Hola Maks yang Coffeelover’s, sudah minum berapa cangkir kopi hari ini? Ngopi swaseduh (buat sendiri) atau minum kopi di kafe? Tahukah Maks, kalau minum kopi itu sudah menjadi gaya hidup masyarakat dunia saat ini, terutama di kalangan anak muda dengan kısaran usia mulai dari 18 hingga usia 35 tahun. Bagaimana trend minum kopi di Indonesia sebagai negara keempat dengan produksi dan ekspor kopi terbesar di dunia?

Gaya Hidup Masyarakat Urban

Ingat Film Filosofi Kopi, Maks? Atau kalau enggak nonton filmnya tapi baca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) karya Dewi ‘Dee’ Lestari, dengan judul Filosofi Kopi, ingat kan? Nah, booming film Filosofi Kopi yang dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Rio Dewanto itu, diperkirakan menjadi titik awal dari trend minum kopi di Indonesia.

Minum kopi yang dulunya hanya dilakukan orang-orang tua atau berusia matang/lanjut, merambah ke kalangan muda. Generasi Millenial dan juga Generasi Z. Sudah hal biasa melihat anak muda atau anak usia sekolah (SMU) yang saat berkumpul bersama, ngobrol ngalor ngidul ditemani bercangkir-cangkir kopi.

Bersamaan dengan itu pun, di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan, kedai kopi, kafe atau pun waralaba kopi dari luar negeri, bertumbuhan bagai jamur di musim hujan.

Di Yogyakarta, tempat saya tinggal sekarang ini, tempat ngopi itu menjamur di mana-mana. Mati satu, tumbuh seribu. Tahun 2017 saja, diperkirakan ada sekitar 1200 kafe atau kedai kopi (data rarali.com). Hampir tiap bulan ada tempat kopi yang dibuka.

Btw, meski salah satu negara penghasil kopi terbesar, ternyata untuk urasan minum kopi, di Indonesia, peminum kopi tidak banyak, bahkan tidak termasuk 10 besar negara peminum kopi terbanyak. Negara yang peminum kopi terbanyak itu adalah Finlandi, Swedia, Islandia, Norwegia dan Denmark. Setiap tahun, orang Filandia minum kopi sebanyak 12,5 kilogram.

Di Indonesia, adanya minum kopi ini juga mengubah gaya hidup kalangan remaja dan dewasa. Kalau dulu, minum kopi secara tradicional yang dilakukan para orang tua, sekarang ini minum kopi atau ngopi menjadi lebih modern. Kopi pun berubah, dari kopi tubruk menjadi kopi dengan berbagai aneka rasa, gaya seduhan dan teknologinya.

Sekarang ini, minum kopi bisa juga jadi konten atau pengisi rubrik di media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook dan lainnya. Tidak sedikit, foto-foto kopi bertaburan di media sosial.

Kopi Populer di Trend Minum Kopi

Trend Minum Kopi Sebagai Gaya Hidup Urban

 

Dear’s Coffee lovers, kalau sedang nongkrong, meet up, ngumpul bareng teman-teman, atau minum kopi sendirian di rumah, apa kopi favoritnya? Yang espresso based atau manual brew? Suka jenis kopi yang arabika, robusta (canephora) atau Liberika? Berikut ini, kopi-kopi populer karena trend minum kopi di Indonesia.

Kopi espresso based adalah kopi yang diekstrak dengan mesin penyeduh bertekanan tinggi, dan yang populer ada:

 

  • Espresso
  • Long Black
  • Americano
  • Cappuccino
  • Latte dan Affogato

 

Manual brew adalah menyeduh kopi secara tanpa menggunakan mesin espresso, lebih mengandalkan teknik seduh dari barista, dan teknik seduh yang populer yaitu:

  • Vietnam Drip
  • Moka Pot
  • French Press
  • V60
  • Syphon
  • Pour Over
  • Aeropress
  • Tubruk
  • dan Cold Brew

Dari dua macam minuman kopi tersebut, apa yang disukai? Kalau saya, di espresso based suka dengan Long Black, Cappuccino, Latte dan Affogato. Kalau minum kopi di kedai kopi, untuk Cappuccino, minta yang double shot.

Sedangkan untuk manual brew, yang favorit adalah Vietnam Drip, French Press dan Cold Brew.

 

Trend Minum Kopi Sebagai Gaya Hidup Urban

Di tahun 2017-an, trend minum kopi semakin menarik dengan kehadiran es kopi susu, yang bahkan menjadi andalan di banyak kedi kopi di Indonesia.  Dengan menyasar kaum millenial dan Gen Z, es kopi susu disajikan dengan cara kopi bubuk, susu (susu segar dan kental manis), espresso dan batu tes.

Ada juga yang menambahkan gula aren, untuk menambah rasa pahit manis di es kopi susunya. Mungkin, karena hanya sedikit kopi yang digunakan sebagai bahan, harca es kopi susu ini lebih murah dibandingkan harga kopi lainnya.

Oh ya Maks, ingin minum kopi yang berbeda di rumah, bisa membuat sendiri es kopi susu lho. Seperti resep yang disontek dari Sasame Coffee. Ini resep es kopi susu kekinian ala Sasame:

 

Bahan:

  • Kopi bubuk
  • gula aren cair (bisa pakai gula merah)
  • susu full cream (panaskan, untuk mendapatkan rasa yang lebih gurih dan mengurangi kadar air)
  • kental manis atau creamer

 

Cara membuat:

  • Seduh kopi bubuk dengan air panas, lalu saring
  • Campur kopi dengan gula aren, lalu es batu secukupnya.
  • Terakhir, masukkan susu (boleh ditambahkan kental manis atau creamer).

Es kopi susu kekinian siap disajikan menemani kesibukan sehari-hari. Membuat es kopi susu sendiri lebih hemat dan siapa tahu bisa jadi minuman favorit keluarga. Selamat menikmati.