Peringkas: Nilam F. Wulandari

Pada kelas editing ketiga, masih sangat seru dengan dua kelas sebelumnya. Pada minggu ketiga ini saya harus meringkas materi, sebagai salah satu kewajiban peserta terbaik. Saya tidak menyangka, secara masih harus banyak belajar dalam editing, lho!

Hal menarik, setelah mengikuti kelas ketiga ini, saya langsung membaca blog pribadi. Ternyata, benar juga, masih banyak yang harus diubah dan diperhatikan, baik kata, kalimat, susunan kalimat dalam paragraf dan hubungan paragraf satu dengan paragraf yang lain.

Berdasarkan hasil kelas editing kali ini, sangatlah tepat, jika materi yang telah didapatkan, langsung dipraktikkan. Menuliskan di-sms, blog, surat, e-mail, atau cara yang lain.

Baiklah! Tentu emak-emak sudah tidak sabar, menantikan sekilas materi dari kelas editing ketiga ya?

  1. Tipe Penulis

Ada tiga tipe penulis.

Pertama, penulis yang gampang atau mudah. Penulis ini tidak perduli dengan proses editing, dia menyerahkan sepenuhnya naskah kepada editor, tetapi pada saat buku telah terbit, dia menyatakan, tidak puas. Ah!

Kedua, penulis sulit. Penulis ini sangat memaksakan kehendak terhadap naskah, tidak jarang, mempertahankan apa yang telah ditulis.

Ketiga, penulis gampang-sulit. Penulis ini melakukan kerjasama yang baik dengan editor. Dia sangat aktif dan responsif dalam berkomunikasi dengan editor

  1. Kata Jamak

Sering kita menemukan kata jamak (misalnya kelompok, grup, komunitas), yang diikuti dengan kata jamak pula.

Contoh: Kelompok ibu-ibu pengajian (Salah). Seharusnya, Kelompok ibu pengajian.

  1. Kata Bilangan

Contoh: Saya membeli 13 ekor bebek di pasar. (salah)

Saya membeli bebek tiga belas ekor di pasar. (benar)

  1. Penulisan barang dengan geografi

Sering kita temukan bahkan di media nasional, kesalahan pada penyebutan kata barang yang diikuti dengan geografi.

Contoh: Yuk, beli rendang padang di Jakarta, tidak harus pergi ke Padang, khan? (penyebutan barang dengan geografi tidak ditulis dengan huruf kapital, misal untuk menyebut rendang padang).

  1. Kalimat mubazir

Banyak kalimat yang tidak kita perlukan dalam menulis.

Contoh: Si Madun menyepak bola dengan kaki. Seharusnya, Si Madun menyepak bola. (Karena menyepak selalu dengan kaki, bukan?)

  1. Kalimat membosankan

Kalimat yang berasal dari pengulangan kata yang mempunyai kata dasar yang sama.

Contoh:

Terima kasih telah menginformasikan informasi ini, ya?

(Kata dasar yang diulang adalah informasi dan informasi)

  1. Mohon dihafal

Kembali mak Haya Aliya Zaki, melampirkan kata-kata yang harus dihafal. Untuk sekian kalinya, ada kata-kata yang tidak ramah di telinga. Misalnya, entak (benar), hentak (salah).

Pada akhir acara, mak Haya Aliya Zaki memberikan pekerjaan rumah kepada setiap peserta, tak terkecuali makmin.

Saya sangat kagum dengan emak-emak, yang masih tetap setia mengikuti pelajaran sampai selesai, walaupun ada juga yang terlambat datang, dikarenakan masalah teknis, mati lampu, dalam perjalanan menuju rumah, mengasuh anak, dan lainnya.

Untuk peserta terbaik minggu depan siapa ya? Dan materi yang akan diberikan emak Haya Aliya Zaki apa ya? Karena minggu depan adalah kelas terakhir editing dasar. Wah, jadi lebih bersemangat untuk menanti kelas berikutnya.