Perangkum: Mak Ila Rizky

Hai, Emak, apa kabar? Semoga Emak selalu bersemangat dalam menjalani segala aktivitas ya. Saya bersyukur bisa masuk dalam kelas editing online KEB yang dimentori oleh Mak Haya. Saya senang karena selain mendapatkan ilmu yang berlimpah, saya juga mendapat banyak sahabat baru. Emak-emak di kelas ini bikin saya selalu semangat buat belajar lagi. Hehehe!

Sebagai peserta terbaik pekan lalu, saya terpilih untuk mendapatkan hadiah buku dari Mak Haya. Wah, bukunya keren lho. Memang buku incaran saya. 😀 Nah, saya pun disuruh untuk menulis resume pekan keempat oleh Mak Indah, wali kelas kita. Oya, apa saja sih yang akan dibahas oleh Mak Haya pekan keempat ini? Yuk, simak bareng-bareng ya, Mak. 😉

Dalam kelas editing KEB pekan keempat ini, Mak Haya mengajarkan tentang penggunaan paragraf. Nah, disarankan dalam menulis, gunakan kalimat pendek dengan maksimal 10 baris dalam 1 paragraf. Setiap mulai paragraf baru seharusnya menjorok dengan indentasi normal 1,25 inchi. Namun, kalau di buku, ada juga beberapa penerbit yang membuat paragraf pertama tidak menjorok. Hanya paragraf pertama. Sebagai penanda bahwa paragraf itu adalah paragraf pertama.

Sesi berikutnya, Mak Haya mengajari kami untuk mempelajari tanda koma dipakai antara lain untuk memisahkan kata seperti: wah, oiya, aduh, kasihan, dan seterusnya. Juga penulisan kata majemuk dan turunannya. Jika tanpa imbuhan, penulisannya dipisah.

Aturan berkutnya adalah aturan penulisan dialog. Pakai tanda petik (‘’…”) sebelum dan sesudah dialog. Kalau kalimat dialog adalah kalimat berita, maka dialog harus diberi koma sebelum tanda petik kedua. Kalau kalimat dialog adalah kalimat perintah/suruhan/teriakan, maka dialog diberi tanda seru sebelum tanda petik kedua. Kalau kalimat dialog adalah kalimat tanya, maka dialog diberi tanda tanya sebelum tanda petik kedua. Pakai huruf kecil setelah tanda petik kedua, kecuali setelah dialog bukan merupakan kata ucapan. Nah, sudah paham ya, Mak?

Mak Haya juga mengajarkan kami tentang pemilihan kata yang sesuai dengan EYD. Emak pasti pernah bingung saat menuliskan beberapa kalimat ini ya? Aktifitas atau aktivitas? Ya, yang benar adalah aktivitas. Pola serupa juga ditemukan pada kata ini: efektivitas, kreativitas, produktivitas, sensitivitas, dan sportivitas.

Kata yang sering salah penggunaannya antara lain kata acuh dan bergeming. Sebagian orang menggunakan kata ‘acuh’ untuk menyatakan ‘tidak peduli’. Padahal, arti kata ‘acuh’ adalah peduli. Sebagian orang juga menggunakan kata ‘tidak bergeming’ untuk menyatakan ‘tidak beranjak atau tidak bergerak’. Padahal, arti kata ‘bergeming’ sendiri adalah ‘tidak bergerak’. Jadi, jika Emaks ingin menuliskan kata ‘tidak bergerak’, pakailah kata ‘bergeming’, bukan ‘tidak bergeming’.

Oiya, di akhir sesi, Mak Haya memberi deretan kata yang harus dihafal agar benar saat menggunakan. Kata-kata yang saya baca memang terkesan asing, tapi seharusnya itulah yang kita gunakan. Seperti kata atlet, avokad, ekstrem, karut-marut, kesatria, sembap, dll. Cara mudah untuk menghafal kata-kata ini adalah dengan selalu menuliskannya saat SMS, update status Facebook, Twitter, dan sebagainya. Jangan khawatir, lama-lama juga pasti hafal.

Nah, Emak yang baik, cukup sekian resume dari saya. Semoga tulisan ini membuat Emak lebih paham lagi tentang pentingnya editing dalam tulisan. Ada kabar baik bagi Emak yang belum ikut kelas editing online KEB batch kali ini, karena Emak bisa mengikuti kelas editing batch 2 yang akan diadakan sekitar Mei. Jadi, yuk siap-siap ya, Mak. 😀