya!